
"ibu,ini adalah istriku ,jila putri,dia menantu ibu .." sapa dolken dengan insiatifnya memperkenalkan istrinya pada ibunya yang membuat jila pun semakin gugup tidak karuan disaat Emily menatap dingin dengan tak sukanya
"ibu...
"apakah aku mengatakan sesuatu yang salah ? Kenapa dia menantapku seperti itu??..(batin jila ) yang mulai merasa serba salah didepan mertuanya , namun Maria yang melihat itu dirinya pun dengan cepat bersujud dan duduk dibawah kaki Emily untuk mencari simpatinya
"Tante, bagaimana pun juga ,anda harus ingat bahwa jila putri sedang hamil anak generasi keempat keluarga Batara , sebaiknya Tante jangan marah 'yah ?aku akan melayanimu setiap hari untuk membuatmu bahagia !" pinta maria dengan tutur kata lembutnya memegang tangan Emily dengan berharapnya membuat Emily pun semakin Luluh terhadapnya
"anak bodoh...jika kau benar-benar ingin membuat ku bahagia,cepat lahirkan seorang anak dengan Dolken !" sindir Emily dengan wajah sedikit kesalnya
"apa yang kau bicarakan,ibu ?" sontak Dolken protes dengan wajah tak terima mendengar ucapan dari mulut ibunya yang ingin melangkah menghampirinya namun dengan cepat jila pun menghentikan niatnya yang sudah meraih dan memegang lengan suaminya yang begitu erat disampingnya, membuat dolken pun langsung menoleh melihat istrinya yang sudah menggelengkan kepalanya berulang kali kearahnya
__ADS_1
"jila ...
"Dolken, jangan gegabah ,aku tidak apa-apa tenanglah !" bisik jila pada suaminya meskipun didalam hatinya sedikit merasa sedih dengan apa yang diucapkan mertuanya barusan
"ibu mertua baru saja pulang dari rumah sakit ,jika sampai bertengkar dengan dolken, itu akan semakin buruk ..(batin jila) yang mulai khawatir tentang kesehatan mertuanya ,namun tak berselang lama Rena pun masuk dengan santainya menyapa wanita yang tak asing bagi dirinya
"halo nyonya Emily,anda sudah pulang sepertinya kondisi anda cukup baik ?" sapa Rena tersenyum ramah berjalan menghampiri Emily dan tak lupa saling bersalaman dengan impati diantara mereka berdua
"ternyata ibu mertua lebih ramah pada orang luar dari pada aku menatunya yang sama sekali tak dianggap keberadaannya ~uhu ~nasib-nasib..(batin jila) menghelang nafas beratnya dengan rasa sedih dan kecewa didalam hatinya dengan sikap mertuanya
"Maria , tolong ,bantu aku dorong pergi masuk ke kamar sekarang'yah?" pinta Emily pada Maria dan Maria pun yang mendengar itu amatlah senang dan dirinya pun dengan cepat beranjak bangun dan berdiri dengan posisi yang sudah stabil
__ADS_1
"baik Tante ,Maria akan segera membantu Tante masuk kedalam kamar .."saut Maria dengan senangnya memegang dan mendorong kursi roda yang ingin berjalan pergi menuju kamarnya namun sejenak Emily pun melirik jila dengan tatapan angkuhnya
"jila ,apa kau bisa datang ke kamarku sebentar ?" pinta Emily pada wanita yang amat tak disukainya,dan jila pun yang mendengar itu sedikit terkejut
"hah? baiklah ibu..
"kalimat pertama yang ibu mertua katakan padaku adalah ini... kedengarannya seperti ingin memperingatkanku !..(batin jila) yang mulai sangat gugup disaat Emily memanggil dirinya dengan nada tak bersahabat ,dirinya pun mau tak mau dengan terpaksa berjalan mengikutinya dari belakang ,sama halnya dengan Dolken dirinya pun semakin khawatir disaat mendengar istrinya dipanggil oleh ibunya kedalam kamar seorang diri
"ibu ... sebenarnya apa yang ingin kau lakukan pada jila ?..(batin Dolken) terdiam sejenak menatap punggung ibunya yang mulai sedikit curiga sembari melihat mereka bertiga berjalan pergi dan masuk kedalam kamar ibunya
Tak..tak..tak...
__ADS_1