Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Tinggal Bersama Suami


__ADS_3

setelah tiga hari menginap di hotel, Arden dan Anissa akan pulang ke rumah orang tua Arden. Alex dan Laura bukan bermaksud melarang Arden untuk membeli rumah sendiri hanya saja jika Arden membeli rumah sendiri siapa yang akan menempati rumahnya ketika mereka berdua sudah tidak ada sedangkan Andra dan Ana memiliki rumah sendiri jadi otomatis rumah itu akan menjadi milik Arden.


"sayang tidak apa apakan tinggal di rumah mama dan ayah". tanya Arden sambil melingkarkan tangannya di perut Anissa dan menghirup aroma wangi dari tubuh Anissa


"tidak apa apa dan aku malah senang karena jika kamu bekerja aku tidak sendirian di rumah ada mama sayang". jawab Anissa


awalnya sedikit aneh memanggil Arden dengan sebutan sayang tapi ketika dia tidak memanggil Arden sayang maka Arden akan menghukumnya yaitu mencium bibir yang berujung kegiatan inti


"ayo mandi bersama dan setelah itu sarapan dan kita pulang". ajak Arden dan mengendong Anissa ke menuju kamar mandi, kini Anissa sudah tidak merasa malu ataupun canggung saat mandi berdua seperti ini.


tiga hari menginap di hotel benar benar mereka gunakan untuk menghabiskan waktu bersama dan mengenal lebih jauh karakter mereka masing-masing. Anissa yang baru mengetahui bahwa Arden itu memiliki sikap manis dan sedikit manja sedangkan Arden baru tau jika Anissa memiliki sikap yang lembut dan cemburuan, sikap cemburuan Anissa baru di ketahui ketika kemarin mereka sedang makan di restoran hotel ada seorang pelayan yang sedikit genit dan mencari perhatian Arden itu sukses membuat Anissa marah ketika pelayan itu pura pura jatuh dan duduk di pangkuan Arden.


setelah selesai mandi mereka telah berpakaian lengkap, Arden membuka pintu saat pegawai hotel mengantarkan makanan mereka. Anissa menghampiri Arden yang duduk di sofa.


"makanlah". ucap Arden sambil menyerahkan piring yang berisi makanan


mereka makan dengan lahap dan di iringi dengan candaan mereka. setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit kini mereka sudah sampai dirumah dan di sambut baik oleh orang tua Arden


"mama senang akhirnya mama punya teman di rumah ini, semenjak ana menikah dan tinggal bersama suaminya mama selalu di rumah sendiri ketika mas Alex pergi bekerja". ucap Laura sambil memeluk Anissa


"aku juga senang ma bisa tinggal disini apalagi memiliki mama yang baik seperti mama". jawab Anissa


"ayo masuk". ajak Laura


"Arden tidak membuat masalah denganmu kan". tanya Laura yang takut Arden akan membuat masalah atau menyakiti Anissa karena dia tau seperti apa mereka berdua


"tidak ma". jawab Anissa


"jika dia menyakitimu bilang sama mama dan ayah agar mama hukum anak mama ini". ucap Laura sambil menarik telinga Arden


"ma lepas, mama ini suka sekali menarik telinga ku". ucap Arden


sedangkan Alex tersenyum memperhatikan mereka, Alex bahagia melihat canda tawa mereka.


"mas kenapa". tanya Laura saat melihat Alex yang meringis sambil memegangi dadanya

__ADS_1


"tidak apa apa". jawab Alex


"yakin ayah tidak apa apa". tanya Arden yang ikut khawatir saat melihat ayahnya


"mas sebaiknya kita ke rumah sakit ya, sudah dua hari ini aku sering melihat mas kesakitan seperti itu". ucap Laura yang merasa cemas


"sayang mas baik baik saja, mungkin hanya kelelahan saja". jawab Alex


"Arden bawa istrimu ke kamar dan kalian berdua beristirahatlah". perintah Alex


Arden membawa Anissa masuk ke dalam kamarnya sedangkan Alex membawa Laura masuk ke kamar mereka.


