
sedangkan di tempat lain di sebuah kamar terlihat seseorang yang sangat kacau, sudah satu bulan lamanya dia mengurung diri di dalam kamar dan menatap foto seseorang yang sangat dia rindukan.
"sayang kamu dimana". tanya pria itu
"aku merindukanmu, maafkan aku yang lebih percaya dengan orang lain ". pria itu mengusap foto tersebut
"seharusnya waktu itu aku langsung menikahimu pasti sekarang kita hidup bahagia bersama anak anak kita sayang" racau pria itu dan meminum minuman
"kenapa takdir kita seperti ini sayang"
pyar
pria itu melempar botol minuman tersebut untuk meluapkan emosi.
ceklek pintu terbuka menampilkan seorang wanita membawa makanan untuk pria itu, wanita itu sungguh sakit melihat keadaan pria itu. lalu wanita itu berjalan mendekati pria itu dan menaruh nampan makanan di lantai kamar.
"mas sampai kapan, mas seperti ini". tanya wanita itu
"aku hanya ingin Lauraku kembali, aku hanya ingin dia kembali, kenapa takdir seperti ini" Delon berbicara dengan sendu sedangkan wanita itu yang mendengar suaminya menyebutkan nama wanita lain membuatnya terluka
"hentikan minum minumanya mas, jika mas seperti ini terus bagaimana mas mencari Laura, Laura juga tidak akan senang saat tau mas minum minuman". Lisa mencoba memberi pengertian kepada Delon yang status telah menjadi suaminya
"ya dia perempuan yang sangat sempurna, dia tidak suka laki laki yang minum minuman". puji Delon dan hal itu membuat Lisa semakin sakit hati
"iya makanya mas jangan seperti ini, Delon yang Lisa kenal tidak seperti ini mas, ayo bangkit dari keterpurukan nanti Lisa bantu dan temani cari Laura, kita cari bersama ya". Lisa berkata seperti itu dengan menangkup wajah Delon , saat mengatakan itu hati merasa sakit tentu saja.
setelah dia menikah dengan Delon, Lisa tidak pernah di anggap sebagai istrinya karena Delon selalu mengatakan hanya Laura yang pantas menjadi istrinya, hingga Lisa mengatakan kepada Delon untuk menganggapnya sebagai teman , setelah Lisa mengatakan itu Delon baru mau berbicara dengannya
"sekarang makan dulu ya". perintah Lisa dan di anggukan oleh Delon.
dengan telaten Lisa menyuapi Delon yang sedang mengusap foto Laura, dapat Lisa lihat dari mata Delon yang memancarkan sebuah kerinduan
__ADS_1
"kapan mas kamu menatapku seperti itu, apakah nanti kamu bisa menerimaku sebagai istrimu atau hanya kamu anggap sebagai temanmu selamanya mas" monolog Lisa di dalam hati dengan menyuapi Delon.
setelah selesai memakan makanannya, Delon merbahkan kepalanya di pangkuan Lisa. Lisa mengelus elus kepala Delon untuk memberikan ketenangan.
"kamu tau Lauraku adalah perempuan yang paling cantik dan baik yang pernah aku kenal". Lisa hanya mendengarkan Alex yang berbicara
"jika mas ingin bertemu Laura , jangan terlalu larut dalam kesedihan, ayo bangkit dari kesedihan ini Delon, nanti kita cari Laura bersama sama ya" Lisa berbicara dengan menatap mata Delon dan Delon juga menatapnya
"kamu mau membantuku". Lisa menganggukkan kepalanya
"kamu teman yang terbaik yang aku punya Lis, jangan pernah tinggalkan aku". Delon berbicara dengan sedih
"aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi mas kecuali kematian yang memisahkan kita". jawab Lisa
Delon memeluk foto Laura dan Lisa masih dengan kegiatan mengelus elus kepala Delon, lama kelamaan Delon menutup matanya dan terdengar dengkuran halus, saat Delon sudah tertidur Lisa mengambil foto Laura secara perlahan dan meletakkan di meja. air mata Lisa membahasi pipinya, Lisa sudah tidak bisa membendung air matanya.
setiap hari Lisa mendengar Delon memuji Laura dan Delon selalu mengatakan hanya Laura yang pantas menjadi istrinya, sungguh sangat sakit saat mendengar Delon memuji perempuan lain. tapi Lisa sadar bahwa Delon tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Lisa sendiri sudah mati matian agar rasa cintanya terhadap Delon tidak tumbuh tapi semakin Lisa ingin mengubur rasa cinta itu semakin besar.
"hiks hiks". isakan tangis Lisa lolos
Lisa yang kelelahan menangis dan menahan rasa sakit tertidur dengan Delon yang masih berada di dalam pangkuannya. sedangkan di balik pintu ada sepasang suami istri yang melihat interaksi mereka dari tadi, air mata jatuh dari pipi wanita separuh baya
"pa sampai kapan Delon seperti itu". tanya mama Delon
"papa juga tidak tau ma". jawab papa Delon
"mama hanya kasihan dengan Lisa pa, Delon tidak pernah menggarap sebagai istrinya"
"kiat berdo'a saja semoga Delon bisa menerima Lisa dan melupakan Laura"
mama Delon merasa sedih dengan apa yang di rasakan Lisa apalagi wanita itu hanya minta diletakan disisi hati Delon. pasang suami istri itu meninggalkan kamar Delon dan masuk ke kamar mereka.
__ADS_1
"pa mama merasa bersalah kepada Lisa".
"seharusnya mama tidak memaksa Delon untuk menikah dengan Lisa".
"mama jangan bersedih". papa Delon menenangkan istrinya
"bagaimana mau tenang secara tidak langsung mamalah yang telah membuat Lisa sedih pa". papa Delon hanya bisa mengelus punggung istrinya.
mama Delon mengeluarkan keluh kesahnya kepada sang suami dengan harapan bisa merasa lebih ringan dengan beban yang dia rasakan, bukan tanpa alasan dia menikahkan Delon dengan Lisa, dia punya harapan agar Delon bisa melupakan Laura tapi kenyataannya malah membuat seseorang merasakan sakit.
💙💙💙💙💙💙
Mex memasuki kamar seseorang untuk mencari cairan itu, Mex mencari keseluruhan ruangan itu dengan membuka semua laci dan tempat tempat yang ada di kamar itu, tetapi Mex tidak menemukan apapun.
"sial dimana dia meletakkan cairan itu". umpat Alex.
Sehingga Mex melihat baju yang tergantung dan dia menghampiri baju di itu lalu memeriksa saku bajunya, Mex menemukan sebuah botol kecil dan tanpa pikir panjang Mex langsung menukar botol itu.
"pasti ini obatnya"
ceklek suara pintu di buka dan Mex langsung melompat keluar lewat jendela, pria itu langsung mendekati bajunya dan mengambil cairan itu, setelah mengambil cairan itu dia menghampiri seorang pelayan
"bik"panggil pria itu
"iya". jawab pelayanan itu
"bik berikan ini sedikit demi sedikit di minuman nyonya ya" perintah pria di dan pelayan itu mengambil botol itu
"ini apa". tanya pelayan tersebut
"ini hanya vitamin untuk nyonya, bik jangan ada satupun yang tau saat bibi menaruh obat ini di minuman nyonya, karena ini perintah tuan Alex agar nyonya mau meminum vitaminnya". perintah pria
__ADS_1
setelah mengatakan itu pria tersebut meninggal pelayanan itu, sedangkan Mex yang bersembunyi di balik dinding mengepalkan tangannya
"ternyata dia pandai mengarang cerita". monolog Mex