Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Menggoda Arden


__ADS_3

Arden turun dari motornya dan memasuki rumah saat sampai di ruang tamu Arden melihat Ana yang sedang asik membaca novel bahkan di meja terdapat tumpukan novel.


"baca novel apa Ana". tanya Arden dan mendudukkan dirinya di samping Ana


"ini kak lagi baca novel Peka karya Oktiyan". jawab Ana dan Arden hanya menganggukkan kepalanya


"kenapa mu itu kusut". tanya Ana


Arden menceritakan bahwa tadi dia menolong seorang ibu ibu yang terkena jambret saat dia menolong datanglah seorang perempuan yang memukulinya dan menuduhnya jambret dan Arden menceritakan bahwa penampilan perempuan itu seperti preman, saat bertemu dengan perempuan itu selalu terkena tuduhan, tiga kali bertemu dengannya


"hahahaha". tawa Ana pecah saat mendengar cerita Arden


" jangan jangan itu perempuan jodoh kak Arden lagi secara sudah tiga kali bertemu". ejek Ana sambil menaik turunkan alis


"lebih baik kakak jomblo daripada harus menikah dan punya istri seperti preman". jawab Arden lalu bangkit dari duduknya dan meninggalkan Ana yang sedang tertawa puas


"awas bucin dan menelan ludah sendiri jika benaran perempuan itu di takdirkan jadi jodoh kak Arden". teriak Ana


"walaupun perempuan itu satu satu perempuan di dunia ini, kakak tidak bakal mau menikah dengannya". jawab Arden sambil membanting pintu karena kesal di ejek oleh Ana dan Ana tertawa keras di ruang tamu. Ana menghentikan tawanya saat melihat ayah dan ibunya masuk ke dalam rumah.


Alex dan Laura menghampiri putrinya, Alex duduk di sisi kanan dan Laura duduk di sisi kiri Ana. Alex mengusap kepala putrinya.


"kenapa tadi ketawa kencang sekali sampai terdengar di luar hmm". tanya Alex


"maaf ayah , tadi ketawa Ana kurang sopan dan tidak bagus di dengar orang". jawab Ana


"sebaik baiknya perempuan jangan tertawa sampai terbahak bahak seperti itu". nasehat Laura


"iya ma". jawab Ana


lalu Ana menceritakan kepada ayah dan ibu jika Arden bertemu perempuan bar bar dan pertemuan itu sudah tiga kali terjadi yang pertama saat perempuan itu akan jatuh kak Arden menolongnya tetapi kemudian di jatuhkan oleh kak Arden sehingga membuat perempuan itu marah marah, lalu pertemuan keduanya saat di kantin kampus dan i kantin itu perempuan itu menyiram jus ke kak Arden dan menjambak rambut karena perempuan itu mengira kak Arden yang menyiramnya, kemudian pertemuan ketiga mereka saat kak Arden menolong ibu ibu yang terkena jambret dan Perempuan itu memukuli kak Arden dengan tasnya karena di kira jambretnya. Alex tersenyum saat mendengar cerita Ana dan itu mengingatkan dirinya dulu saat bersama Laura karena dulu dia bersikap dingin dan Laura sedikit bar bar. Laurapun tersenyum.


"cocokkan yah ma jika kak Arden menikah dengan perempuan itu yang satu seperti kanebo kering dan satunya bar bar". cetus Ana


sedangkan Arden menatap sinis adiknya karena adiknya itu menceritakan kepada orang tuanya. Arden secara perlahan turun dari tangga menuju dapur.


