Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Niko


__ADS_3

Alex dan Mex sudah sampai di alamat yang di tunjukan oleh dokter Venita, Alex dan Mex memandang rumah itu dengan dahi yang berkerut.


"kak ini benar alamatnya". tanya Mex


"iya seperti alamat yang di tunjukkan oleh dokter Venita disini". jawab Alex


"tapi ini rumah seperti rumah kosong tidak berpenghuni, lihat saja halamannya kotor kak atau orangnya sudah pindah". ucap Mex sambil memperhatikan sekitar rumah itu yang tidak di rawat bertahun tahun lamanya.


"sebaiknya kita coba saja mungkin di dalam ada orangnya". ucap Alex


Mex mengikuti Alex menuju rumah itu


tok


tok


tok


"permisi". ucap Alex


tok


tok


tok


"permisi apa ada orang". ucap Mex


"kak sepertinya rumah ini kosong". sambung Mex


tok


tok


"permisi". ucap Alex lagi


"sudah kak rumah ini memang sudah kosong sebaiknya kita pulang saja dan suasana rumah juga terasa horor". ucap Mex sambil mengusap tengkuknya

__ADS_1


"Mex kau itu mafia kenapa takut seperti ini". ucap Alex


"kalau orang yang ada di hadapanku mau di seseram apa wajah aku tidak akan takut jika hantu aku nyerah deh kak, lebih baik akan berhadapan dengan para mafia kejam daripada hantu". ucap Mex sambil memegang lengan kakaknya dan Alex yang merasa risih menghempaskan tangan Mex


ceklek


pintu terbuka menampilkan sosok seorang pria jika di lihat umurnya jauh di atas mereka, Alex dan Mex menatap seorang pria yang duduk di kursi roda dengan satu mata yang tertutup.


"maaf lama membuka pintunya tadi sedikit kesusahan saat mau berpindah ke kursi roda dari tempat tidur". ucap pria itu


"mari masuk". ucap pria itu sambil menjalankan kursi rodanya


Alex dan Mex masuk ke rumah itu, saat sampai di dalam rumah keadaannya juga sama seperti yang di luar hanya saja yang di dalam sedetik terurus. Alex dan Mex duduk di kursi yang sudah usang.


"tuan tuan ini mau minum apa". tanya pria itu


"tidak perlu tuan". jawab Alex


"panggil saja Niko jangan tuan". ucap pria itu


"saya minta maaf jika keadaan rumah saya membuat tuan tuan tidak nyaman". sambung pria itu karena melihat salah satu dari mereka tidak nyaman dan Alex yang menyadari itu langsung menginjak kaki Mex yang sejak tadi duduk dengan gelisah


"iya". jawaban yang di berikan Niko membuat Alex bertanya tanya apa benar Niko ada hubungan dengan Merlin jika benar seharusnya di rumah ini ada anak mereka.


"ada keperluan apa ya menemui saya". tanya Niko penasaran karena sejak dia berada di kondisi ini tidak ada yang menemuinya bahkan tetangganya saja menjauhi dia


"kami datang kemari ingin bertanya soal Merlin". jawab Alex


deg


saat Alex mengucapkan nama Merlin membuat Niko mencengkram pinggiran kursi rodanya


"ada apa kenapa menemui saya untuk menanyakan wanita iblis itu". ucap Niko dengan dingin


"jadi anda mengenal dia". tanya Mex


"sebaiknya kalian keluar aku tidak ingin membahas wanita Iblis itu". bentak Niko

__ADS_1


"kami hanya ingin mengetahui sesuatu". ucap Alex


"KELUAR"bentak Niko


"kami mohon Niko, kami hanya ingin mengetahui sesuatu jika tidak keluargaku dalam bahaya". ucap Alex sedangkan Niko Masih menatap tajam mereka berdua


