Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Menginginkan Sebuah Kehancuran


__ADS_3

Marko menghampiri Ana yang sedang memberi makan taiger.


"kak hampir saja kemarin ketahuan sama om Alex". ucap Marko.


Ana dan Marko meninggat pembicaraan mereka saat di ruang tamu


flashback on


"tentu saja dengan begitu aku bisa pergi ke markas". jawab Ana


"Markas". sela Alex dari arah pintu


deg


Ana langsung mematung saat mendengar suara Ayhan dan Anna menoleh ke arah pintu, Alex dan Laura menghampiri Ana dan Marko. sedangkan Marko diam sambil mengigit apelnya.


"markas apa Ana". tanya Alex saat sampai di hadapan Ana


"ini yah markas novel". jawab Ana


"Markas novel". tanya Alex


"iya yah maksud Ana ada perpustakaan yang isinya hanya novel saja dan Ana menyebutnya markas". jawab Ana berharap ayahnya percaya


"tidak ada yang Ana sembunyikan dari ayah kan". tanya Alex dan Ana hanya mengelengkan kepalanya


Alex berbicara dengan Marko untuk mengawasi Ana dan jika ada yang aneh Alex menyuruh Marko untuk menghubunginya. Marko hanya mendengarkan dengan baik apa yang di sampaikan oleh omnya dan setelah kepergian orang tuanya Ana dan Marko bisa bernafas lega.


"kak Ana sih kenapa menyebut markas". bisik Marko takut omnya itu mendengarnya


"mana aku tau jika ayah akan masuk". jawab Ana sambil mengambil ice cream yang di bawa Marko dan memakan. Marko yang akan merebut ice cream tersebut sudah telat karena Ana sudah mengabiskan ice cream itu dalam empat kali sendok.


flashback off


"kak ayo pulang sebelum om Alex pulang". ajak Marko


Marko mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, Ana menyandarkan kepalanya di kursi saat matanya menatap ke spion mobil dia melihat seseorang yang berpakaian putih mengikuti mereka, Ana tidak dapat melihat wajah karena menggunakan masker. Ana terus memperhatikan orang itu dan orang itu menyalipnya saat mereka sudah sampai di keramaian.


"mungkin hanya orang yang mencari teman karena jalan tadi sepi". monolog Ana sambil melihat ke arah orang yang berpakaian putih yang ada di depannya sekarang.

__ADS_1


setelah satu jam perjalanan Ana dan Marko sudah sampai rumah, saat tidak melihat mobil orang tuanya Ana bernafas lega karena dia pulang terlalu malam hari ini. Ana dan Marko memasuki rumah kemudian memasuki rumah masing masing. Ana merbahkan dirinya di ranjang, Ana juga merasa lega saat nomor itu tidak menerornya lagi karena dia sudah berganti nomor.


ting


*088.....*


hati hati dan jaga diri baik baik


ada membaca pesan itu dengan bingung, pasalnya nomor tersebut tidak ada di daftar kontaknya dan menyuruhnya untuk berhati-hati.


"nomor siapa ini dan ini bukan nomor yang kemarin" monolog Ana dan menghubungi nomor itu tetapi di tolak oleh nomor tersebut. Ana mencoba menghubungi kembali nomor itu tetapi yang di tolak lagi


"aishh kenapa di tolak dan aku yakin ini orang yang berbeda bukan yang kemarin". monolog Ana sambil melemparkan ponselnya


seorang perempuan sedang menunggu seseorang di depan rumahnya, senyum terbit di bibirnya saat melihat sebuah mobil masuk ke halaman rumah.


"mas aku kangen". perempuan itu memeluk suaminya


"mas juga kangen sama kamu". jawab pria itu sambil mengusap pipi istrinya


"sudah hampir satu bulan mas gak pulang". rengek manja istrinya


"maaf membuatmu menunggu lama". pria itu mencium kening istrinya dan mengendongnya dan perlahan menaiki tangga menuju kamar mereka sedangkan perempuan itu terseyum atas perlakuan suaminya, pria itu terseyum saat melihat senyum di wajah istrinya. pria itu menurunkan istrinya di ranjang dengan pelan pelan.