"siapa nama perempuan itu". tanya Laura


"aku tidak tau ma kak Arden juga tidak tau". jawab Ana


"Arden apa yang perlu cari tau siapa nama perempuan itu" Alex menggoda putranya saat melihat Arden berjalan menuju dapur

__ADS_1


"tidak perlu". jawab singkat


"atau perlu ayah cari tau kedua orang tuanya kemudian ayah jodoh kamu dengannya". Alex semakin menggoda Arden jarang jarang Alex bisa membuat kesal putranya itu, Alex tersenyum saat melihat muka kesal Arden


"cari tau saja yah kemudian ayah saja yang menikahi perempuan preman itu". jawab Arden


"awas Lo benci jadi cinta karena benci dan cinta beda tipis". Alex menggoda Arden lagi


"sepertinya kamu cocoknya dengannya". Arden melirik ayahnya sekilas dan naik ke atas


"hahahaha". tawa Alex pecah saat melihat Arden yang kesal bahkan terdengar Arden membanting pintu kamarnya


"pintu itu tidak bersalah Arden jika rindu perempuan itu datangi ke rumah". teriak Alex


"sudah mas". jangan menggoda Arden


"jarang jarang bisa menggoda Arden seperti ini". Alex tertawa sambil memegangi perutnya dan Laura hanya mengelengkan kepalanya saat melihat suaminya yang sangat senang bisa membuat Arden kesal karena selama ini suaminya yang selalu di buat kesal oleh Arden.


"Andra dimana Ana". tanya Laura


"kak Andra tadi keluar ma". jawab Ana


"tumben Tasya belum datang ke kemari". tanya Laura, Ana terdiam atas pertanyaan mamanya


"mas sudah bicara sama ayahnya Tasya". tanya Laura dan Alex tersenyum


Alex diam saja dia tau apa yang sudah terjadi dan Alex juga tau sekarang Andra ada dimana. Alex juga tau rencana apa yang sedang Andra dan Hana lakukan demi menyelamatkan Tasya bukannya Alex mendukung rencana mereka, tapi Alex yakin Andra tau apa yang terbaik.


"di tanya kok malah senyum". sambung Laura


"belum baby, nanti akan aku bicarakan". jawab Alex


sedangkan di kamar Arden semakin kesal sudah di buat kesal sama perempuan preman itu, dan di goda oleh Ana sekarang di goda oleh ayahnya. Arden merasa salah karena telah bercerita kepada Ana jika tau akan jadi seperti lebih baik tidak akan menceritakan apa yang terjadi.


"awas saja cewek preman itu membuat masalah denganku lagi". umpat Arden.


di ruang keluarga mereka bertiga bersendau gurau bahkan Alex juga ikut membaca novel milik putrinya itu, menurut Alex membaca novel juga seru.


"ma ternyata Tante Fatma punya anak laki laki". beritahu Ana


"iya Tante Fatma punya anak laki laki dan anaknya menjadi dosen di luar kota". jawab Ana

__ADS_1


lalu Ana menceritakan bahwa anak Tante Fatma menjadi dosen di kampusnya dan kemarin anaknya itu sangat dingin kepada Ana karena dia pikir Ana akan menemuinya padahal Ana ingin mengambil pesanan mamanya.


"masak Farhan seperti itu". tanya Alex


"iya yah". jawab Ana


drt


drt


drt


ponselnya Alex bergetar menampilkan nama Mex dan Alex langsung mengangkatnya


"iya Mex ada apa". jawab Alex


"kakak bisa minta bantuan tidak, senjata kita di curi orang dan sangat sulit untuk mengambilnya hanya kakak yang bisa". Mex berbicara di seberang sana


Alex langsung menjauh dari istri dan anaknya karena Alex tidak ingin anaknya masuk ke dunia mafia


"Mex kakak sudah tidak ingin masuk ke dunia mafia". jawab Alex


"sekali saja". mohon Mex, Alex menarik nafasnya dan menghembuskannya


"baiklah ini yang terakhir". jawab Alex, Mex yang ada di seberang sana tersenyum.


Alex langsung mematikan sambungan teleponnya dan kembali ke ruang tamu. kemudian Alex mengajak Laura ke kamarnya.


Ting


"Marko"


Senjata kita di curi dan besok malam kita akan melakukan penyerangan untuk mengambil kembali senjata itu


Ana hanya membaca saja pesan dari Marko. Ana tersenyum saat membaca itu.


"saat berpetualang". guman Ana


💙💙


tidak bosan ni aku meracuni kalian dengan rekomendasi cerita cerita yang wajib kalian baca kali ini aku bawa lagi ni, langsung ketik judul "PEKA" Karya "Oktiyan"

__ADS_1



__ADS_2