Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Memimpin Perusahan


__ADS_3

Alex dan Laura terkejut saat melihat Arden yang sudah berada di meja makan dengan setelan kantornya.


"tumben sudah rajin biasanya jika urusan kantor ayah harus ngomel ngomel dulu baru kamu bangun bahkan sekarang sangat rapi". goda Alex pada putranya itu dan terseyum lalu menaik turunkan alisnya.


"ayah sama mama saja yang terlambat bukan Arden yang kecepatan". elak Arden lalu mengambil sarapannya


"kita yang terlambat ya , tapi masih setengah tujuh dan biasanya putra ayah yang namanya Arden bangun jam sepuluh dan jika ada rapat jam tujuh harus di siram air". ucap Alex sambil melihat jam tangannya


"mas sudah jangan di goda terus Ardennya". ucap Laura dan meletakan roti di piring suaminya


"iya itu ma marahin saja ayah, selalu mengalahkan anaknya". ucap Arden


"sudah sudah sebaiknya kalian berdua segera selesai sarapan kalian, mama pusing mendengar perdebatan kalian sejak Arden bayi sampai sekarang masih saja sering berantem, anak dan ayah sama sama tidak mau mengalah". ucap Laura


pagi itu mereka menikmati sarapan dengan tenang. Alex dan Laura saling pandang saat melihat putranya terseyum sendiri


"proposalnya sudah kamu perbaiki Arden". tanya Alex saat sudah menyaksikan sarapannya


"sudah". jawab Arden singkat


setelah selesai Alex dan Arden berangkat ke sebuah hotel untuk melakukan meeting. saat sampai di hotel Alex dan Arden masuk ke ruangan VIP. saat itu juga Arden melihat Yusuf yang duduk bersama para pengusaha lainnya.


"jadi perusahan ayah juga bekerjasama dengan miliknya". monolog Arden dalam hati


"selamat pagi semuanya". sapa Arden


"selamat pagi tuan Arden". Jawab mereka


"untuk meeting kali ini saya sangat senang di berikan kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam meeting ini saya Arden direktur dari perusahaan D'group akan memulai jalannya meeting kali ini dan juga telah di berikan kesempatan untuk mempersentasikan Proposal dari perusahaan kami untuk kerjasama dalam pembangunan taman hiburan". ucap Arden

__ADS_1


Arden mempersentasikan hasil Proposalnya dari biaya yang di butuhkan, keuntungan yang di dapat dari pembangunan ini sertakan berapa lama proses pembangunan. Alex menatap takjub pada putranya yang begitu mahir dalam menyampaikan isi dari proposal itu.


"jadi dia adalah direktur D'group, bukannya direkturnya adalah tuan Alex apa dia anaknya tuan Alex". monolog Yusuf dalam hati yang masih memperhatikan Arden dan Yusuf akui Arden begitu Bagus dan baik dalam mempersentasikan hasil propsolnya


"jika seperti ini aku harus berjuang keras untuk mendapatkan Anissa Karena saingan ku bukan orang biasa yang awalnya aku pikir hanya mahasiswa biasa tapi tenang saja Yusuf kamu sudah mendapatkan restu dari. Delon dan yang aku lihat om Delon seperti tidak menyukainya". monolog Yusuf dalam hati dan tersenyum miring


"kenapa anak ini terseyum seperti itu". monolog Alex dalam hati


"saya sudah menyampaikan isi proposal yang saya buat, mungkin ada yang di tanyakan atau berpendapat". ucap Arden


"saya". ucap Yusuf


"ya silahkan". ucap Arden


"sebelum perkenalkan saya Yusuf di sini saya direktur dari perusahaan Amar laksata, saya hanya ingin menanyakan apa pembangunan ini akan berjalan dengan sukses di tanganmu karena selama ini yang saya tau perusahaan ini hebat karena ada di tangan tuan Alex, apa tuan Arden juga akan sama hebatnya dengan tuan Alex dan selama ini saya tidak pernah tau jika tuan berada di perusahaan karena saya bertemunya dengan tuan Alex". tanya Yusuf dan pertanyaan Yusuf membuat mereka mulai berbisik-bisik dan Arden terseyum mendengar pertanyaan Yusuf


