Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Pernikahan 2 Kembali kepada Yang seharusnya


__ADS_3

pengantin pria menarik nafasnya dan menganggukkan kepalanya dengan mantap bahwa dia sudah siap untuk melakukan akad.


"Ananda Farhan bin Malik saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Andreana binti Alex dengan mas kawinnya berupa uang sebesar tiga puluh juta dan kalung berlian, tunai".


"Saya terima dan kawinnya Andreana binti Alex dengan mas kawin uang sebesar tiga puluh juta dan kalung berlian,tunai. Farhan mengucapkan dengan sekali tarikan nafas


sah


Alex, Farhan dan kedua kakak Ana bernafas lega saat akad berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun.


sedangkan di kamar


Ana terdiam karena terkejut bukan Gio yang mengucapkan akad tetapi Farhan yaitu Dosennya, dan dalam pikiran Ana bukankah pak Farhan sudah meninggal dalam kecelakaan itu kenapa sekarang dosennya itu yang menikahinya sedangkan Tasya langsung menjatuhkan kripik yang di pegang saat mengetahui siapa yang menikahi Ana


"Ana tidak salah dengarkan ini". tanya Tasya.


"kamu seharusnya menikah dengan Gio bukan pak Farhan". sambung Tasya sedangkan Ana yang masih dalam kebingungan hanya diam saja


"dan bukannya pak Farhan sudah meninggal ya". ucap Tasya sambil memegang bahu Ana


"aku tidak tau sya , sekarang aku juga bingung". jawab Ana


"ma". panggil Ana sedangkan Laura juga masih terdiam karena terkejut juga kenapa pengantin pria berganti.


Laura langsung keluar dari kamar dan turun ke bawah, saat menuruni tangga Laura melihat suaminya sedang berbicara dengan seseorang, Laura melangkah ke arah suaminya dan saat sampai di depan suaminya Laura terkejut saat melihat Farhan masih hidup bahkan disana juga ada Fatma ibunya Farhan.


"mas aku mau bicara dengan mu". bisik Laura


"nanti saja dan sekarang jangan banyak tanya, cepat kamu panggilkan Ana untuk turun dan menandatangani surat surat pernikahan". bisik Alex di telinga istrinya


"tapi mas". ucap Laura


"baby ikuti perintah suamimu". ucap Alex

__ADS_1


Laura yang melihat cara bicara suaminya yang tidak bisa di bantah langsung berjalan naik ke atas dengan perasaan yang masih bingung. saat sampai di kamar Ana , Laura langsung menghampiri Ana


"sayang ayo turun di bawah suamimu sudah menunggu " ucap Laura pada sang putri


"ma tapi bukan Gio yang ada di bawah ada apa". tanya Laura


"Ana mama juga tidak tau sebaiknya sekarang cepat turun sebelum ayahmu marah nanti kita minta penjelasan setelah acara pernikahan selesai sekarang di bawah masih ada tamu". ucap Laura


Ana turun ke bawah dengan di gandeng oleh mamanya dan juga Tasya. saat Ana menuruni tangga Farhan terseyum saat melihat Ana begitu cantik dan Farhan sangat bersyukur bisa menyelamatkan Ana dan untung saja dia koma hanya satu bulan jika lebih satu bulan Farhan tidak tau apa yang akan terjadi dengan Ana.


Ana melihat Farhan dengan tatapan yang masih tidak percaya karena Farhan masih hidup dan kenapa malah Farhan yang menjadi pengantin prianya bahkan selama ini dia dan Farhan hanya sebatas dosen dan mahasiswa. saat sudah sampai di depan ayahnya dan Farhan. Ana duduk di samping Farhan.


saat ayahnya mengisyaratkan agar Ana mencium tangan Farhan, Ana langsung mencium tangan Farhan dengan berbagai pertanyaan yang bersemayam di dalam hatinya, Ana merasakan benda kenyal menempel pada dahinya. setelah itu Farhan mengambil jari manis Ana dan melepaskan cincin yang Gio berikan dan menggantinya dengan cincin yang telah sediakan untuk Ana dan tidak hanya melepaskan cincinnya tetapi Farhan juga melepaskan kalung pemberian Gio sedangkan Ana yang masih bingung hanya diam saja apa yang di lakukan Farhan dan menatap pria yang sudah menjadi suaminya itu.


mereka berdua menandatangani surat surat pernikahan mereka. Ana yang ingin bertanya apa yang terjadi saat melihat isyarat yang ayahnya berikan membuat mengurungkan pertanyaannya dan Ana juga menatap ke sekeliling yang masih nampak rame tamu undangan.


