Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia Season 2 - 20 Tahun Kemudian


__ADS_3

tiga mobil mewah memasuki sebuah universitas terkenal di kota B, mobil itu masuk secara beriringan, semua mahasiswa ataupun mahasiswi melihat ke arah mobil itu saat melintas di depan mereka. ketiga mobil itu terparkir rapih di parkiran khusus mahasiswa. Andra keluar dari mobil dengan terseyum sehingga senyuman Andra membuat mahasiswi terpesona, Arden keluar dengan wajah datarnya dan menatap malas ke arah mahasiswi yang menatapnya, Andreana keluar dari mobil dengan anggun. ketiga anak Alex dan Laura kini sudah berusia dua puluh tahun dan berkuliah di tempat yang sama tetapi beda jurusan.


Andra memiliki sifat yang ramah seperti Laura sedangkan Arden memiliki sifat seperti Alex tidak pernah senyum, dan Andreana tumbuh menjadi gadis yang manis. Alex sendiri sangat posesif dengan putrinya itu , setiap ada laki laki yang akan mendekati putrinya pasti akan mendapatkan ancaman dari Alex. Andreana tau apa yang di lakukan oleh ayahnya terdapat laki laki yang mendekati, Andreana sendiri tidak masalah dengan sikap ayahnya dia menganggap itu adalah bentuk kasih sayang.


"aku benci mereka menatap ku seperti itu". Arden berbicara tanpa ekspresi


"sudahlah Arden tidak usah menghiraukan mereka". jawab Andra


"kak Arden kak Andra, Andrea duluan ya sudah telat". setelah mengatakan itu Andreana berlari menuju kelas


brugh


saat berlari Andreana menabrak seseorang, Andreana berjongkok membantu orang itu mengambil barang-barang yang terjatuh akibat dia tabrak.


"maaf saya tidak sengaja". Ana menyerah barang barang sambil meminta maaf, sebelum orang itu menjawab permintaan maaf Ana, Anna lebih dulu meningalkan, dan orang itu hanya menatap punggung Ana yang mulai menghilang.


sesampainya di depan kelas Ana mengatur nafas dan pelan pelan mendorong pintunya.


"semoga saja pak Burhan belum masuk". do'a Ana


setelah pintu terbuka Ana bernafas lega saat dosennya belum masuk, Ana langsung duduk di bangku.


"habis lari". tanya Tasya


"iya, aku pikir pak Burhan sudah masuk". jawab Ana


"belum, tapi tumben Lo pak Burhan belum masuk biasanya aja belum jamnya sudah masuk". tanya Tasya


"iya juga ya". jawab Ana


"tapi ada untungnya juga belum masuk, jadi aku tidak dapat ceramah darinya". sambung Ana


"Ana hmm, titipanku kemarin sudah kamu kasihkan ke kak Ardenkan". tanya Tasya


"sudah tapi seperti biasa berakhir di tempat sampah". jawab santai Ana


"hufhh".


"kenapa kamu tidak jatuh cinta saja sama kak Andra, kamu tau kan kalau kak Arden itu seperti kutub Utara". tanya Ana yang penasaran kenapa temannya lebih menyukai kak Arden di bandingkan dengan kak Andra yang jelas jelas ramah senyum


"ya gimana lagi namanya jatuh cintanya sama kak Arden". jawab Tasya sambil tersipu malu


Tasya sendiri merupakan tetangga mereka, mereka berempat tubuh bersama, sejak kecil Tasya selalu berusaha mendekati Arden tetapi Arden selalu ketus dan cuek terhadap Tasya.


"cinta itu rumit, kak Andra menyukai Tasya sedangkan Tasya menyukai kak Arden". monolog Anna dalam hati


"ini ada roti untukmu". Anna menyerahkan roti kepada Anna.

__ADS_1


sebenarnya roti itu dari Andra tapi Andra bilang jangan kasih tau Tasya jika roti itu darinya.


