Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Malam Pertama


__ADS_3

Tasya menatap dekorasi kamar tersebut, sprei putih yang di beri taburan bunga dan handuk yang di bentuk angsa, serta lilin aromaterapi yang menenangkan saat Tasya menghirupnya.


"mandilah dulu baru itu istirahat". ucap Andra sehingga membuat lamunan Tasya buyar


"eh iya kak". jawab Tasya segera mengambil dan masuk ke kamar mandi.


saat di dalam kamar mandi Tasya semakin tercengang saat melihat bathup yang juga di taburi bunga, saat Tasya akan membuka resleting gaunnya tidak bisa karena tersangkut


"kenapa susah sekali di bukanya". ucap Tasya sambil bercermin dan tangannya berusaha untuk meraih resleting tersebut.


"ishh kenapa susah sekali". umpat Tasya.


Tasya menghela nafasnya dan dengan langakah pelan keluar dari kamar mandi, Andra melihat ke arah pintu kamar mandi saat melihat Tasya yang masih menggunakan gaun


"kenapa belum mandi". tanya Andra


"hmmm". guman Tasya


"ada apa". tanya Andra


"sebenarnya ada sedikit masalah". jawab Tasya


"masalah apa". tanya Andra lagi


"a aku tidak bisa membuka gaun ini". jawab Tasya sambil menundukkan kepalanya


"berbalik". perintah Andra


Tasya membalikkan badannya dan Andra meraih resleting gaunnya. Andra menurunkan resleting itu dengan mudah sedangkan Tasya menahan detak jantungnya saat jari Andra menyentuh punggungnya. Andra menelan salivanya dengan susah payah saat melihat punggung Tasya yang mulus


"sudah". ucap Andra dan Tasya langsung masuk ke kamar mandi.


Andra berjalan menuju balkon sambil menunggu Tasya selesai mandi, Andra menatap langit di mana bintang bersinar dengan terang


ting


pesan dari group


...*Kodok Ngorok*...


*firman*


jangan lupa di minum yang aku berikan


*Haikal*


man kamu memberikan apa ke Andra


*firman*


jamu kuat hahahaha


*Bagas*


dasar firman gila


*Haikal*


eh tapi firman benar memberikan obat itu agar Andra semakin kuat hahaha


*Bagas*

__ADS_1


eh kita beringsik menganggu Andra tidak ini


*firman*


@andra jangan lupa bikin keponakan yang lucu lucu


*Haikal*


@andra lagi menikmati surga dunia bro, @firman @bagas kapan kita nyusul 🥺


*Bagas*


para kodok ngorok diamlah @andra lagi ritual


*firman*


@andra gimana rasa ceritain dong 😅


^^^*Anda*^^^


^^^kalian bringsik^^^


Andra merubah setelan group hanya admin yang bisa mengirimkan pesan


^^^*Anda*^^^


^^^mampus kalian tidak bisa beringsik lagi hahaha^^^


Andra memasukkan ponselnya, sedangkan Tasya di dalam kamar mandi menatap baju yang kurang bahan


*masak aku harus pakai baju ini". monolog Tasya


"kalau tidak pakai ini, mau pakai apa lagi tidak ada yang lain". sambung Tasya


"haduh kenapa kak Andra harus masuk sekarang kenapa tidak nanti saja saat aku berada di dalam selimut". monolog Tasya dalam hati serta jantungnya berdetak dua kali lipat dan tidak lupa rona merah di pipinya


"kenapa Tasya pakai baju itu, jadi tidak kuatkan, kenapa ini si anaconda harus bangun juga". monolog Andra dalam hati dan menelan salivanya saat melihat lekuk tubuh Tasya yang sangat jelas menggunakan baju itu bahkan baju itu tidak menutupi gunung Himalaya milik Tasya dengan sempurna, bahwa bagian bawah hanya satu atau dua jengkal dari pinggang jika Tasya menunduk pasti kue serabi dan lainnya terlihat


"hmmm Tasya sudah siapin air buat kakak mandi". ucap Tasya


"iya, istirahatlah kakak mau mandi dulu". jawab Andra langsung berjalan masuk ke kamar mandi.


di dalam kamar mandi Andra langsung berdiri di bawah sower


"anaconda kenapa kau begitu sensitif hari ini begitu mudah terbangun". umpat Andra


Andra merasa segar saat air menguyur tubuhnya, tetapi anacondanya tidak mau tertidur.


