
Alex langsung mencium bibir Laura dan secara perlahan Alex merebahkan Laura sehingga Laura berada di bawahnya. tangan Alex menyusuri setiap izin tubuh Laura
"umhh". erang Laura yang mulai terbuai dengan sentuhan sentuhan yang Alex berikan.
Alex melepas tali baju Laura, lalu menurunkan baju itu berada di perut Laura, dan Alex juga membuka pelindung Tina dan Tini . Alex meremas si Tina dan Tini secara bergantian, Laura hanya bisa menerima sentuhan yang Alex berikan.
"ummh Lex". erang Laura yang mencapai pelepasannya.
Alex menanggalkan pakaian, Laura menelan salivanya saat melihat ular Alex , Laura masih terbayang rasa sakit saat malam itu ular Alex masuk ek sarang, Laura langsung mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya.
"baby kenapa di tutup". tanya Alex
"aku tidak mau, pasti akan sakit seperti malam itu". jawab Laura dan Alex merasa bersalah
"maaf baby, aku pastikan kali ini tidak akan sakit". bujuk Alex
Alex mencium Laura kembali untuk mengalihkan rasa trauma pada malam itu, secara perlahan Alex menarik selimut yang Laura pegang. saat melihat Laura yang mulai terbuai Alex mengarah ularnya ke sarangnya. pelan tapi pasti ular itu masuk ke sarangnya.
"umhh". erang Laura dan mencengkram punggung Alex
Alex mendiamkan ularnya agar sarang Laura beradaptasi, alex memainkan Tina Tini , beberapa menit Laura menggerakkan pinggulnya, dan saat itu Alex dan Laura saling memberikan kenikmatan. setelah lama bermain akhirnya kedua menyelesaikan permainan mereka. Alex merbahkan tubuhnya di samping Laura, Alex melihat wajah Laura yang begitu lelah tapi terlihat menggoda.
"terima kasih baby". Alex mencium kening Laura
Laura yang sudah lelah menutup matanya dan tertidur, Alex menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Alex memainkan rambut Laura, memilinya lalu melepaskan.
"baby kamu begitu kelelahan ya sampai tidak terganggu tidurmu" monolog Alex
"lihatlah nak mamamu begitu lelap, apa kalian senang saat ayah menjenguk Kalian" Alex mengusap perut Laura.
Laura mengerjapkan matanya dan melihat ke sekeliling, Laura yang menyadari bahwa tadi dia barusan bercinta dengan Alex membuat tersenyum dan muncul semburat merah di pipinya. Laura mengeratkan selimut dan bersandar di ranjang.
"dimana Alex".
ceklek Alex masuk ke kamar dengan membawa nampan yang berisi makanan, Alex terseyum kepada Laura dan Laura membalas senyum Alex
"baby makan dulu, agar energimu kembali lagi". perintah Alex dan menyuapi Laura dengan telaten, satu piring Laura habiskan sendiri.
__ADS_1
"kamu curang". ceplos Laura
"curang Kenapa". tanya Alex
"kamu sudah rapi dan membersihkan diri sedang aku masih seperti ini".
"Gendong aku, aku mau ke kamar mandi". Laura mode manja
Alex menarik selimut Laura sehingga tubuh polos Laura terekspos dan Alex langsung mengangkat tubuh Laura untuk di bawa ke kamar mandi
"tidak perlu di tutupi baby".
"itu mau mu".
"lagian aku sudah melihatnya bahkan merasakannya". Alex berbicara dengan sensual di telinga Laura.
setelah sampai di kamar mandi Alex menurunkan Laura di bathup, Laura merasa segar saat bersentuhan dengan air, badannya terasa rilex.
💙💙💙💙
kini keduanya siap kembali ke rumah mereka, di perjalanan Alex menggenggam tangan Laura dan menciumnya. satu jam perjalanan akhirnya Alex dan Laura sudah berada di kamar mereka.
