Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Jatuh Cinta Pada Beruang Kutub


__ADS_3

Andra masuk ke kamar Arden sedangkan Arden melihat kakaknya masuk membawa sebuah kontak.


"ini aku ganti parfumnya". ucap Andra dan memberikan sebotol parfum pada Arden


"hanya satu". tanya Arden


"iya satu kan yang di ambil oleh istriku cuman satu". jawab Andra


"aku pikir satu kotak itu untuk ku semua, mau buat apa parfum itu sedangkan kak tidak suka dengan wanginya". tanya Arden


"owh ini untuk ku karena istriku suka parfum ini jadi aku beli banyak". jawab Andra dengan santai dan membuat Arden menatapnya


"dasar bucin melakukan apapun untuk istrinya". ejek Arden karena semenjak menikah Andra banyak perubahan sedangkan Andra mengangkat satu alis mendengarkankan perkataan Arden


"hahahaha". bukannya tersinggung Andra malah tertawa


"lihat saja nanti setelah kamu menikah kakak yakin kamu lebih bucin dan posesif, Kakak sudah bisa menembak karena apa sejak kecil apapun yang menjadi milikmu tidak boleh di miliki orang lain ataupun tersentuh orang lain contoh parfum ini". ucap Andra


"dan yang akan jadi istrimu harus siap siap memiliki suami yang super posesif dengan barang saja posesif apalagi istri". sambung Andra dan meninggalkan Arden dengan wajah yang dingin menatapnya.


Arden meletakan parfumnya di laci lalu menguncinya karena takut di ambil oleh istri kakaknya itu sedangkan Andra yang belum pergi dan masih di depan pintu kamar Arden hanya mengelengkan kepalanya saat melihat kelakuanku adiknya. Andra akui Arden orang begitu dingin tetapi dia tidak suka jika ada orang yang mengusik barang barangnya dan Andra bersyukur saat Tasya mengambil parfumnya dan tidak mendapatkan kemarahan Arden mungkin karena Arden sedang dalam mode jatuh cinta.


Tasya sangat senang saat suaminya membeli satu kotak parfum yang dia sukai sedangkan Arden hanya pasrah saat istrinya memintanya untuk selalu menggunakan parfum tersebut baik di rumah ataupun sedang bekerja.


Anissa yang sedang duduk di halaman belakang sedang memikirkan perlakuan Arden terhadapnya jika hanya pacar bohongan jangan sampai seperti itu sikap karena Arden bersikap layaknya sepasang kekasih sungguhan.


"Kenapa Arden bersikap seperti itu ya, aku hanya meminta bersikap seperti pasangan jika ada Yusuf saja". monolog Anissa


Anissa meletakkan tangannya di dada saat mengunggah senyum Arden dan perlakuan mania Arden walaupun masih terlihat sedikit dingin


"ada apa ini dengan jantung ku ini, jika lama lama Arden bersikap seperti itu yang ada aku bisa jatuh cinta pada beruang kutub itu". ucap Anissa

__ADS_1


Anissa yang sedang mendudukkan dirinya di ayunan sedang melihat ke arah kolam renang.


"ini tidak bisa di abaikan jika beruang kutub bersikap seperti itu aku akan jatuh cinta benaran dan jika sampai menikah tidak bisa membayangkan hidup satu rumah dengan orang yang dingin seperti itu". ucap Anissa sambil menggelengkan kepalanya seperti menepis apa yang ada di pikirkannya


"nanti yang ada anak anak ku akan dingin sepertinya, aku harus segera mengakhiri sandiwara ini". ucap Anissa sambil menatap hatinya


"tapi jika di akhir nanti Yusuf semakin gencar mendekati ku, arghh".