Tasya yang sudah berada di atas ranjang segera menarik selimut dan menutupi tubuhnya


ting


*Ana*


pasti lingerie merah itu sangat cocok kamu pakai kakak ipar


oh ya satu lagi segera buatkan aku keponakan yang lucu


^^^*Anda*^^^


^^^apa tidak ada yang lebih seksi, daripada pakai ini lebih baik aku tidak pakai baju saja^^^

__ADS_1


Tasya membalas pesan Ana dengan kesal


*Ana*


hahahaha tidak pakai baju itu lebih bagus jadi kak Andra bisa langsung eksekusi hahahaha


jangan lupa pakai wewangian dan aku yakin kak Andra tidak akan tahan melihat kak ipar


^^^*Anda*^^^


^^^dasar kurang kerjaan^^^


*Ana*


selamat mengabiskan malam panjang kakak ipar


Tasya meremas sprei saat membaca pesan dari Ana


"awas saja kamu Ana akan aku balas saat kau nikah nanti". umpat Tasya lalu mematikan ponselnya dan meletakkan di atas nakas


Tasya langsung merbahkan tubuhnya dan menarik selimut sampai di batas leher. sedangkan Andra di kamar mandi masih berusaha menidurkan anaconda nya


"aish kenapa tidak mau tidur". monolog Andra


"apa kau ingin masuk ke sarang mu hmm". sambung Andra


"sebenarnya sah sah saja aku menyentuh Tasya tapi bagaimana caranya". monolog Andra sambil menghadap kaca


"Tasya mau gak ya memberikan hak ku". ucap Andra sambil melilitkan handuk di pinggangnya


"sya Kitakan sudah menikah jadi argh". Andra uring uringan di kamar mandi


"Hem Hem sya kita sudah menikah jadi bagaimana kalau malam ini kita kita aish kenapa susah sekali merangkai kata katanya". Andra mengacak acak rambutnya.


Andra mondar mandir di kamar mandi sambil menyusun kata kata untuk mengajak istrinya mengabiskan malam yang indah, sedangkan Tasya mengedipkan matanya sambil menatap langit langit kamar


"apa kak Andra akan meminta haknya ya malam ini, aku belum siap, tapi jika kak Andra minta dan aku tidak mau bisa berdosa bagaimana ini". monolog Tasya sambil meremas jari jari tangannya


"apa aku pura pura tidur saja ya, ya aku langsung tidur saja". monolog Tasya


Tasya langsung memejamkan mata saat mendengar pintu kamar mandi terbuka


"semoga saja kak Andra tidak meminta haknya malam ini". do'a Tasya dalam hati


Andra berjalan ke arah ranjang dengan masih menggunakan handuk di pinggangnya. secara Perlahan Andra menaiki ranjang dan jantung Tasya semakin berdetak kencang saat merasakan Andra sudah berada di ranjang. Andra menarik nafasnya dan melihat ke arah Tasya yang memejamkan matanya tapi Andra tau jika Tasya belum tidur karena terlihat dari kelopak matanya jika bola matanya bergerak walaupun matanya terpejam.


"sya". panggil Andra pelan


"kenapa kak Andra memanggil ku". monolog Tasya dalam hati


"sya". panggil Andra sekali lagi


"sya kitakan sudah menikah jadi bolehkah kak ". Andra tidak melanjutkan perkataannya


Tasya merasakan nafas Andra ada di depan wajahnya


"kakak tau kamu belum tidur". bisik Andra dengan nada yang berat dan Tasya tau jika Andara menginginkannya


Tasya perlahan membuka matanya dan saat itu matanya bertatap dengan Andra. Andra membelai wajah Tasya


"boleh ya". mohon Andra

__ADS_1


"ta tapi Tasya takut". jawab Tasya dengan gugup saat tangan Andra membelai leher dan Andra juga mencium telinga


"jangan takut". ucap Andra sambil mengigit telinga Tasya dengan pelan dan secara reflek tangan tasnya mencengangkan lengan Andra. saat Andra mengigit telinga dan berbisik secara sensual membuat merasakan sesuatu. Tasya menelan salivanya saat Andra menatapnya dengan intens.


__ADS_2