
seorang pria baru saja keluar dari masjid dan mengandeng putra kesayangannya, di perjalanan menuju rumah ayah dan anak itu bersendau gurau.
"ayah nanti sampai rumah simak hafalan Ari ya". minta sang putra
"tentu". jawab sang ayah
"ayah tau tadi di sekolah guru memberikan tugas membuat narasi tentang ibu". beritahu Aru kepada sang ayah
"emang ibu Ari seperti apa yah". tanya anak berumur tujuh tahun itu
"nanti ayah ceritakan sampai rumah". jawab sang ayah
beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah mereka
"assalamualaikum ustadz". sapa seorang perempuan
"waalaikumussalam". jawab Ilham
"assalamualaikum Ari". sapa perempuan itu tapi anak tujuh tahun itu langsung masuk ke dalam rumah
"ada keperluan apa datang kemari". tanya Ilham dengan dingin
"hanya ingin menyampaikan pesan dari Abah, ustad disuruh datang ke rumah besok malam". beritahu gadis itu
"katanya pada Abah besok saya akan datang". jawab ustadz Ilham membuat gadis itu tersenyum puas
"ustadz bolehkah saya masuk". tanya gadis itu
"Ning seharusnya tau hukum berduaan dengan lawan jenis". tanya ustadz Ilham dan masuk meninggalkan Ning Aida sendirian di depan rumah
"lihat saja, pasti ustadz Ilham akan menikah denganku, aku yakin besok ustad tidak bisa menolak permintaan Abah". monolog Ning Aida dan meninggalkan rumah ustad Ilham.
Ilham yang sudah masuk ke dalam rumah langsung duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya, saat memejamkan matanya ustadz Ilham melihat wajah Sintia.
"astagfirullah apa yang aku bayangkan". ustadz Ilham beristighfar.
sudah satu minggu ini ustad Ilham selalu memimpikan Sintia bahkan saat berdo'a wajah Sintia selalu menghiasi pikirannya ustadz Ilham sehingga tanpa sadar ustadz Ilham mendo'akan Sintia
"ada apa sebenernya ya Allah, petunjuk apa yang engkau berikan dengan mendatangkan mimpi yang sama dan wanita yang sama". monolog Ilham dengan mengelus dadanya
"ayah". panggil Ari sambil membawakan buku dan duduk dipangkuan ayahnya
"ayah ayo ceritakan tentang ibu". tanya Ari
__ADS_1
lalu ustad Ilham menceritakan tentang almarhum istrinya tanpa ditutupi satupun. ustadz Ilham menceritakan bahwa ibunya Ari adalah perempuan yang paling sempurna bahkan ibu yang baik dan merawat Ari dengan telaten tanpa mengeluh sedikitpun tidak hanya sebagai ibu yang baik tapi juga sebagai istrinya yang Sholeh, tiga puluh menit Ilham menceritakan mendiang istrinya dan Ari mendengarkan dengan baik dan mencatatnya. kania istrinya meninggal saat umur Ari tiga tahun karena menderita penyakit jantung.
"ayah besok datang kemakam ibu". ajak Ari
"iya, sekarang sudah malam Aru harus tidur". setelah itu Ari kembali kekamarnya dan Ilham memasuki kamarnya lalu mengambil foto pernikahannya
"Kania maafkan mas sudah satu minggu ini mas selaku memimpikan wanita lain, mas tidak tau kenapa dia selalu hadir di dalam mimpi mas". monolog Ilham sambil mengusap foto istrinya
"Kania Ari sudah tumbuh menjadi anak Sholeh, seperti keinginanmu dia mulai belajar menghafal Al-Qur'an".
setelah mengatakan itu Ilham meletakkan kembali foto pernikahannya di nakas dan ke kamar mandi dan mengambil air wudhu sebelum tidur.
