
Ana membuka pintu ruang rawat suaminya dengan pelan dan menghembuskan nafasnya dengan kasar, saat pintu itu terbuka Ana melihat ayahnya yang sedang duduk di sofa sambil memijat dahinya. Ana berjalan menghampiri brangkar suaminya. Laura masuk ke dalam membawa makanan dan memberikan pada suaminya dan Alex menerima makanan itu kemudian memakannya karena memang perutnya merasa lapar.
"Ana kemarilah". ucap Alex setelah selesai makan dan menyuruh putrinya untuk duduk di sampingnya
Ana menelan salivanya dan Ana bisa menembak bahwa ayahnya pasti akan bertanya mengenai suaminya, dengan langkah pelan Ana mengahampiri ayahnya dan kemudian duduk di samping ayahnya bahkan Ana tidak berani menatap mata ayahnya.
"Ana apa yang sebenarnya terjadi pada suamimu tadi ayah menemui dokter yang menangani suamimu dan dokter itu mengatakan bahwa suamimu terkena tembakan di bagian kepalanya". ucap Alex dan Ana meremas tangannya saat ayahnya bertanya seperti itu
"jawab ayah apa yang sebenarnya terjadi dan ceritakan pada ayah bahkan ibu mertuamu tidak tau apa yang terjadi pada putranya".tanya Alex
"sebenarnya..."
Flashback on
"mas berapa lama kita di sini". tanya Ana pada suaminya saat sudah sampai di Singapura
kini mereka baru tiba di hotel tempat mereka menginap
"dua minggu sayang, nanti satu minggu untuk urusan pekerjaan dan yang satu minggunya untuk kita menikmati liburan di Singapura". jawab Farhan sambil mencium pipi Ana
mereka berdua yang memang masih lelah langsung beristirahat setiba di hotel. satu minggu pertama mereka lalui dengan urusan pekerjaan. setelah urusan mereka selesai kini mereka akan bersiap siap untuk berjalan jalan ke tempat wisata yang ada di Singapura.
mereka keluar dengan wajah yang terseyum dan sambil bergandengan tangan tetapi saat sampai di lobi hotel mereka di kejutkan dengan beberapa orang yang berpakaian hitam serta bertopeng. bahkan mereka menyandar salah satu anak dan orang orang di sana sudah diam di tempat masing masing karena mereka menodongkan salah satu senjata api.
Farhan memeluk Ana dan ikut berjongkok bersama orang orang yang lainnya.
"mau kemana". tanya Farhan saat Ana akan beranjak dari dekapannya
__ADS_1
"aku mau menolong anak itu mas". jawab Ana
"sayang sebaiknya kita diam saja karena kita juga tidak tau apa masalah mereka apalagi ini di negara orang". bisik Farhan
"mas lihatlah anak itu kasihan bahkan orang orang di sini tidak ada satupun yang membantunya dan lihat orang tuanya sampai seperti itu". jawab Ana
"sayang dengerin mas ya jangan ikut campur apalagi kamu sekarang lagi hamil dan kehamilan mu baru dua bulan, tolong pikirkan anak kita". ucap Farhan
"mas lihat mereka hanya lima orang aku bisa mengalahkannya apa mas lupa aku Leonar dan aku sudah lama bergabung di D'devil hanya untuk mengalahkan lima orang saja aku mampu". jawab Ana
"Ana dengarkan mas , mas hanya tidak ingin kamu dan anak kita kenapa kenapa". ucap Farhan
"sudahlah jika mas tidak mau membantu sebaiknya mas diam saja di sini". ucap Ana dan mengeluarkan pistol dari dalam tas
Farhan terkejut saat melihat istrinya mengeluarkan pistolnya dan mengapa senjata itu bisa lolos di bandara. Ana yang memiliki jiwa mafia tidak menghiraukan perkataan suaminya dan Ana langsung maju ke depan.
"lepaskan anak itu, apa salah anak itu ha". ucap Ana
"Duduk sebelum kamu menyesal"
"aku tidak takut bahkan aku bisa mengalahkan kalian dengan mudah". jawab Ana
dan terjadilah perkelahian antara Ana dan kelima orang itu sehingga suara senjata api mengema di lobi hotel dan itu membuat orang yang ada di sana ketakutan. Farhan yang begitu khawatir dengan istrinya akhirnya membantu Ana melawan kelima orang itu. mereka berdua bernafas lega saat ke lima orang itu berhasil di kalahkan tapi saat itu juga mereka berdua di kejutkan dengan suara tembakan dan tembakan itu tepat mengenai Farhan dan yang melewatkan tembakan itu adalah salah satu dari mereka.
flashback off
setelah menceritakan itu anak menundukkan kepalanya dan meremas tangannya sedangkan Alex merasa kecewa dengan putrinya yang telah berani masuk ke dunia mafia
__ADS_1
"Ana kenapa kamu masuk ke dunia mafia dan kamu ayahnya keluar dan menyerahkan D'devil pada Mex agar anak anak ayah tidak terlibat dalam dunia Mafia, tapi kamu malah memasuki dunia itu dan kamu itu perempuan Ana". ucap Alex dengan kekecewaan yang begitu besar dan selama ini dia tidak tau jika putrinya berada di D'devil
"kenapa kamu melakukan itu apa kamu tidak tau bahwa dunia mafia Itu bahaya". sambung Alex
"maaf yah Ana melakukan itu karena Ana hanya ingin bisa melindungi diri Ana dan Aan tidak ingin penculikan waktu Ana kecil terjadi lagi tapi Ana sangat nyaman dengan D'devil". jawab Ana tanpa berani melihat ayahnya
"inilah Ana yang ayah takutkan jika anak anak ayah berada di dunia Mafia, akan selalu dalam bahannya". ucap Alex
"mas sudah Jangan marah marah, aku juga kecewa dengan apa yang di lakukan Ana tapi sekarang sudah terjadi sebaiknya kita memberikan dukungan pada Ana dan melakukan yang terbaik untuk Farhan". ucap Laura sambil mengusap lengan suaminya
"maafkan Ana yah ma". ucap Ana
"berhentilah dari dunia mafia jangan sampai membuat keluargamu dalam bahaya". ucap Alex pada putrinya
"iya yah". jawab Ana
"sudah sebaiknya kamu istirahat saja biar ayah yang menjaga di sini". ucap Alex
"tapi.."
"jangan membantah ayah, sayang bawa Ana ke tempat kita menginap biarkan dia istirahat". ucap Alex
"ayo Ana dengarkan ayahmu ya". ajak Laura
"iya ma, aku mau pamit sama mas Farhan dulu". ucap Ana dan berjalan menuju brangkar
"mas aku pulang dulu nanti aku kesini lagi" bisik Ana dan mencium kening suaminya
__ADS_1
Laura membawa putrinya ke hotel agar putrinya bisa beristirahat apalagi Laura dapat melihat Ana yang kurang beristirahat karena menjaga suaminya