"lumayan cantik tapi masih cantikkan aku". ucap Nadia sambil menatap wajah itu


"tidak ada yang lebih cantik di bandingkan istriku ini". ucap pria itu langsung mencium pipi istrinya


"kapan kamu akan menikahi mas". tanya Nadia


"sebentar lagi, mas harus merubah rencana setalah apa yang di lakukan mama sayang". jawab pria itu


"kamu beneran tidak akan jatuh cinta sama dia kan". tanya Nadia sambil memainkan kancing baju suaminya


"dengarkan mas hanya kamu istrinya mas dan akan tetap menjadi satu satunya ratu di hati mas". jawab pria itu dan menyakinkan istrinya


"tapi dia lumayan cantik, aku takut kamu lebih memilih dia". Nadia berbicara sambil cemberut sendangkan pria itu hanya terkekeh saat melihat istrinya merajuk


"apa kamu lupa apa tujuan mas menikahi, setalah dia melahirkan anaknya akan menjadi anakmu dan kita akan membuat menderita secara perlahan". Nadia terseyum saat mendengar jawaban suaminya itu

__ADS_1


"aku tidak sabar mengedong bayi dan tetangga tidak menghinaku lagi" beritahu Nadia sambil mengusap dada bidang suaminya dan pria itu menahan nafasnya saat gairah meningkatkan apalagi istrinya mencium leher yang menjadi salah satu titik sensitif


"tapi kamu harus sabar sayang, mas harus menyingkirkan seseorang dulu agar rencana ini berjalan". ucap Pria


pria itu langsung membawa istirnya berada di bawahnya dan tangannya melepas tali piayama yang di gunakan istirnya dalam satu kali tarikan membuat tali itu terlepas dan melihat tubuh indah istrinya.


"ternyata kamu sudah mempersiapkannya sayang". ucap pria itu


"saat kamu menghubungi ku dan mengatakan kamu akan pulang aku langsung memanjakan diriku dan memilih baju ini". jawab Nadia


pria itu langsung melancarkan aksinya dan Nadia menerima setiap perlakuan suaminya. pria itu menatap wajah lelah istrinya setalah melepas rindu dan pria itu memainkan rambut istrinya sendangkan Nadia sudah terlelap karena kelelahan.


drt


drt


drt


drt


"hallo ma, ada apa". jawab pria itu saat melihat nama yang tertera dalam ponselnya


"ada di mana kamu". tanya sang mama


"ada di rumah menemui Nadia". jawab pria itu sambil mengusap kepala Nadia yang sedikit terganggu dengan suara


"apa menantuku masih bersedih".


"Nadia sudah sedikit ceria saat aku mengatakan akan menikahi Ana dan memberikan anaknya kepada Nadia". jawab pria itu memandangi wajah Istrinya yang sangat manis dan cantik


"mama harap kamu segera menikahi Ana dan balaskan dendam mama, mama ingin putrinya Alex hancur sehancurnya mama ingin apa yang mama alami dulu di alami oleh putrinya Alex dan mama ingin Alex juga hancur". mamanya berbicara penuh kemarahan


"mama tenang saja aku akan membalasnya lebih parah dari yang mama alami". jawab pria itu dan terdengar kekehan dari sebrang sana. setelah mendengar jawaban anaknya wanita itu mematikan sambungan teleponnya dan menusuk nusuk sebuah foto keluarga


"Alex aku tidak akan biarkan kamu hidup bahagia setelah apa yang kamu lakukan kepadaku karena rencana mu itu hidupku hancur"


"mati kau"


"mati kau"

__ADS_1


"hahahaha"


wanita itu tertawa keras sambil menusuk nusuk sebuah foto sehingga tidak berbentuk.


__ADS_2