Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Suasana Malam Di Perkemahan


__ADS_3

di perkemahan setiap kelompok sedang mengumpulkan kayu bakar untuk keperluan mereka selama seminggu dan untuk kegiatan akan di lakukan keesokan harinya. Anissa mengeluarkan ponselnya setelah mengumpulkan kayu bakar yang cukup banyak dan memotret ke indahan hutan itu. Anissa yang belum pernah pergi ke hutan merasa takjub karena udara dan suasananya sangat berbeda dengan kota.


"norak banget seperti tidak pernah melihat alam saja, di suruh mengumpulkan kayu bakar malah berfoto". ketus Bunga


"kamu tidak lihat aku sudah banyak mengumpulkan kayunya sedangkan kamu dari tadi hanya duduk dan memerintah saja seperti bos". jawab Analisa saat melihat Bunga sama sekali tidak mengumpulkan kayu dan hanya memerintah teman teman yang lain.


"hey aku itu sudah lama gabung di sini jadi aku sudah pernah merasakan yang namanya mengumpulkan kayu bakar jadi sekarang giliran kalian kalian yang baru gabung". ucap Bunga sambil mengebu gebu


"kalau malas bilang saja tidak perlu menggunakan alasan sudah lama bergabung". ucap Anissa sambil menyilangkan tangannya sedang yang lain hanya melihat perdebatan mereka


"Arden". ucap Anissa


saat mendengar Anissa menyebutkan nama Arden, bunga langsung mengumpulkan kayu yang ada di sekitar itu sedangkan Anissa hanya senyum senyum saat melihat bunga mengumpulkan kayu dan Anissa mengisyaratkan kepada yang lain untuk istirahat karena kayu yang mereka kumpulkan sudah banyak.


"Ar lihatlah aku mengumpulkan banyak kayu". ucap Bunga tetapi dia tidak melihat Arden ada di sana


"di mana Arden". tanya Bunga


"tidak ada". jawab santai Anissa


"jadi kamu membohongi ku". tanya Bunga dan dengan entengnya Anissa menganggukan kepalanya.


Bunga mengepalkan tangannya dan meninggalkan mereka semua sedangkan mereka yang ada di sana tertawa saat melihat Bunga yang kesal karena tertutupi.


"sejak awal ikut MAPALA dia memang caper ke Arden". ucap Iren


"sudah kuduga saat dia membantu memasang tenda". Anissa berbicara sambil melihat senja


"ayo kita kembali ke tenda sebentar lagi akan gelap". ajak Iren


"kalian duluan saja aku mau menikmati senja ini dulu, tenda juga tidak jauh dari sini". ucap Anissa

__ADS_1


Anissa memejamkan matanya dan menikmati udara yang ada di alam itu setelah kepergian teman temannya. Anissa membuka matanya dan menyaksikan matahari yang mulai tenggelam. andai dari dulu di izinkan pasti Anissa tidak akan sekepo ini.


"kenapa masih di sini". suara bariton seseorang membuat Anissa terkejut dan langsung membalikan badannya


"beruang kutub". ucap Anissa


"ayo kembali ke tenda". ajak Arden dengan datar


"aku masih ingin.."


"ayo kembali bahaya di sini saat gelap seperti ini". Arden memotong ucapan Anissa


Arden berjalan meninggalkan Anissa sedangkan Anissa menatap ke sekitar yang mulai gelap dan hawa dingin mulai berhembus, Anissa langsung mengikuti Arden yang berjalan menuju tenda.


"kenapa semakin dingin, jika tau seperti ini aku akan membawa jaket". monolog Anissa dalam hati sambil mengusap usapkan ke dua telapak tangannya.


saat mereka memasuki area perkemahan menjadi sorotan apalagi Arden yang selama ini tidak pernah berjalan berdua dengan perempuan dan hari ini mereka melihat Arden berjalan bersama perempuan, Bunga yang melihat itu langsung cemberut.


"issh kenapa cewek preman itu bisa jalan berdua dengan Arden aku saja yang sudah lama bergabung belum pernah". monolog Bunga dalam hati dan memasukan mie ke dalam panci dengan emosi


"iren ganti aku dulu, aku mau mengobati tanganku jika di biarkan akan membuat kulit putih ku melepuh". perintah Bunga dan masuk ke dalam tenda sendangkan Iren sudah biasa saat Bunga menyuruhnya.