"mas ke dokter ya". ucap Laura tapi Alex malah membawa Laura ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepala istrinya


"mas baik baik saja dan jangan khawatir". ucap Alex


"pasti bohong". ucap Laura sambil menatap suaminya dan itu membuat Alex terkekeh


"lucunya istri mas kalau sedang cemberut seperti ini". ucap Alex dan mencubit pipi istrinya


walaupun tidak muda lagi Alex masih selalu bersikap romantis pada istrinya


"oke baiklah besok kita ke dokter tapi janji jangan sedih dengan hasilnya besok". ucap Alex dan itu membuat Laura takut


"nah kan pasti mas menyembunyikan sesuatu". ucap Laura dengan mata yang sudah berkaca kaca dan Alex langsung memeluk tubuh istrinya


"hey hey kenapa malah sedih, jangan sedih ya nanti keriput Lo mukanya". ejek Alex


"emang sudah keriput bahkan sudah jadi nenek". jawab Laura sambil mengerucutkan bibirnya


"tapi masih tetap cantik". puji Alex dan mencapit hidung Laura


sedangkan di tempat lain di kantor Amar Group seseorang sedang berada di resepsionis


"maaf tuan jika belum membuat janji tidak bisa bertemu dengan bos kami". ucap resepsionis

__ADS_1


"mba bilang saja ke bos mba saya ingin bertemu dengannya sekarang". ucap Raka


resepsionis itu akhirnya menelpon Yusuf dan memberitahu ada seseorang yang ingin bertemu dengan bernama Raka.


"silahkan tuan bisa menemuinya, ruangan ada di lantai sepuluh". ucap resepsionis


Raka berjalan menuju lantai sepuluh dan saat sampai di ruangan Yusuf, Raka masuk dan si sambut baik oleh Yusuf.


"silahkan duduk". ucap Yusuf


"saya tidak ingin basi basi, saya hanya ingin tau di mana anak saya". tanya Raka


"anak, anak yang mana". tanya Yusuf bukan dia tidak tau siapa yang dia maksud


"Karmila Bunga , gadis yang kamu tolong". jawab Raka


"ada di rumah saya". jawab Yusuf dengan santai


"saya sangat berterima kasih karena kamu sudah menolong Putri saya dan menutupi apa yang terjadi padanya". ucap Raka


"jadi maksud kedatangan saya, saya ingin membawa putri saya kembali". sambung Raka dan itu membuat Yusuf menatap Raka


"kenapa baru sekarang om, dulu kemana bahkan saat Bunga mengalami pemerkosaan itu om sama sekali tidak ada untuk bunga". ucap Yusuf


"ya itu kesalahan saya karena tidak percaya di putri saya". jawab Raka


"om bisa menemuinya tapi tidak bisa membawanya pulang". ucap Yusuf


"kenapa tidak bisa, saya ayahnya dan saya berhak untuk itu". ucap Raka


"itu dulu tapi sekarang aku lebih berhak terhadap Bunga karena aku suaminya". ucap Yusuf , entah kenapa saat Raka mengatakan ingin membawa Bunga pula kamu ada rasa tidak terima di hatinya


Raka yang mendengar itu terkejut saat Yusuf menikahi putrinya setalah apa yang di alami oleh putrinya.


"kenapa kamu menikah putriku padahal kamu tau apa yang terjadi pada putriku". tanya Raka

__ADS_1


"karena aku tidak ingin anaknya lahir tanpa seorang ayah". ucap Yusuf


apa yang barusan Yusuf katakan membuat Raka terkejut bahwa putrinya hamil dari kejadian itu dan dia akan punya cucu hasil pemerkosaan yang ayahnya dari cucunya tidak jelas dan itu membuat Raka takut jika Putrinya akan selalu mengingat kejadian itu karena anaknya.


__ADS_2