"pusing lah". ucap Anissa dengan frutasi


"kenapa terlihat kesal seperti itu". tanya Lisa yang baru datang


"tidak ma". jawab Anissa


"jika tidak kenapa terlihat kesal seperti itu, dari tadi mama melihat seperti orang bingung". ucap Lisa


"entahlah ma, pusing aku ternyata lebih enak jadi anak anak daripada dewasa seperti ini". jawab Anissa


"entahlah ma". jawab Anissa dengan lesu karena tidak tau apa yang dia rasakan


"ya jika kamu memang mau serius, kamu harus membantu Arden untuk mendapatkan restu dari ayahmu kamu sendiri tau ayahmu itu keras kepala". Lisa memberitahu putrinya itu


"Anissa belum terpikirkan untuk ke jenjang yang serius". jawab Anissa


"ya jika memang kalian saling menyukai yang segera saja, mama harap sih kamu pacaran dengan Arden bukan untuk membuat Yusuf menjauhi mu". ucap Anissa


deg


Anissa terdiam apa yang di katakan oleh mamanya


"apa mama tau jika aku dan Arden hanya pura pura saja". monolog Anissa dalam hati

__ADS_1


"mama merasa aneh saat tiba tiba kamu berpacaran dengan Arden padahal selama ini kamu tidak pernah dekat dengan seorang pria dan saat kamu pacaran dengan Arden bertepatan Yusuf mendekati mu". ucap Anissa dan menatap putrinya


"itu itu...". Anissa rasanya tidak bisa menjawab pertanyaan dari mama


"dan jangan sampai apa yang kalian lakukan membawa salah satu dari kalian jatuh cintanya dan menyakiti sebelah pihak". sambung Lisa dan sudah tau apa yang sebenarnya terjadi antara putrinya dan Arsenal terlihat dari cara bicara Anissa yang tidak bisa menjawab pertanyaan


"itu ma Anissa hanya...." Anissa bingung bagaimana caranya menjawab pertanyaan mama


"tapi mama lihat kalian berdua saling nyaman dan mama rasa kalian hanya saling gengsi untuk menyatakan perasaan kalian masing masing". ucap Lisa


"semoga saja di antara mereka tidak ada yang tersakiti nantinya, pesan mama jangan memainkan perasaan seseorang anissa". sambung Lisa lalu menepuk bahu putrinya dan membawa baby Farhat masuk karena tertidur dalam gendongannya


"satu lagi Anissa coba kamu pahami perasaan mu sendiri dan sehingga kamu akan menyadari apa yang kamu rasakan". sambung Lisa dan langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah


Anissa mencoba mencerna apa yang di katakan oleh mamanya.


"apa aku sudah jatuh cinta pada Arden, aku akui akhir akhir ini aku merasa nyaman saat bersamaan Arden dan tidak hanya itu saja jika berdekatan dengan Arden jantungku berdetak sangat cepat". ucap Anissa


"masak iya aku sudah jatuh dalam pesona beruntung kutub". monolog Anissa


"haduh bahaya bahaya ini, jika sampai Arden tau aku menyukainya maka bisa di tertawa olehnya dan orang dingin seperti mana bisa muda jatuh cinta". ucap Anissa


"isshh Anissa Anissa kenapa aku harus jatuh cinta pada beruang kutub itu". ucap Anissa yang mulai menyadari apa yang dia rasakan saat bersamaan Arden


Anissa melangkah kakinya masuk ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamarnya, Anissa menenggelamkan kepalanya di bantu dan tangan memukul mukul ranjang


"aishh kenapa harus aku yang jatuh cinta bukan dia saja, menyebalkan menyebalkan". ucap Anissa lalu melemparkan bantalnya


"awas saja kamu beruang kutub sudah berani beraninya membuat aku jatuh cinta padamu". sambung Anissa dan uring uringan sendiri di dalam kamarnya


"eh tunggu tapi jika beruang kutub itu jatuh cinta apa dia masih dingin seperti itunya jadi penasaran aku ingin melihatnya jatuh cinta akan seperti apa dia memperlakukan pasangannya atau seperti dia memperlakukan aku yang pacar bohongan atau bisa lebih hangat lagi". monolog Anissa

__ADS_1


__ADS_2