Anissa langsung masuk ke tenda dana mengambil jaket, setelah itu Anissa Keluar dan membantu Iren memasak makan malam untuk kelompok mereka. sedangkan yang lain sedang membuat minuman hangat untuk mereka dan Bunga tentu saja di dalam tenda bersama ke tiga temannya.


"kenapa kamu masak sendirian bukan tadi sudah di bagi ya yang masak Bunga dan teman temannya". tanya Anissa sambil memotong cabai dan memasukan ke dalam panci


"ini sudah biasa karena sejak dulu Bunga akan mengerjakan tugasnya saat ada Arden atau Ben". jawab Iren sambil mengangkat panci itu dan membagi mie itu ke dalam sepuluh mangkuk


"ini airnya sudah mendidih, minumanya mau di buat sekarang atau nanti". tanya Zulfa


"buat sekarang saja sepertinya, lihatlah kelompok lain sudah berkumpul di api unggun dan membawa makan malam mereka". jawab citra

__ADS_1


Zulfa dan Mira membuat minuman untuk mereka sedangkan Citra mengelar tikar di dekat api unggun untuk kelompok mereka. Anissa,Iren dan Oliv membawa makanan yang sudah selesai bergabung ke teman teman lainnya dan di susul oleh Zulfa dan Mira yang membawa minuman. mereka berenam sudah bergabung dengan teman temannya. Bunga yang keluar dari tenda terkejut saat tidak melihat yang lainnya.


"gaes ayo kita ke api unggun mereka sudah di sana". ajak Bunga


Bunga dan empat temannya duduk di samping Anissa


"kenapa tidak memberitahu ku jika sudah selesai". ucap Bunga


"sengaja biar kamu dan teman teman mu itu tidak caper". jawab Anissa


"hey lihat ini, tadi tanganku terluka jadi aku menyuruh Iren mengantikan ku". jawab Bunga sambil menunjuk punggung tangannya


Anissa menikmati makanan dan malas meladeni Bunga yang urusannya akan panjang. Ben memetik gitarnya dan bernyanyi untuk menemani makan malam mereka. Ben adalah vokalis dari Band yang dia dirikan, Ben adalah seorang penyanyi. untuk biayai kuliahnya selama ini dari hasil dia menyanyi bukan karena orang tuanya tidak mampu hanya saja Ben ingin mandiri.


"aaa suara Ben sangat merdu". monolog Mita sambil membenarkan kacamatanya


"iya suaranya sangat bagus diakan sering nyanyi di cafe cafe". jawab Iren


"di cafe mana". tanya Mira


"kamu suka dengan Ben ya". tanya Iren dan Mira menganggukan kepalanya


Anissa yang sedang memakan mie tersedak saat Arden menatap balik.


"uhuk uhuk". Anissa langsung minum, ya sejak tadi Anissa melihat ke Arden.


"serasa tertangkap basah aku". monolog Anissa dalam hati dan pelan pelan mencoba melihat ke arah Arden, Anissa langsung mengalihkan pandangan saat Arden masih menatap dengan datar


"kenapa beruang kutub itu masih melihat mu, ini salahmu juga Anissa kenapa melihat, tapikan aku Kelo kenapa dia sama sekali tidak tersenyum". Anissa menelan salivanya saat dia melihat ke arah Arden yang masih menatapnya, Anissa memilih menikmati makanannya daripada harus melihat Arden.


setelah menyelesaikan makanannya Anissa mendongakkan kepalanya dan bernafas lega saat tidak melihat Arden berada di depannya

__ADS_1


"Anissa Anissa besok besok lagi jangan menatapnya bisa bahaya dia menatapku balik tanpa ekspresi". monolog Anisa


pukul sepuluh malam Ben mengintruksikan kepada mereka semua untuk Istirahat karena besok harus bangun pagi dan memulai kegiatan mereka dan untuk yang berjaga adalah anak cowok dan secara bergantian setiap malam ada delapan yang di tugaskan untuk berjaga dengan berganti yaitu empat anak akan berjaga terlebih dahulu kemudian akan bergantian dengan empat anak yang lainnya.


__ADS_2