Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Honeymoon


__ADS_3

asih melangkahkan kakinya dengan malas mengikuti suaminya memasuki rumah orang tuanya.


"akhirnya kamu kembali ke rumah ini"


"iya yah".


"Ren kenapa harus bawa wanita itu kesini"


"ma biarkan saja Rendi membawa istrinya". ucap Abas


"berapa usianya". tanya Abas


"tiga bulan yah, butuh enam bulan lagi untuk mengambil bayi itu". jawab Rendi


"baiklah mulai sekarang pimpinlah perusahaan ayah dan ayah ingin kamu bisa mengambil cucuku ayah jika tidak maka kamu harus menceraikan istrimu yang hanya bisa merugikan dirimu". ucap Abas


"dan anakmu nanti yang akan menjadi penerus mu jadi harus bisa mengambilnya". sambung Abas


sedangkan Asih mengumpat sumpah serapah dalam hatinya.


sebenarnya Abas sendiri merasa marah pada putranya yang bisa melakukan hal keji itu hanya untuk uang operasi istrinya tapi saat tau perempuan yang di lecehkan putranya hamil itu membuat Abas bahagia karena dia akan memiliki cucu di usianya yang ke lima puluh lima membuat Abas ingin memiliki cucu yang akan menjadi penerus dalam perusahaannya sedangkan istri putranya tidak bisa memberikan seorang cucu.


sedangkan Rendi di usianya yang ke tiga puluh tahun merasa bahagia akan memiliki seorang anak walaupun bukan dari istrinya.


"mas ke kamar yuk". ucap Asih yang merasa tidak nyaman


Rendi membawa istrinya ke kamar mereka untuk beristirahat sebelum besok Rendi akan memimpin perusahaan kembali dan Rendi mulai menyusun rencana agar bisa dekat dengan anaknya.


sedangkan di tempat lain Arden dan Anissa uang sedang berbulan madu di Bali menikmati waktu bersama, kini mereka berada di salah satu pantai yang ada di Bali yaitu pantai Tegal Wangi Jimbaran, pantai yang banyak disukai pasangan yang lagi kasmaran. Karena tempatnya unik dan di sore hari akan terlihat matahari terbenam. Karena lokasinya yang unik, dengan pemandangan pasir putih bersih, maka banyak sekali pasangan pengantin baru memilih pantai Tegal Wangi ini sebagai salah satu tempat untuk di kunjungi.


mereka berdua tidak lupa mengambil foto bersama di pantai Tegal Wangi dan mereka berdua berendam di pantai tersebut sambil menikmati sunset.




setelah dari pantai mereka memilih untuk kembali ke penginapan sesampainya di penginapan Arden langsung mengendong Anissa menuju kamar mandi untuk mandi bersama. awalnya Anissa merasa malu saat Arden selalu mengajaknya mandi bersama tapi saat ini adalah menjadi sebuah rutinitas mereka berdua untuk mandi bersama.




setelah selesai mandi mereka memakan makanannya yang mereka pesan, mereka makan sambil bercanda ria. Anissa benar benar merasakan sebuah kehangatan dan kebahagiaan saat bersama Arden apalagi Arden memperlakukan dirinya sebaik mungkin.


"kapan tamu bulananmu selesai". tanya Arden

__ADS_1


"lima hari lagi". jawab Anissa


"ishh lama sekali kalau seperti ini Arden junior bukan launching di Bali". ucap Arden dengan cemburut


ya kemarin saat mereka akan berangkat ke Bali Anissa mendapatkan tamu bulannya dan itu membuat Arden sedikit kelas.


"sudah jangan cemberut seperti itu sayang". ucap Anissa sambil mencium pipi Arden


"tapi kenapa tamu harus datang sih, itu sungguh menyebalkan". ucap Arden dan Anissa hanya bisa terkekeh


"aku pastikan setelah kamu selesai tamu itu tidak akan datang untuk sembilan bulan ke depan". ucap Alex


"iya kalau langsung jadi kalau tidak pasti akan ada tamu bulanan".ucap Anissa


"harus jadi, setelah selesai aku tidak akan melepaskan mu sayang". ucap Arden sambil mengigit pipi Anissa


setelah berbincang mereka tertidur bahkan saat tidurpun Arden memeluk Anissa dengan erat.



keesokan harinya mereka mendatangi tempat tempat wisata yang ada di Bali dan mereka tidak lupa untuk mengabdikan momen kebersamaan mereka.