"akhirnya kamu jadi mantu ibu juga Ana". ucap Fatma yang mengusap pundak Ana dan Fatma dapat melihat kebingungan di mata Ana


"jangan bingung Ana nanti kamu akan tau semuanya". bisik Fatma sambil memeluk menantunya itu dan Ana membalas pelukan Fatma


"selamat yang sudah menjadi istri". ucap Tasya lalu memeluk Ana


"dan harus sabar sabar sama dosen galak ini". bisik Tasya sedangkan Farhan yang sebenarnya mendengar perkataan Tasya hanya dia saja


"auwh". ringis Tasya saat Ana mencubit pinggangnya


"kenapa di cubit". tanya Tasya sambil mengusap pinggangnya


"kamu bicara keras". ucap Ana dan Tasya langsung membekap mulutnya dan melirik ke arah Farhan lalu Tasya meninggalkan sepasang suami isteri itu


Andra dan Arden menghampiri Farhan dan Ana


"selamat untuk kalian berdua". ucap Andra

__ADS_1


"dan aku harap kamu bisa melindungi adikku". sambung Arden


"aku akan selalu berusaha melindungi Ana". jawab Farhan sambil menerima uluran tangan mereka dan sendangkan satu tangannya memegang tongkat/kruk kini Farhan masih menggunakan tongkat/kruk tetapi hanya satu yaitu untuk menopang jika dia jalan di bagian kaki kiri yang belum sepenuhnya sembuh.


"jadi istri yang baik dan berbakti kepada suami". nasehat Arden dan Ana menganggukan kepalanya


"sebentar lagi kamu ikut suamimu dan aku akan jadi anak satu satunya di rumah ini sedangkan Andra sudah memiliki rumah sendiri wle". ejek Arden dan Ana langsung memukul lengan kakaknya itu


kini di rumah itu tinggal berisi keluarga saja, Andra sudah pulang ke rumahnya dan Arden yang sudah tau semuanya memilih masuk kamar di ruang tamu itu hanya tinggal Alex , Laura, Farhan dan Ana


"mas ini ada apa Kenapa Farhan mengantikan Gio". tanya Laura dengan tatapan tajamnya


"ikut mas dan untuk Ana Farhan yang akan menjelaskan


Alex membawa Laura ke kamar mereka sesampainya di kamar


"mas kenapa seenaknya kamu mengantikan Gio dengan Farhan padahal mas tau Gio itu baik dan sangat cocok untuk Ana". ucap Laura dengan kemarahan karena tidak terima Gio di gantikan karena dalam pandangan Laura Gio adalah pemuda yang baik


Alex yang melihat kemarahan istrinya langsung menyerahkan sebuah map dan Laura mengambil map itu lalu membuka isinya, setelah membacanya isinya Laura menjatuhkan map itu dan Laura terduduk di bibir ranjang dengan pandangan kosong


"mas aku hampir saja menghancurkan hidup Ana". monolog Laura


"apa maksudmu baby " tanya Alex dan ikut di duduk di samping Laura


Laura menceritakan bahwa dia membuat surat seolah-olah surat itu dari pangeran panda dengan tulisan jangan menunggunya dengan tujuan Ana menerima lamaran Gio, Alex yang mendengar pengakuan Laura langsung marah


"Laura bisa bisanya kamu melakukan itu". ucap Alex dan Laura tau suaminya itu sedang marah karena suaminya menyebutkan namanya buka baby


"aku melakukan itu agar Ana tidak menunggu yang tidak jelas dan aku pikir Gio orang baik mas hiks". ucap Laura


"maaf hiks". sambung Laura


Alex yang masih marah mendengar pengakuan Laura langsung meninggalkan kamar karena dia tidak ingin melampiaskan marahnya ke istrinya itu

__ADS_1


"mas kamu mau kemana". teriak Laura saat Alex keluar kamar


Laura duduk di bibir ranjang dengan sebuah penyesalan, kenapa dia seceroboh itu dan mudah percaya dengan orang lain padahal Laura baru mengenal Gio selama satu bulan.


__ADS_2