"semua bisa kembali tenang saya akan jawab pertanyaan dari tuan Yusuf". ucap Arden


"mungkin ini baru pertama kalinya saya ikut meeting dalam ranah besar seperti ini karena saya baru satu atau dua kali memimpin meeting di dalam perusahaan saya sendiri". ucap Arden


"dan saya yakin kerja sama kali ini akan juga menguntungkan karena apa saya putranya dari ayah yaitu sang dewa Bisnis dan ayah saya sudah mengajarkan saya tentang dunia bisnis, dan kenapa saya ada di sini karena ayah saya yakin bahwa saya bisa membuat kerja sama kali ini memiliki keuntungan yang sangat besar, sama halnya dengan tuan Yusuf saat pertama kali ayah anda mempercayai anda untuk Ikut atau melaksanakan meeting dengan harapan taun Yusuf bisa membawa nama perusahaan menjadi baik dalam kerja sama sehingga di percayai setiap perusahaan untuk mengajukan kerjasama dengan perusahaan Amar Laksata". jawab Arden laku terseyum


"tapi jika gagal bagaimana, bagaimanapun ini pertama kalinya tuan Arden ikut kerja sama di ranah yang sangat besar bukan di dalam perusahaan sendiri". tanya Yusuf lagi


"saya akan menggantikan kerugian pada semuanya tapi saya yakin kerjasama ini akan meraup keuntungan yang sangat besar karena apa pembangunan taman hiburan ini kita lakukan di tempat yang belum memiliki taman hiburan tersebut dan taun Yusuf bisa mencari informasi mengenai tempat itu dan setelah taun Yusuf mengetahui detail tempat tersebut saya yakin tuan Yusuf tidak akan meragukan saya". jawab Arden dengan santai di bawah meja Yusuf mengepalkan tangannya


setelah ada beberapa keraguan dia antara mereka semua akhirnya mereka tetap melakukan kerjasama ini setelah Arden membrikan kesempatan pada para pengusaha itu untuk serceahing tempat pembangunan, Alex terseyum dan bangga bahwa putranya bisa mengatasi keraguan mereka, Alex masih tidak percaya bahwa Arden mengeluarkan kemampuannya di bidang bisnis. Alex menepuk bahunya putranya saat berjalan keluar dari ruangan meeting.


"ternyata kamu bisa juga tapi kenapa selama ini kamu selalu menolak jika ayah suruh mengurus perusahaan". tanya Alex

__ADS_1


"karena Arden belum mau". jawab Arden


"jadi sekarang sudah mau". tanya Alex dan Arden menanggukan kepalanya


"ada angin apa sehingga membuat mu nah mengurus perusahaan sekarang". tanya Alex lagi


"karena ayah sudah tua". jawab Arden dengan kesal karena ayahnya tanya terus


"auwh sakit ayah aku bukan anak kecil lagi yang ayah jewer telinga". ucap Arden sambil mengusap telinga Karena jeweran ayahnya sangat sakit.


"hukuman karena sudah mengatakan ayah tua". ucap Alex


"ayahkan memang sudah tua". ucap Arden sambil menutup kedua telinganya dan Alex memelototkan matanya.


"tua tua seperti ini masih mampu memberikan mu adik". ucap Alex


"ayah yakin ini pasti karena Anissa kan kamu mah mengurus perusahaan". goda Alex lagi


"mengaku saja, ayah juga pernah muda jadi ayah tau gelagat orang jatuh cinta". Alex semakin menggoda anaknya itu


"siapa yang jatuh cinta". ucap Arden lalu berjalan cepat meninggalkan ayahnya


brukk


💙💙💙


yuk sambil nunggu update kakak kakak bisa baca rekomendasi cerita dari "Alya Lii " judul "Kaget Nikah"


__ADS_1


__ADS_2