Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Pesan Misterius


__ADS_3

Arden menatap langit langit kamar dan masih berpikir apa yang telah terjadi dengan ayahnya tadi, kenapa tiba tiba mengatakan bangga kepadanya. setelah itu dia juga teringat dengan gadis itu lagi lagi bertemu dengan.


"aishh kenapa bertemu dengan gadis itu lagi". guman Arden lalu bangkit dan membersihkan tubuhnya.


sedangkan di bawa Alex terseyum puas melihat wajah Arden yang kebingungan tadi


"baby kamu lihat tidak wajah Arden yang Bingung hahaha".


"ya jelas dia bingung selama mas kalau bertemu dengan selalu mengajak bertengkar dan tiba tiba mengatakan ayah bangga kepadamu". jawab Laura


"aku yakin itu anak pasti bertanya tanya". beritahu Alex sambil melirik ke arah kamar Arden


Alex menceritakan kepada Laura bahwa gadis yang sering membuat Arden kesal adalah anak Delon, tadi dia melihat saat Delon bertengkar dengan gadis itu saat menjual kerajinan lalu ada seorang wanita yang sedang hamil menghampiri mereka berdua, lalu wanita membeli dagangan tersebut saat mereka akan pulang Alex melihat gadis itu dan ibunya mengahampiri seorang pria dan ternyata pria itu adalah Delon.


"serius". tanya Laura dan Alex menanggukan kepalanya


"akhirnya Delon bisa bahagia dengan istrinya". guman Laura yang masih bisa di dengar oleh alex


Laura masih ingat betapa frutasi Delon saat dia lebih memilih Alex dan masih ingat saat Lisa menemui lalu menceritakan apa yang dia alami kini Laura dapat bernafas lega saat tau Delon sudah bahagia dengan pilihan ibunya.


"jodoh tidak akan tertukar baby, mungkin dulu kamu sempat bertunangan dengan Delon tetapi kamu menikah dengan ku, mau kita sejauh apa jika memang kita jodoh pasti akan bersatu". ucap Alex dan Laura terseyum mendengar penuturan Alex.


Laur merbahkan kepalanya di dada Alex dan Alex mencium puncak kepalanya Laura


"kamu tau mas saat kita di satukan dalam sebuah pernikahan banyak perubahan dalam diriku, aku jadi tau siapa keluarga dan terima kasih telah memberiku banyak cinta". Laura berbicara sambil mengeratkan pelukannya


"mas juga terima kasih baby telah memberikan kesempatan kedua untuk membina rumah tangga ini". Alex langsung mengendongnya Laura menuju ke kamar mereka walaupun usianya tak muda lagi Alex masih tetap mampu mengangkat Laura.


"apa sudah ada keriput di wajahku mas". tanya Laura saat Alex menurunkan dia di ranjang


"walaupun sudah banyak keriput yang bermunculan kamu tetap cantik di mataku baby". jawab Alex


setelah itu kedua beristirahat dengan tenang, sedangkan Ana di kamarnya mendapatkan pesan dari nomor tidak di kenal dia mengirimkan foto foto kegiatan Ana, sudah satu minggu ini Ana mendapatkan pesan tersebut.


"siapa sebenarnya yang mengirimkan ini". monolog Laura sambil mengubungi nomor tersebut tetapi nomor itu sudah tidak aktif


Ting


*selamat malam, mimpi yang indah*


Laura mendapatkan pesan dari no asing

__ADS_1


Ting


*tidak perlu mencari tau tentang ku, tunggu aku datang dan menjemput mu*


lagi lagi nomor itu mengirimkan pesan yang sama setiap malamnya


"menjemput dia pikir aku barang apa". umpat Ana lalu melemparkan handphone ke sofa, kemudian Ana mematikan lampu kamar dan tidur, sedangkan seseorang yang menatap ke arah kamar Ana segera meninggalkan rumah itu saat tau Ana sudah mematikan lampu kamarnya.