💙💙💙💙💙
sedangkan di apartemen Sintia sedang melamun memikirkan pertemuan dengan Ilham di mall tadi
"kenapa harus bertemu mas Ilham lagi, pasti dia jijik melihatku yang sekarang". monolog Sintia
"mas Ilham berhasil mendidik anaknya dengan baik, Ari nama yang bagus" Sintia tersenyum saat anak tubuh tahun itu meminta maaf kepadanya, jarang di zaman sekarang anak anak memiliki sikap seperti itu
"siapapun kamu orang yang sangat beruntung bisa menikah dengan mas Ilham".
tiba tiba Sintia memikirkan sesuatu yang telah menganggunya selama seminggu ini, Sintia selalu bermimpi di datangi seorang wanita yang selalu mengatakan untuk merawat dan mendidik anaknya dan menanami suaminya.
drt
drt
drt
tertera nama tuan Bagaskara, Sintia langsung mengangkat panggilan itu
"hallo om". jawab Sintia dengan malas
"Om akan ke apartemen mu". Bagaskara berbicara lewat sambungan telepon
"besok saja ya om, malam ini Sintia ingin beristirahat". mohon Sintia
"baiklah, jaga kesehatan".
"iya om"
setelah sambungan terputus Sintia melemparkan ponselnya di ranjang dan masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, setelah selesai Sintia bercermin saat itu dia melihat tanda yang di tinggalkan Bagaskara padannya
__ADS_1
"issh ini saja belum hilang sudah ingin bermain lagi". Sintia berbicara dengan menyebikan bibirnya
saat Laura membuka lemari sebuah hijab jatuh ke lantai dan Sintia segera menyambar hijab itu, saat memang hijab itu tangan Laura bergetar dan air matanya jatuh ke pipinya dengan sendirinya tanpa di minta
"sudah sejauh apa dosa yang aku buat sehingga tidak ada benda ini di lemariku dan hanya ada satu ini saja". monolog Sintia dan segera mengembalikan hijab itu ke lemari dan mengambil piayama tidurnya.
Sintia langsung merbahkan dirinya di ranjang dan langsung tertidur karena merasa lelah, entah lelah hati atau pikiran.
💙💙💙💙
Alex terbangun di tengah malam karena merasa lapar dan segera turun, saat sampai di dapur Alex melihat Mex yang sedang menikmati minumannya
"apa yang kamu lakukan Mex". tanya Alex
"seperti yang kakak lihat, tumben kakak turun malam malam seperti ini". tanya balik Mex
"kakak lapar ingin makan mie instan, kamu mau"
"kakak ngidam ya, mau kak".
Alex langsung membuat dua bungkus mie instan dan diberi potongan cabainya,lima menit mie tersebut siap di santap. Alex dan Mex menikmati makan mie tersebut, Alex yang masih kurang merebut mie milik Mex sedangkan Mex yang melihat Alex memakan mie instan lebih dari satu merasa heran pasalnya Alex tidak suka memakan mie instan
"bagus keponakan om, kerjai saja ayahmu ini, dia pernah membuat mamamu bersedih bahkan sampai menghilangkan satu bulan" monolog Mex dalam hati dengan senang karena semenjak Laura hamil, semua yang merasakan adalah Alex
"kenapa kamu tersenyum seperti itu". tanya Alex
"tidak ada apa apa". Jawab Mex
"bagaimana dengan Merlin"
lalu Mex menceritakan bahwa Merlin dibawah oleh temannya untuk membalas dendam atas kematian adiknya karena ulah Merlin yang menyuruh preman memperkosa adiknya, dan anak yang digugurkan Merlin bukan anak Mex ternyata anak dari salah satu anggota Start Black sendiri. ya walaupun Mex yang mengambil kehormatan Merlin tapi nyata Merlin memiliki hubungan dengan pria lain.
"sekarang tinggal membalas Gunawan".
"kapan kakak akan membalasnya". tanya Mex
"aku akan memastikan jika Gunawan tidak bisa menyakiti Lauraku baru kita melakukan penyerangan dan pastikan anggota Start Black terpecah belah sehingga kita mudah melawannya". Alex berbicara dengan pelan karena setiap tembok pasti punya telinga
"kakak benar lagian kita sudah tau siapa penghianatnya.
💙💙💙💙💙💙
aku ada rencana mau buat cerita tentang Sintia di judul lain biar di cerita ini fokus ke balas dendam Alex. disini hanya sedikit gambaran saja tentang Sintia dan Ilham
__ADS_1