
di sebuah ruangan Delon menghancurkan semua benda yang ada di sana untuk meluapkan emosi atas penolakan Laura, Delon yang tidak pernah minuman berakohol hari ini dia meminumnya
pyar
prang
brak
"LAURA". teriak Delon
"apa kamu sudah melupakan kebersamaan kita bahkan kita sudah bersama sejak kecil, kenapa kamu mudah melupakan semua kenangan kita dan membuat kenangan baru bersama pria lain" Delon berbicara sendiri dengan membanting semua barang yang ada di sana
"hahahaha Laura ku ayo kemari akhirnya kamu datang" Delon tersenyum saat melihat seseorang menghampirinya
bugh
bugh
orang itu menghajar Delon untuk memberikan pelajaran atas perlakuan dan perbuatan Delon yang semakin hari membuat seseorang sakit hati bahkan tega mendorong istrinya yang sedang hamil
"bangun" teriak orang itu
"apa ini yang ayah ajarkan kepadamu Delon". ayah Bagas menarik kerah baju Delon dan menghajarnya kembali
bugh
"ayah dan mamamu tidak pernah mendidik mu untuk menjadi pria brengsek dan tidak menghormati seorang wanita". teriak Bagas di depan Delon dan Delon Hanya tersenyum
"aku hanya mau Lauraku". jawab Delon
"Laura sudah bahagia bersama suaminya"
"dan apa ini ayah tidak pernah mendidik mu untuk mengkonsumsi minuman haram ini".
bugh
bugh
Delon yang terpengaruh oleh minuman tidak membalas perbuatan ayahnya karena merasakan pusing yang begitu hebat dan pukulan sang ayah membuat Delon terjatuh di lantai
__ADS_1
"ingat Delon jika sampai sikapmu belum berubah jangan menyesal jika Lisa dan anakmu meninggalkan dirimu".
"aku tidak peduli jika wanita itu pergi jika bisa pergi selamanya" jawab Delon
Bagas meninggalkan Delon sendirian disana, Bagas juga akan memberikan pelajaran kepada Delon dengan menurunkan jabatannya di perusahaan dan akan bekerja sebagai OB di perusahaannya dan akan menjabut semua fasilitas yang dia berikan.
"Laura jangan tinggalkan aku" racau Delon.
Bagas mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit, saat sampai di rumah sakit Bagas langsung menuju keruang rawat Lisa, Bagas melihat istrinya duduk di depan ruang Lisa dengan menangis.
"mas" ayu langsung memeluk suaminya
"kenapa putra kita jadi seperti ini".
"sutth tenanglah jangan sampai masalah ini menganggu kesehatan mu". Bagas mengajak istrinya duduk kembali
Bagas mendengar keluh kesah istrinya yang semakin bersalah membawa Lisa kedalam hidup Delon dan sebuah fakta yang dokter sampai membuat Ayu tidak tenang apalagi Lisa sedang hamil, Bagas membawa Ayu kedalam pelukannya dan mengusap punggung Ayu agar istrinya tenang.
"tenanglah kita akan melakukan yang terbaik untuk Lisa". Bagas berbicara dengan wajah yang tidak dapat di baca
"dimana Delon mas". tanya Ayu
Bagas menemui dokter untuk menanyakan kondisi Lisa, dokter juga menjelaskan Lisa bisa saja mempertahankan kehamilannya tapi resikonya adakah setelah melahirkan Lisa masih bisa bertahan hidup. untuk keselamatan janinnya Lisa tidak boleh mengkonsumsi sebrang obat. setelah melahirkan Lisa harus segera melakukan pengobatan karena leukimia yang Lisa derita sudah memasuki stasiun dua. kemungkinan semasa kehamilan Lisa bisa saja memasuki stadium tiga, jika tetap ingin janinnya selamat maka dia harus berhenti minum obat yang dapat membahayakan janinnya dan melakukan pengobatan saat sedang hamil akan membahayakan janinnya. Bagas hanya bisa menarik nafasnya saat mendengar penjelasan dokter tersebut.