"selamat tidur". monolog orang itu dan menjalankan mobilnya


pagi hari Ana sudah siap akan pergi ke kampus saat akan memasuki mobilnya, satpam menghampirinya


"non". panggil mang Udin


"iya mang ada apa". Ana menutup kembali pintu mobilnya


"ini non tadi ada seorang menitipkan bunga ini". mang Udin menyerahkan sebuket bunga tulip yang masih segar


"terima kasih mang". ucap Ana


Ana mencari nama pengirim bunga itu dan menemukan sebuah tulisan


*bunga tulip untukmu di pagi hari, selamat beraktifitas*


sesuai janjinya Alex membawa Laura untuk melihat Arden, pertama Alex membawa Laura ke teman Arden dan anak anak menjual kerajinan itu, saat sampai di tempat itu Laura dapat melihat Arden yang sedang membantu anak anak , hatinya Laura menghangat melihat itu ternyata putranya yang dingin dan cuek memiliki rasa simpati yang tinggi.


"kerajinannya bagus bagus mas". tanya Laura


"iya baby". jawab Alex


Laura dan Alex melihat beberapa preman menghampiri Arden, Cika yang melihat preman itu langsung bersembunyi di belakang Arden.


"serahkan anak itu". perintah preman itu


"aku tidak akan menyerahkan anak ini, kalian hanya memanfaatkan anak anak untuk kebutuhan kalian". jawab Arden


"serahkan Cika atau aku akan menghajarmu". bentak preman itu


Arden menyuruh Cika untuk menyingkir dari mereka Arden juga menyuruh anak anak yang lain untuk melindungi Cika


"owh jadinya kamu menantang kami".

__ADS_1


para preman itu langsung menyerang Arden dan Arden berusaha menghindari serangan serangan dari para preman itu.


bugh


bugh


bugh


orang yang ada di sekitar itu tidak ada yang berani menolong Arden karena mereka tau preman itu sangat berbahaya sedangkan Laura merasa takut saat Arden di serang oleh beberapa preman.


"mas bantu Arden". bujuk Laura


"baby tenang saja mas yakin Arden bisa mengatasi mereka semua". jawab Alex dengan menenangkan Laura


bugh


bugh


Anissa yang kebetulan melewati jalan itu tanpa menunggu lama langsung membantu Arden.


bugh


bugh


Arden terkejut saat melihat Anissa sangat lihai dalam bela diri, mereka berdua bekerja sama menghajar preman itu sehingga mereka semua tumbang. setelah para preman pergi Anissa langsung meninggalkan Arden dia tidak ingin berurusan dengan pria sombong itu. Arden menatap punggung Anissa yang semakin jauh.


"sesuai dengan penampilan". monolog Arden


"siapa gadis itu mas". tanya Laura


"itu gadis yang sering salah paham dengan Arden". jawab Alex


"jadi itu anak Delon". tanya Laura dan Alex hanya menganggukkan kepalanya


Alex dan Laura mengikuti Arden yang menuju ke rumah singgah, saat sampai di sana Laura sangat takjub melihat Arden yang begitu hangat dengan anak anak itu. Arden pergi dari rumah singgah itu untuk pergi ke kampus. saat melihat Arden pergi Alex dan Laura keluar dari mobil kemudian membawa barang barang yang akan mereka berikan kepada anak anak itu. anak anak yang ada di rumah singgah menatap ke arah sepasang suami istri yang sedang berjalan menuju ke arah mereka.


"selamat datang om tante di rumah kita". sambut salah satu dari mereka


"terima kasih". jawab Laura sambil tersenyum


"ada yang bisa kita bantu om tante". tanya anak itu

__ADS_1


"kami ingin memesan sebuah hiasan dinding". jawab Laura


Laura menyerah barang barang yang dia bawa, awalnya anak anak itu tidak ingin menerima barang barang itu, tetapi Alex menyakinkan anak anak itu bahwa dia sering melihat mereka jual sehingga Alex membeli beberapa alat yang di gunakan untuk membuat kerajinan.


__ADS_2