"sayang aku dulu punya impian datang kemari bersama suamiku dan hari ini impian itu terwujud". ucap Anissa


"sayang aku sudah menambah honeymoon kita satu minggu lagi jadi kita di sini jadi dua minggu". ucap Arden


"Untuk kuliah tadi aku sudah menghubungi pihak kampus bahwa kita cuti selama dua mingguan dan untuk pekerjaan aku meminta bantuan kak Andra". jawab Arden


"lagian aku ingin Arden dan Anissa junior launching di sini, jadi siap siap setelah selesai kita menghabiskan waktu hanya di hotel". bisik Arden dan Anissa mencubit pinggang suaminya


"aaa sayang lepas sakit". ucap Arden


"makanya itu pikirannya jangan mesum" ucap Anissa dan berjalan lebih dulu meninggalkan Arden sedangkan Arden hanya bisa terkekeh melihat pipi Anissa yang memerah setiap mereka membahas urusan ranjang


bahkan saat mereka melakukan hubungan suami-istri Anissa selalu meminta untuk mematikan lampu utama dan hanya menyisakan lampu tidur. Arden mengejar Anissa dan merangkul pinggang Anissa dengan posesif saat ada orang yang menatap istrinya


"istri siapa sih ini lucu banget jika sedang malu seperti ini". goda Arden dan Anissa menepis tangan Arden yang mencubit pipinya


Ana yang duduk di atas closet menatap tespeck yang ada di tangannya dengan rasa kecewa. Farhan yang membuka pintu kamar mandi langsung mengahampiri istrinya


"kenapa". tanya Farhan yang berjongkok di depan Ana


"hasilnya negatif tadinya aku pikir aku hamil karena sudah dua minggu telat dan moodku yang sering berubah ubah". jawab Ana sambil membuang tespeck itu ke tempat sampah


Farhan mengusap pipi Ana dan menghapus air mata istrinya yang menetes

__ADS_1


"jangan sedih mungkin bukan bulan ini bisa saja bulan depan hmmm". ucap Farhan


Ana merentangkan tangannya dan Farhan menyabutnya dengan baik. Farhan mengendong Ana. Ana melingkarkan tangannya di leher suaminya dan melingkarkan kakinya di pinggang suaminya.


"istriku sedang mode manja hmmm". ucap Farhan


"gedong aku sampai ke tempat makan, aku lapar". ucap Anissa


"baiklah tuan putri". ucap Farhan dan mencium hidung Ana yang mancung


Farhan menuruni tangga dengan hati hati. setelah sampai di meja makan Ana langsung turun


"terima kasih suamiku". ucap Ana dengan manja


mata Ana langsung berbinar saat melihat makanan yang ada di atas meja, Ana langsung mengambil makanan dan memakannya dengan lahap.


Ting


tong


ting


tong


Farhan yang melihat Ana yang sedang menikmati makanan memilih untuk membukakan pintu.


"ibu". ucap Farhan saat melihat ibunya datang bersama keponakan yaitu Ambika yang baru berumur empat bulan, anak dari Gio dan Nadia


"ayo Bu masuk". ucap Farhan


Farhan membawa ibunya ke tempat makan, Ana yang melihat ibu mertuanya datang langsung mencium tangannya


"Hay Ambika ya ampun makin tembem yang kamu sayang, Tante jadi gemes ingin mencubit pipi mu hmm". ucap Ana sambil menoel Noel pipi Ambika


"ingin mengendongnya". tanya ibu mertuanya


"mau Bu". jawab Ana


Fatma menyerahkan Ambika pada Ana dan Ana langsung meminang ponakannya itu yang semakin mengemaskan. Farhan dan ibunya terseyum saat melihat Ana sedang menimang Ambika


"Gio dimana Bu". tanya Farhan saat tidak melihat adiknya


"Gio sedang mengantarkan Nadia ke rumah sakit dan sepertinya Nadia hamil lagi karena beberapa hari ini Nadia kelihatan pucat dan hanya tidur saja, makanya kenapa ibu ajak Ambika kemari". jawab Fatma


"Ambika masih empat bulan dan Gio sudah memberikan adik untuknya, dasar bocah apa tidak bisa direm itu". ucap Farhan

__ADS_1


"sudah rezekinya Gio dan Nadia jika benaran hamil lagi". jawab Fatma


Farhan menganggukkan kepalanya dan berdo'a semoga kebahagiaan itu juga segera mengahampiri keluarganya


__ADS_2