💙💙💙💙
Gunawan dan istrinya sedang dalam perjalanan menuju ke sebuah rumah sakit jiwa setelah mendapat telepon dari salah satu dari dokter di sana, saat sampai di sana mereka langsung menemui dokter.
"dok". sapa Istri Gunawan
"tuan nyonya mari ikut saya".
Gunawan dan istirnya mengikuti dokter dan saat sampai di sebuah ruangan terdapat seorang perempuan yang di ikat agar tidak mengamuk, istrinya Gunawan langsung membekap mulutnya saat tau perempuan yang di ikat itu dan berjalan mendekatinya
"jangan mendekat". teriak perempuan itu
"nak ini mama" dia mencobanya mendekati Merlin
"jangan mendekat, jangan lukai saya hiks hiks". Merlin histeris saat ada orang yang akan mendekatinya
__ADS_1
Gunawan menarik istrinya dan membawanya kesamping, Gunawan menatap datar putrinya.
"dok kenapa anak saya bisa seperti ini". tanya istri Gunawan
"bisa jadi Putri tuan dan nyonya mengalami pelecahan atau penyiksa sehingga membuat mentalnya terganggu, satu bulan yang lalu kami menemukan dalam keadaan marah dan memukul siapa saja yang mendekatinya". dokter itu menjelaskan
"hiks hiks hiks". tangis istri Gunawan semakin pecah saat mendengar penjelasan dokter
Gunawan dan istirnya melihat Merlin yang histeris dari balik kaca, ada berapa dokter dan dan suster menangani Merlin, dokter terpaksa menyuntikkan obat bius dan membuat Merlin tidak sadarkan diri.
"dok boleh kami membawanya pulang". tanya Gunawan saat dokter keluar dari ruangan Merlin
"melihat kondisinya kami tidak mengizinkan tuan nyonya, karena bisa membahayakan orang lain, karena putri kalian akan histeris Jiak bertemu orang lain". jawab dokter itu dan menjelaskan kondisi Merlin.
seorang pria melihat dari kejauhan dan tersenyum sinis
"itu pantas untuk kamu dapatkan Merlin, itu balasan atas apa yang kamu lakukan terhadap adikku, dulu kamu menyuruh tujuh preman memperkosa adikku karena takut kalah saing dan menyebabkan adikku meninggal, dan sekarang impas bukan aku menyuruh beberapa preman untuk mengilirimu secara bergantian dalam waktu hampir satu bulan, kamu masih beruntung bisa hidup" setelah mengatakan itu pria tersebut pergi dari rumah sakit jiwa.
💙💙💙💙💙
Bagas menemui menantunya yang sudah bangun dan duduk di samping lisa
"ayah". panggil Lisa
"apa ada yang sakit". Lisa hanya menggelengkan kepalanya
"jangan gugurkan dia". Lisa memegang perutnya
Bagas menjelaskan kepada Lisa bahwa mereka akan melakukan yang terbaik untuknya dan anaknya, segala cara akan mereka lakukan untuk keduanya selamat. Lisa tersenyum saat mendengar penjelasan ayah Bagas
"ayah dimana mas Delon". tanya Lisa sambil melihat kearah pintu dan Bagas diam saja
"pasti mas Delon sedang mencari Laura ya". tanya Lisa sendu
"sudah jangan pikirin orang lain, sekarang pikiran dirimu dan anakmu". Bagas mengelus kepala Lisa.
Lisa sangat beruntung memiliki mertua yang sangat baik bahkan Lisa merasa bukan seperti menantu tetapi seperti anak sendiri di keluarga mereka. dokter masuk dan meriksa keadaan Lisa setelah itu dokter memberikan vitamin agar kandungan Lisa baik baik saja. setelah itu dokter mengatakan bahwa Lisa harus istirahat total untuk kesehatannya dan kandungan. setelah kepergian dokter itu mama Ayu masuk membawa buah dan menyuapi Lisa , Lisa memakan buah itu dengan lahap.
"ayah mama terima kasih sudah memperlakukan Lisa seperti anak sendiri". Lisa berbicara dengan senyuman
__ADS_1
"harus kami yang berterima kasih karena Lisa sudah mau jadi menantu di keluarga kami". mama ayu menjawab dengan menyuapi buah apel.