Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Masih Seputar Pangeran panda


__ADS_3

setelah sampai di rumah Ana langsung menuju kamarnya dan menuju ke balkon kamarnya, lalu melihat foto masa kecilnya bersama pangeran panda bahkan foto itu hampir usang.


"pangeran panda kenapa kamu muncul hanya satu kali itu saja dan aku pun hanya melihat punggung mu, sudah satu bulan aku mencari mu tapi tidak ada hasil sama sekali". monolog Ana


"kenapa kamu tidak menemuiku secara langsung, apa aku harus dalam bahaya dulu kamu baru muncul". ucap Ana lagi lalu memasukkan kembali foto itu ke dalam kotak.


Laura masuk kedalam kamar putrinya dan menuju balkon saat melihat pintu balkon Ana terbuka


"masih mencari pangeran panda". ucap Laura lalu duduk di samping Ana


"iya ma". jawab Ana


"sudah bertemu dengannya". tanya Laura


"belum ma pangeran panda menghilang lagi". jawab singkat Ana


"mama pikir kamu melupakan pangeran panda karena mama lihat sudah satu bulan ini kamu Deket dengan Gio". ucap Laura


"Gio hanya teman kampus Ana ma". jawab Ana malas karena setiap orang yang melihat dia bersama Gio pasti mengira dia pacaran bahkan di kampus ada rumor bahwa dirinya akan menikah dengan Gio, entah siapa yang menyebarkan berita itu.


"Gio mama lihat itu anaknya baik bahkan di usianya yang masih muda dia bisa kuliah sambil menjalankan bisnis bahkan ayahmu mengatakan jika Gio itu hebat dalam berbisnis". ucap Laura sambil menatap mata putrinya


”lalu kenapa ma". tanya Laura


"ya daripada kamu menunggu pangeran panda mu yang tidak jelas itu kenapa tidak sama Gio saja". ucap Laura


"maksud mama". tanya Ana


"mama lihat Gio itu menyukaimu sayang kenapa kamu tidak mencoba melupakan pangeran panda mu yang tidak pernah muncul dan membuka hatimu untuk Gio". ucap Laura


"sekarang mama tanya bagaimana jika pangeran panda mu itu sudah menikah". sambung Laura dan itu berhasil membuat Ana diam


"yang di katakan mama benar juga kenapa aku menunggu bagaimana jika dia sudah menikah tapi di surat itu dia menyuruh ku untuk menunggu sampai dia bisa berada di sisi ku karena dia harus menyelesaikan masalah dulu, jangan jangan dia mau mengakhiri hubungannya dengan istrinya jika itu benar aku akan jadi perempuan jahat". monolog Ana dalam hati

__ADS_1


"jangan terlalu dipikirkan maskud mama lebih jangan menunggu yang belum pasti". setelah mengatakan itu Laura meninggalkan Ana sendiri di balkon dengan pemikiran yang rumit


setelah kepergian sang mama Ana menghela nafasnya, satu bulan ini Ana tau jika Gio menyukainya hanya saja dia menutupinya seakan akan tidak tau karena Ana sedang mencari dan menunggu pangeran pandanya itu. Ana menopang dagunya dengan tangan dan memikirkan perkataan mamanya.


"apa sebaiknya aku tunggu satu Minggu lagi saja jika tidak ada tanda tanda pangeran panda aku akan mencoba menerima Gio Jika menyatakan perasaannya karena selama ini aku selalu mengalihkan pembicaraan jika dia mau mengatakan perasaannya terhadap ku". monolog Ana sambil melihat motor Arden yang memasuki gerbang rumah.


Arden turun dari motor dan masuk kedalam rumah, Arden yang melihat adik di balkon saat memasuki gerbang langsung menghampirinya.


