
Marko menarik Ana setelah kepergian ayah dan paman, Marko membawa Ana ke rooftop , Ana berjalan sambil tertatih tatih.
"kenapa bisa tertembak kak". tanya Marko
"ketua Lion King sangat mahir Marko benar desas desus selama ini jika Lion King tidak mudah di kalahkan". jawab Ana
"tapi jika memang sulit untuk di kalahkan kenapa tadi kita sangat mudah mengambil balik senjata yang mereka curi". tanya Marko sambil melihat ke bawah
"itu aku tidak tau tapi saat penyerangan tadi aku melihat bahwa mereka tidak benar benar melawan kita". jawab Ana
setelah mereka lama mengobrol akhirnya Ana memutuskan untuk pulang sebelum ayahnya sampai di rumah duluan. setelah kepergian Ana Marko menyusul ayah dan pamannya
sedangkan di markas Lion King seorang pria bertopeng memandang wajah seseorang.
"setelah lama aku mencarimu akhirnya aku menemukanmu". monolog pria itu sambil memandang foto yang terbingkai sangat besar
"sudah menemukannya". tanya seorang wanita paruh baya
"sudah ma". tanya pria
"kapan akan melancarkan rencana itu". tanya wanita itu sambil menatap wajah seseorang yang berada di dalam bingkai itu
"sebentar lagi dan aku harus menyusun rencana sangat matang agar rencana itu berhasil dan tidak menimbulkan kecurigaan". wanita itu tersenyum saat melihat jawaban yang di berikan pria bertopeng itu.
"mama tenang saja, kita pasti akan berhasil".
"kau memang putraku, aku sudah menunggu selama dua puluh tahun untuk menjalankan rencana ini". wanita itu terseyum puas dan melempar sebuah pisau yang tepat mengenai foto itu.
Ana yang sudah sampai di rumah langsung masuk ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya lalu mengistirahatkan tubuhnya ke ranjang. Ana membuka matanya saat mendengar suara mobil ayahnya yang memasuki rumah.
"untuk sudah sampai rumah". monolog Ana
Ana langsung menutup matanya kemudian membalikkan wajanya ke arah jendelanya saat terdengar langkah kaki dan pintu kamarnya terbuka, Alex melihat punggung Ana lalu berjalan untuk melihat wajah putrinya. Alex terseyum saat melihat wajah putrinya yang tertidur dengan damai kemudian Alex membenarkan selimut yang di gunakan Ana dan mencium keningnya.
"mungkin benar kata mamau kamu dan Leonar orang berbeda hanya perasaan ayah saja". monolog Alex kemudian meninggalkan kamar putrinya.
Ana membuka matanya saat ayahnya sudah keluar dari kamarnya, Ana mengusap dadanya dan menghembuskan nafasnya secara kasar. Alex yang sudah berada di kamarnya langsung menghampiri Laura yang tertidur dengan tenang kemudian mencium kening sang pujaan hatinya, Laura yang terganggu tidurnya secara perlahan membuka matanya dan tersenyum melihat suaminya.
__ADS_1
"maaf baby menganggu tidurmu" Alex berbicara sambil mengelus pipi Laura dan Laura memegang tangan Alex yang berada di pipinya kemudian menciumnya.
"kamu baik baik sajakan". tanya Laura kemudian duduk menghadap sang suami
"aku baik baik saja baby, aku sudah berjanji akan pulang tanpa ada luka". jawab Alex
Laura mencium Alex dan Alex menyambut ciuman Laura dengan senang hati.
"aku menginginkan mu tuan mafia". bisik Laura di telinga Alex dengan sensual dan itu langsung membuat rasa capek Alex menghilang.
Alex langsung melancarkan aksinya dan sangat terkejut karena malam ini Laura begitu agresi dan memimpin permainan mereka, selama dua puluh tahun hidup bersama Laura baru pertama kali ini Laura begitu agresif dan mau memimpin permainan mereka. setelah lama bermain akhirnya kegiatan mereka telah usai, Alex langsung mencium kening Laura.