"Jhon apa yang kamu lakukan di depan kamarku". tanya Alex
"tadi saya ingin memanggil tuan , karena dari tadi pagi tuan dan nyonya tidak turun untuk sarapan dan melewatkan makan siang juga". jawan Jhon
"dimana ayah". tanya Alex
"di taman belakang tuan".
Alex berjalan menuju ke taman belakang yang di ikuti Jhon dari belakang, saat sampai di taman Alex langsung duduk di samping ayahnya, mereka menikmati udara sore itu. Bagaskara menceritakan kebiasaannya bersama Mahendra ayah Alex , dulu mereka sering duduk bersama dan menceritakan kegiatan mereka masing-masing, Alex mendengarkan dengan baik saat Bagaskara menceritakan tentang kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Laura.
"ayah baik baik saja". tanya Alex
"ayah baik baik saja Lex hanya sedikit rindu dengan ayahmu, andai ayahmu masih hidup pasti akan bangga melihatmu". Bagaskara menjawab dengan menatap alex dan mengeluarkan sebuah kotak dan memberikan kepada Alex
"itu kalung turun temurun untuk keturunan D'devil, saat kamu yang menyimpan dan berikan untuk penerus Lex" Alex hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
__ADS_1
setelah itu Bagaskara mengeluarkan pistolnya untuk menembak botol yang sudah tersusun rapih, bukan tanpa alasan Bagaskara menembak, semua itu dia lakukan untuk meluapkan emosinya karena Sintia meminta untuk mengakhiri hubungan mereka, Sintia mengatakan kepadanya bahwa dia sudah melakukan dosa terlalu banyak dan ingin kembali seperti dulu. dua Minggu setelah Sintia mengatakan itu Bagaskara mengetahui bahwa Sintia telah menikah dan pernikahan Sintia yang membuat Bagaskara marah. Bagaskara merasa di hianati untuk kedua kalinya.
dor
dor
dor
dor
dor
dor
enam botol Bagaskara tembak tanpa ada yang melesat satupun sedangkan Alex yang melihat ada kemarahan di mata ayahnya hanya diam saja.
"Jhon apa yang membuat ayah marah". tanya Alex
"nona Sintia tuan". jawab Jhon
"Sintia".
"iya tuan, dua Minggu yang lalu nona Sintia meminta mengakhiri semuanya, nona Sintia tidak ingin menjadi penghangat ranjang tuan besar, dan tadi pagi tuan besar mengetahui bahwa nona Sintia telah menikah dan itu membuat tuan besar marah". Jhon menjelaskan apa yang di ketahui
"Sintia berhak bahagia ayah, tidak selamanya dia hanya menjadi pemuas nafsu" monolog Alex dalam hati dan meninggalkan ayahnya.
saat sampai dapur Alex membuat susu untuk Laura, semua yang Laura makan Alex sendiri yang menyiapkan, ini Alex lakukan untuk menjaga harta yang paling berharga yaitu Laura dan anak anaknya. setelah itu Alex membawanya ke kamar dan memberikan kepada Laura. Laura langsung menghabiskan susu itu.
"baby setiap orang yang memiliki masa lalu buruk , apakah mereka akan mendapatkan kebahagiaan". tanya Alex
"setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki dirinya dan mendapatkan kebahagiaan". jawab Laura
sedangkan di kamarnya Bagaskara berusaha menghubungi Sintia tetapi tidak tersambung.
"arghh Beran berani anak ingusan itu meninggalkanku dan memilih menikah dengan pria yang bekerja sebagai guru ngaji, apa semua fasilitas yang aku berikan kurang". geram Bagaskara.
"aku bisa dapatkan gadis yang jauh lebih cantik dan sexy seperti dia".
__ADS_1
lalu Bagaskara menghubungi madam Ela untuk mencarikan perempuan untuk di jadikan penghangat ranjang saat dia butuh dan permintnan Bagaskara membuat madam Ela bingung karena yang dia minta harus seperti Sintia, dan dimana madam Ela mendapatkan gadis seperti yang Bagaskara mau. setelah menghubungi madam Ela Bagaskara memilih membersihkan dirinya.