"hayo melamunkan apa".tanya Arden dan memukul pelan pundak adiknya itu. Ana malas menjawab pertanyaan Arden


"mungkin bisa cerita dengan kakak dan kakak bisa membantu". ucap Arden


"rumit kakak tidak akan bisa membantu". jawab Ana lalu masuk ke kamarnya dan meninggalkan Arden di balkon


"kebiasaan jika di samperin selalu di tinggal". monolog Arden lalu mengikuti Ana masuk ke dalam kamarnya, Arden menatap kamar adiknya sedangkan Ana berada di kamar mandi. Arden melihat sebuah kotak dan mengambil kotak itu saat Arden akan membukanya Ana lebih dulu mengambil kotak itu dari tangan Arden


"kakak itu jika masuk ke kamar Ana selalu megang barang barang Ana sebaiknya kakak keluar deh dari kamar Ana". Ana mengusir kakaknya itu


pletak


"awas saja akan aku balas". umpat Ana dan meletakkan kotak itu kedalam laci lalu turun ke bawah membantu mamanya yang memasak makanan.


dengan telaten Ana memotong sayuran sedangkan Laura menyiapkan bumbu untuk makan malam hari ini. setelah selesai memasak Ana menghidangkan makanan di atas meja. Alex yang baru pulang mencium bau makanan yang membuatnya lapar.


"hmmm ternyata istri dan putriku sedang menyiapkan makanan dan sepertinya makanan yang ada di atas meja terasa enek". ucap Alex saat melihat banyak makanan terhidang di atas meja


"tumben hari ini memasak banyak makanan". tanya Alex


"tadi Ardan telepon dan mengatakan bahwa dia akan kemari jadi aku memasak makanan yang banyak". jawab Laura


"tumben itu anak kemari". tanya Alex


"mas ini bagaimana anak keisni malah berkata seperti itu". ucap Laura

__ADS_1


"bukan begitu maksudku Andra itukan bucin pasti maunya berduaan bahkan waktu ada perkerjaan di luar kota saja dia buru buru pulang". ucap Alex


"sudah sebaiknya mas mandi dulu deh dan sekalian panggil Arden". perintah Laura


Alex berjalan menuju kamarnya dan langsung membersihkan dirinya setelah lima belas menit dia telah selesai dan keluar dari kamar. Alex juga tidak lupa memanggil putranya yang sangat menyebalkan bagi Alex


"Arden". panggil Alex saat sudah ada di kamar putranya itu


"lagi mandi yah". jawab Arden dari kamar mandi


"setelah selesai langsung turun perintah dari mama". ucap Alex


"iya yah". jawab Arden


saat akan keluar dari kamar Arden, Alex melihat foto Arden bersama anak anak yang berada di rumah singgah di antara foto saat ada acara bazar dan foto foto saat anak anak membuat kerajinan.


"mereka semua anak anak yang hebat dan kamu juga hebat Arden bisa membuat mereka tertawa bahkan bagaimana mengumpulkan uang dengan usaha mereka dan kamu juga telah membangun rumah singgah untuk mereka istirahat". monolog Alex lalu keluar dari kamar Arden


Alex menuruni tangga dengan pelan bibir terseyum saat melihat istrinya dan putrinya sedangkan bercerita, Alex juga bangga terhadap istrinya yang bisa merawat ke tiga anaknya tanpa bantuan baby sister padahal dulu Alex sering menawarkan untuk mengambil baby sitter tetapi Laura selalu menolaknya.


"sedang cerita apa sangat asik seperti itu kenapa ayah tidak di ajak". ucap Alex


"ayah kepo ini urusan perempuan jadi ayah tidak boleh tau". jawab Ana


"akan ayah cari tau sendiri". ucap Alex


"cari tau saja jika bisa karena mama bisa menjaga rahasia". ucap Ana


"sangat mudah bagi ayah untuk mengetahui rahasia itu dari mama mu karena dengan satu jurus saja mama mu akan memberitahu ayah". jawab Alex dengan santai


"jurus apa yah". tanya Ana


"jurus..."

__ADS_1


"Ana panggil kakakmu". potong Laura sebelum Alex menjawab pertanyaan Ana dan Laura langsung mencubit Alex saat Ana sudah pergi


__ADS_2