
flashback on
saat umur Anissa tiga tahun Delon yang tau sahabatnya Amar berada di Indonesia berniat akan menemuinya. Delon sedang bersiap siap untuk berangkat tetapi Lisa tidak bisa ikut karena mama Ayu sedang sakit, sebenarnya mama Ayu sudah menyuruh Lisa untuk ikut hanya saja Lisa tidak mau meninggalkan ibu mertuanya itu.
"mas bawa Anissa ya". tanya Delon
"iya mas". jawab Lisa yang berjalan membawa bubur
setelah berpamitan pada istrinya dan juga mamanya Delon langsung berangkat ke tempat janjian Delon dan Amar. saat sudah sampai di restoran Delon menggodanya Anissa yang masih berumur tiga tahun. Delon tersenyum saat melihat sahabatnya bersama putranya yang berumur tujuh tahun.
"maaf telat amar". ucap Delon
"tidak apa apa, lagian Masi ada waktu sebelum aku dan putraku kembali ke luar negeri". jawab Amar
"kenapa cepat sekali". tanya Delon
"Yusuf harus kembali ke sekolah lagain dia sudah izin selama lima hari, aku sudah memintanya agar tidak ikut tetapi dia kekeh ingin ikut". jawab Amar
"Hay boy kenapa ingin ikut papa , bukannya Yusuf harus sekolah". tanya Amar
"aku ingin lihat adik Anissa secara langsung , waktu itu aku tidak sengaja lihat fotonya di hp papa". jawab Yusuf
"hanya gara gara itu". ucap Delon dan Yusuf kecil menganggukan kepalanya dan terus menatap Anissa yang di gendongan Delon
"adik Anissa cantik om, apa boleh aku menciumnya". tanya Yusuf
"boleh". jawab Delon
Yusuf kecil langsung turun dari bangkunya dan mengahampiri Anissa lalu mencium pipinya satu kali tetapi Yusuf belum puas dan menciumnya berulang kali hingga membuat Anissa menangis
__ADS_1
"om kenapa adik Anissa menagis". tanya Yusuf
" cup cup cup jangan nangis dong masak di cium kakak Yusuf yang ganteng nangis". ucap Yusuf yang membuat Delon dan Amar tertawa
"putri ayah kenapa nangis hmm, kakak Yusuf hanya ingin mencium Anissa saja". ucap Delon tetapi Anissa tetapi menagis sambil mengusap pipinya yang terkena ciuman Yusuf
"sepertinya Putrimu tidak mau di cium Yusuf, lihat dia mengusap usap pipinya". ucap Amar
Delon mengambil tissue dan mengusapkan ke pipi Anissa dan itu berhasil membuat Anissa diam sedangkan Yusuf cemburut saat bekas ciumannya di hapus. Amar menahan putranya yang ingin mencium Anissa lagi
"Yusuf adiknya tidak mau di cium jadi jangan di cium ya". larang Amar
"papa Yusuf hanya menciumnya saja kenapa menangis". jawab Yusuf dan cemberut
"hmm adik Anissa kenapa sombong sekali, awas ya nanti kalau udah gede adik Anissa hanya untuk Yusuf". ucap Yusuf
"biarkan saja hanya celotehan anak anak saja". jawab Amar
"om pokonya nanti kalau adik Anissa udah besar buat Yusuf ya". minta Yusuf
"jika Anissanya mau tidak apa apa". jawab Delon
"pokonya harus mau ya adik adik Anissa". ucap Yusuf lalu mencium pipi Anissa lagi yang langsung membuat Anissa menangis sedangkan Yusuf yang melihat itu cemberut
setelah mendengar ucapan Yusuf mereka makan makanan yang sudah tersaji di meja mereka. saat sedang makan Yusuf bahkan mengatakan dia ingin sekolah di Indonesia saja agar bisa dekat dengan Anissa tetapi Amar menjawab jika Yusuf sekolah di Indonesia dia akan tinggal dengan siapa dan dengan mudahnya Yusuf menjawab tinggal di rumah Anissa agar bisa dekat terus.
bahkan Yusuf kecil juga mengatakan jika dia tidak bisa sekolah di Indonesia dan tidak bisa berdekatan dengan Anissa maka Yusuf mengatakan pada ayahnya untuk membawa Anissa sehingga Amar menjawab nanti kalau sudah dewasa dan menikah baru boleh membawa Anissa pulang, Amar menjawab seperti itu karena sudah pusing dengan perkataan Yusuf.