"sya bagaimana jika kak Andra menyukaimu". tanya Anna


"itu tidak mungkin Ana, kak Andra itu sudah punya gebetan, kak Andra sendiri sering cerita denganku mengenai cewek ya dia suka". jawab Tasya sambil memakan roti itu


"apa kamu tau namanya". Tasya mengelengkan kepalanya


"bagaimana kalau cewek yang di maksud kak Andra itu kamu". tanya Anna


"itu tidak mungkin, semalam ini kak Andra itu menganggap ku sebagai adiknya". jawab Tasya


"Tasya kamu sudah seperti adikku". Tasya mengikuti gaya bicara Andra ketika waktu SMA


"kak Andra ini bodoh sekali kenapa bilang seperti itu pada Tasya". monolog Ana dalam hatinya


"dan lagian kak Andra bilang kepada bulan depan dia akan melamar gadis yang dia sukai". Ana melototkan matanya saat mendengar penuturan Tasya, Ana menatap jam di pergelangan tangan sudah tiga puluh menit berlalu tetapi pak Burhan belum masuk juga.


"sya hari ini pak Burhan ada apa ya belum masuk juga". Tasya hanya menggelengkan kepalanya.


ceklek


seseorang memasuki ruangan itu, seorang pria berjalan menuju meja dosen, Tasya menyenggol lengan Anna yang sedang merbahkan kepalanya di meja.


"na Ana". panggil Tasya


"apa sya". jawab Ana


"bukannya dia orang yang aku tabrak tadi". monolog Ana dalam hati, saat itu juga pria itu menatap Ana dan Ana langsung menundukkan kepalanya


"selamat pagi". sapa pria itu


"selamat pagi". jawab mahasiswa ataupun mahasiswi di kelas itu


"sebelum perkenalkan nama saya Farhan dan saya disini mengantikan pak Burhan sebagai dosen kalian". Farhan memperkenalkan dirinya


"siapa penanggung jawab kelas ini". tanya Farhan


"Andreana pak". jawab Tasya


"siapa yang namanya Andreana". tanya Farhan


"saya pak". jawab Ana


"nanti setelah pelajaran selesai ikut ke raungan saya". perintah Farhan


"baik pak". jawab Andreana

__ADS_1


setelah itu Farhan memulai kelasnya, meneruskan materi yang di berikan pak Burhan, sesekali Farhan menatap ke arah Ana sedangkan Ana merasa sedikit tidak nyaman.


"apa dia marah ya saat aku tabrak tadi, kenapa dari tadi melihat ke sini terus". monolog Ana dan duduknya mulai kegelisahan.


sedangkan di lapangan basket Andra sedang bertanding basket, Andra yang memiliki badan yang atletis menjadi idaman para mahasiswi di kampus itu.


"Andra sayang". teriak Abel


Abel adalah teman sekelas Andra serta anak rekan bisnis Alex, Abel sendiri menyukai Andra


"Andra keren saat main basket". teriak Abel lagi


"jadi cewek kok centil sekali". ejek salah satu mahasiswi yang mulai jengah dengan sikap Abel sejak


"kenapa Lo, Lo suka ya dengan Andra, jangan mimpi ya, Andra itu milik Abel seorang". jawab Abel


"jadi orang kok kepedean". ejek gadis itu


Abel yang kesal langsung mendorong cewek itu, sebelum gadis itu jatuh ada seseorang yang menangkapnya, Arden yang sedang lewat langsung menangkap gadis itu, sedangkan gadis itu yang merasakan ada seseorang menangkapnya langsung menoleh dan mereka saling tatap.


brugh


"aaa"ringis gadis itu saat Arden menjatuhkannya


"hahahaha". tawa Abel pecah saat melihat gadis itu terjatuh


"hey kamu niat nolong gak sih". teriak gadis itu ketika sudah berdiri


"saya tidak ada niatan menolongmu". jawab datar Arden


"Anissa". teriak Bayu selaku teman Anisa


"kamu tidak papa, ada yang sakit". tanya Bayu saat melihat Annisa yang terjatuh kelantai


"tidak ada bay". jawab Anissa


"kamu". Anissa mencari Arden ingin melayangkan protesnya karena sudah di jatuhkan


"kemana dia". Anissa menoleh ke kanan ke kiri tetapi sudah tidak menemukan Arden


"sudahlah sa, sekarang ke kantin yuk". ajak Bayu


Annisa menerima ajakan Bayu untuk pergi ke kantin.


"lihat saja jika aku bertemu denganmu lagi akan aku protes sudah berani menjatuhkan ku". celoteh Anissa sedangkan Bayu hanya mengelengkan kepalanya saat mendengar umpatan Anissa.


💙💙💙💙

__ADS_1


yuk Mampir di karya baru dengan judul "Cahaya Dalam Kegelapan (Sebuah Ketulusan) sudah di publish cus langsung kepoin yuk



__ADS_2