"baby terima kasih". ucap Alex
"kenapa malam ini kamu begitu agresif baby dan aku sangat menyukai permainan mu baby". sambung Alex
"aku hanya ingin menyenangkan tuan mafia kesayangan ku ini". jawab Laura sambil mengatur nafasnya
Alex mengendong Laura ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena sudah memasuki pagi hari, Laura mengalungkan tangannya di leher sang suami. bagi Alex Laura tetap cantik dan segar walaupun usianya tidak muda lagi. setelah selesai mandi Laura turun kebawah untuk menyiapkan makanan untuk sarapan sedangkan Alex mengistirahatkan tubuhnya sebentar.
"pagi ma". sapa Ana
"pagi sayang ". jawab Ana sambil memotong wortel
"ma Ana bantu".
"cuci sayuran itu sayang kemudian goreng ikan itu". perintah Laura
"siap komandan". jawab Ana
Ana mengikuti intruksi yang mamanya berikan karena selama ini Ana tidak bisa memasak jadi pagi ini Ana meminta mamanya untuk mengajarinya memasak dan sekaligus membantu mamanya. Ana terseyum saat melihat satu makanan yang dia buat sudah jadi. Ana meletakan makanan itu di meja makan Laura memerhatikan Ana yang berjalan dengan tertatih tatih
"Ana ada apa dengan kakimu". tanya Laura dan Ana langsung menghentikan jalanya dan berbalik ke arah sang mama
"tadi jatuh di kamar mandi ma". jawab Ana sambil memegang tengkuknya
"lain kali hati hati sayang jangan sampai membahayakan dirimu". nasehat Laura
__ADS_1
"iya ma" jawab Ana
setelah semua hidangan siap Laura menyuruh Ana untuk duduk agar kakinya tidak semakin sakit, Laura berjalan ke kamarnya untuk membangunkan suaminya. Ana melihat Andra dan Arden berjalan menuju ke ruang makan
"An mama sama ayah belum turun". tanya Andra
"belum mama sedang memanggil ayah". jawab Ana
mereka bertiga menoleh secara bersamaan saat mendengar suara mama dan ayahnya yang sedang bersendau gurau bahkan Alex tidak segan segan menunjukkan sikap romantis walaupun Ana menolak karena malu di depan anak anaknya. Arden yang melihat itu memutar bola matanya dengan malas
"pagi pagi sudah mengumbar kemesraan saja dasar buaya darat". umpat Arden dan Alex yang mendengar itu langsung menjitak putranya itu
"ini pagi waktu sarapan" Sahut Laura saat melihat Arden akan membalas Alex ,jika dia biarkan yang pasti pagi itu akan ada pertunjukan sebelum sarapan.
Laura mengambilkan makan untuk suaminya
"dasar manja sudah tua juga masih minta di ambilin". ejek Arden sambil mengambil ikan goreng Laura langsung memegang pundak Alex dan mengelengkan kepalanya agar tidak membalas ucapan Arden.
"Arden makan makanan dengan tenang". perintah Laura
"ayah coba cicipi sup bikinan Ana". Ana mengambil sup dan meletakan di mangkuk sup dan di berikan kepada ayahnya
"ini masakan putri ayah". tanya Alex dan Ana menganggukan kepalanya
"wah enak sekali sayang". puji Alex dan Ana tersenyum saat melihat ayahnya memuji makanannya
"terima kasih ayah". ucap Ana
keluarga itu menikmati makanannya dengan tenang. Alex dan Arden saling melirik dan mengumpat masing masing. Laura yang melihat itu memijat jidatnya.
"ini meja makan jangan ada yang saling mengumpat dalam hati di depan makanan". cerocos Laura
Alex dan Arden langsung memutuskan kontak matanya. setelah selesai makan Andra izin keluar dan begitu juga Arden. sedangkan Ana membantu mamanya membereskan meja makan
"ada apa dengan kaki mu". tanya Alex
deg
__ADS_1