"om jaga adik Anissa ya". ucap Yusuf kecil
__ADS_1
"tanpa Yusuf minta om pasti menjaga Putri om". Jawab Delon sambil tersenyum
"om aku mau foto dengan adik Anissa, ayo om letakan adik Anissa di pangkuan Yusuf". ucap Yusuf
Delon meletakan Anissa di pangkuan Yusuf dan Yusuf langsung memeluk Anissa tetapi Anissa terus menggeliat karena tidak nyaman
"ayo papa cepat foto". perintah Yusuf dan Amar langsung memotretnya
Delon langsung mengambil Anissa yang terus bergerak dan takut jatuh. setelah cukup lama akhirnya mereka berpisah karena sore nanti Amar dan putranya harus ke bandara untuk kembali ke luar negeri.
sejak pertemuan itu Yusuf sering melakukan panggilan video call pada Delon untuk melihat Anissa kecil bahkan Yusuf meminta dikirimi foto Anisa satu minggu sekali dan Delonpun mengirimkan pada Yusuf. hingga saat Anissa masuk sekolah SMP tepatnya kelas satu SMP Lisa sangat marah saat tau Delon mengirimkan foto foto Anissa pada anak temannya itu, kemarahan Lisa membuat Delon tidak lagi mengirimkan foto Anissa.
saat Delon sudah tidak mengirimkan foto Anissa ataupun mengangkat panggilan Yusuf Amar menelponnya dan mengatakan jika Yusuf tidak mau sekolah sebelum melakukan panggilan video dan di kirimi foto Anisa lalu Delon mengatakan sudah tidak bisa mengirimkan foto Anissa ataupun melakukan panggilan video. ya selama ini Yusuf sering melakukan panggilan video tetapi Anissa yang duduk di bangku SD tidak mau berbicara padanya dan hanya berujung berbicara pada ayahnya hingga akhirnya Yusuf melakukan panggilan video untuk melihat Anissa saja dan itupun Delon harus mengunakan kamera belakang jika tau Anissa maka Anissa akan marah pada ayahnya itu.
saat itu Amar yang tidak punya pilihan lain mengatakan pada Yusuf bahwa Anissa akan menjadi miliknya dan tidak ada satupun pria yang bisa memilikinya jika Yusuf rajin ke sekolah dan bisa sukses jika Yusuf tidak mau sekolah maka Anissa akan menjadi milik orang lain. perkataan Amar sukses membawa Yusuf rajin sekolah dan belajar. hingga Yusuf bisa mengajukan kerjasama dengan perusahaan ayah Annisa dan perusahaan Alex.
satu tahun kerjasama dengan dua perusahaan itu Yusuf mendesak papanya untuk pindah ke Indonesia dan akhirnya Amar menyetujui dan di hari itu pertama kalinya Yusuf bertemu Anissa yang sudah dewasa dan saat tau Anissa kuliah di mana Yusuf memutuskan untuk menjadi dosen di kampus Anissa belajar agar bisa berdekatan dengan Anissa.
flashback off
Amar yang berada di kamarnya memijat dahinya yang memikirkan putranya.
"bagaimana jika Yusuf tidak menikah dengan Anissa, semoga saja Yusuf tidak berbuat yang buruk pada Anissa hanya untuk mendapatkannya". ucap Amar yang resah
"semoga saja kamu tidak terobsesi pada Anissa Yusuf, ayah harap jika Anissa tidak bisa menjadi istrimu kamu bisa berlapang dada, tapi papa takut saat melihat mu marah tadi saat tau Anissa dekat dengan pria lain, papa takut kamu nekat". ucap Amar sambil mengusap foto almarhum istrinya.
💙💙💙
hehehe maaf baru kembali update lagi, tapi mulai hari ini di usahakan update setiap hari lagi
__ADS_1