"tolong bantu kami". ucap Alex


"apa yang bisa saya bantu". ucap Niko sambil berusaha menetralisir amarahnya


"aku hanya ingin tau keberadaan anaknya Merlin dan yang kami tau dari dokter Venita anaknya di ambil oleh ayahnya". ucap Alex


"tapi bayi lucu itu tidak ada bersama ku". ucap Niko dengan sedih dan Niko masih bisa merasakan tangannya mengendong anaknya untuk pertama kalinya


"jadi kamu ayahnya". tanya Mex dan Niko menganggukan kepalanya


"jadi dimana anak kalian". tanya Alex


flashback on


dulu saat Niko pulang dari narik angkot dia menemukan seseorang tergeletak di pinggir jalan akhirnya Niko membawanya pulang ke rumah dan saat wanita itu sudah sadar wanita itu hanya diam dan bengong, Niko yang tidak tega dengan keadaan wanita itu merawat wanita itu dengan baik hingga akhirnya wanita mau berbicara dengan Niko dan akhirnya Niko tau bahwa nama wanita itu Merlin hingga akhirnya hubungan mereka semakin dekat. lama kelamaan Niko memiliki perasaan dengan Merlin dan menyatakan bahwa dia ingin menikahi Merlin tetapi Merlin sempat menolaknya dan mengatakan kepada Niko bahwa dirinya pernah menjadi pemuas nafsu bahkan di gilir banyak pria hingga membuatnya depresi dan masuk rumah sakit jiwa dan saat Niko menemukan dirinya itu dia baru keluar dari rumah sakit jiwa setalah di nyatakan sembuh


tetapi Niko tidak mempermasalahkan itu karena yang Niko lihat sekarang adalah Merlin yang seperti manusia biasa tidak seperti orang gila atau depresi. pernikahan Niko dan Merlin di gelar dengan sederhana karena Niko hanya seorang supir angkutan. dua bulan pernikahan mereka akhirnya Merlin di nyatakan hamil, saat masuk usia kehamilan Merlin yang ke dua bulan Niko melihat Merlin yang mulai aneh dengan sikapnya. hingga suatu malam Niko melihat Merlin yang akan membunuh anak tetangga mereka dan sejak itu Merlin sering mengamuk bahkan melukai orang di temuinya dan Niko memutuskan membawa Merlin kembali ke rumah sakit jiwa.


Hingga akhirnya Niko tau Merlin hanya pura pura gila saat kehamilan Merlin yang ke delapan bulan saat dirinya akan menjenguk Merlin disinilah Niko mendengar apa yang Merlin ucapkan bahkan Niko juga mendengar jika Merlin tidak menginginkan anaknya dan dia juga pura pura gila agar bisa menyusun rencana untuk membalas dendamnya.


saat Merlin melahirkan satu minggu kemudian Niko mengambil putrinya dan saat itu juga Niko menceraikan Merlin karena Niko tau jika Merlin bukan wanita yang baik, Niko sangat bahagia ketika bayi itu sudah berada di rumahnya dan bersamanya. satu tahun hidup bersama putrinya yang di beri nama Mira membuat Niko sangat bahagia dan suatu hari Merlin datang ke rumah mereka dan membawa Mira pergi, satu minggu Mira menghilang Niko mendapatkan telepon dari Merlin untuk menemuinya jika dia masih ingin bertemu dengan Mira.


hingga akhirnya Niko menemui Merlin di sebuah taman


"dimana Mira". ucap Niko


"santai Niko". ucap Merlin


"kau ingin Mira bukan, aku akan mengembalikan kepada mu tapi aku ingin kamu melakukan sesuatu untuk ku". ucap Merlin


"aku hanya ingin Mira kembali jangan main main dengan ku". tunjuk Niko dan Merlin menurunkan jari Niko yang ada di hadapan mukanya

__ADS_1


"santai saja jika kamu mau mengikuti kemauanku maka aku akan memberikan Mira padamu jika tidak maka aku akan membunuh Mira". ucap Merlin sambil berjalan mengelilingi Niko


__ADS_2