Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Kebohonganmu Tidak Akan Membuatku Tertipu Lagi


__ADS_3

Merlin mengendarai mobil dengan dongkol dengan apa yang di lakukan Fatma tadi karena biasanya Fatma tidak akan berani melawan dirinya saat dia mengancam. dengan perasaan kelas Merlin mengambil ponselnya dan menghubungi Gio untuk memanipulasi dan mencuci otak Gio. Merlin meremas ponselnya saat panggilannya tidak di angkat oleh Gio.


"dimana anak bodoh ini kenapa tidak mengangkat teleponku". monolog Merlin lalu meletakkan ponselnya di kursi sebelahnya


"dan untuk mu Fatma akan aku pastikan kau akan menyesal dengan apa yang kamu lakukan tadi". umpat Merlin


"akan aku buat anak bodoh mu itu yang akan menghancurkan mu dan akan menjadi penyebab kematian mu Fatma". sambung Merlin dan melajukan mobilnya ke arah kantor


sedangkan Gio yang sedang berada di pinggir danau mengabaikan ponselnya yang berdering sejak tadi.


"ternyata semuanya hanya kebohongan untuk membuat tujuannya tercapai" Gio terkekeh dengan kebodohannya selama ini yang sangat begitu percaya dengan mama tirinya itu


"argh". teriak Gio lalu melemparkan batu ke danau itu


"Gio Gio kenapa kamu begitu bodoh dengan kasih sayang palsu yang dia berikan hahaha". ucap Gio yang di iringi dengan tawa yang hambar


Merlin yang sudah sampai di kantor langsung menuju ke ruang Gio untuk mengarang ceritanya.


"Siang Bu". sapa resepsionis


"apa anakku ada di ruangannya". tanya Merlin


"dari pagi tuan Gio belum datang ke kantor Bu mungkin ada meeting di luar". jawab resepsionis


"kemana anak bodoh itu". monolog Merlin sambil mengepalkan tangannya


"saya akan tunggu di ruangan anak saya mungkin sebentar lagi dia datang". ucap Merlin


tanpa menunggu jawaban dari resepsionis Merlin langsung naik ke lantai atas dan menuju ruangan Gio. setelah sampai di ruangan Merlin melihat ruangan tersebut dengan senyuman. Merlin menghampiri meja direktur dan memenang nama Gio di sana.

__ADS_1


"sebentar lagi ini akan berubah menjadi namaku". monolog Merlin lalu meletakkan ponselnya papan nama itu dan Merlin berjalan menuju kursi dan duduk di sana sambil memejamkan mata


"sungguh nikmat sekali duduk di sini". monolog Merlin sambil memutar kursinya


"dan kursi ini akan menjadi milikku juga serta semuanya ini hahahaha". ucap Merlin lalu mengeluarkan sebuah map yang ada di dalam tasnya


"sudah aku persiapkan surat ini untuk di tanda tangani anak bodoh itu dan setelah itu wush semuanya berpindah tangan". ucap Merlin sambil mencium surat itu dan memasukan kembali ke dalam tas


"sungguh harum sebuah kemenangan yang akan kau dapat sebentar lagi". ucap Merlin lalu menaikkan kakinya di meja dan menatap langit langit ruangan


"Malik kau lihat sekarang aku akan mendapatkan semuanya dan sumpah mu Waktu itu tidak akan pernah terjadi karena aku itu pintar". monolog Merlin


"ingat wanita iblis suatu saat kamu akan membayar dengan mahal apa yang telah kamu lakukan". Merlin mengucapkan kata kata Malik sebelum menghembuskan nafas di pangkuan Fatma


"Malik Malik kau itu sama saja seperti Niko yang sangat mudah di bodohi".


"untung saja aku sudah membunuh Niko sehingga anak bodoh itu tidak akan tau apa yang terjadi sebenarnya dengan ibunya". monolog Merlin dengan bangganya


Merlin mengingat putri kecilnya yang masih berumur satu tahun dia jual ke madam Vina bahkan madam Vina membayar tinggi untuk membeli Mira, pada saat itu madam Vina mengatakan kepadanya akan membayar berapapun yang dia inginkan karena saat Mira dewasa akan menjadi gadis yang sangat cantik sehingga pelanggan akan membayar Mira sangat tinggi untuk menghabiskan waktu bersamanya.


"Sudah berulang kali aku mencoba membunuh bayiku tapi tetap bertahan sampai di lahirkan jadi untuk mu Mira jangan salahkan mama jika sekarang kamu hidup sebagai pemuas nafsu laki laki hidung belang, salah sendiri tidak mati saja saat di kandung mama". ucap Merlin


"dan ngomong ngomong bagaimana wajah Mira yang sekarang ya, ah bodoh amat kenapa memikirkan anak sialan itu dan kenapa juga harus hadir di pernikahan yang tidak aku inginkan padahal aku menikah dengan Niko agar memiliki tempat tinggal sementara". umpat Merlin


Merlin yang mendengar langkah kaki langsung berjalan menuju sofa yang ada di ruangan itu dan meneteskan obat mata agar dia seperti orang yang menangis, Gio terkejut saat melihat mama tirinya yang berada di ruangannya dan Gio langsung menetralkan wajahnya.


"mama ada di sini". ucap Gio


"nak akhirnya kamu datang hiks". ucap Merlin lalu memeluk Gio

__ADS_1


"ada apa ma kenapa mama menangis". tanya Gio


"kamu tau nak tahu mama ke rumah sakit untuk menjenguk Nadia tapi saat mama sampai di sana ada ibumu". ucap Merlin


"dan kamu tau nak ibumu membawa Nadia saat mama akan mencegahnya ada beberapa anggota D'devil yang membantunya". sambung Merlin dan Gio hanya diam saja karena ingin tau kebohongan apa yang akan di buat oleh mama tirinya


"ibumu mengatakan jika kamu tidak datang besok pagi maka ibumu akan membunuh Nadia dan calon anak mu bahkan ibumu juga meminta agar kamu juga menyerahkan perusahaan ini nak". lanjut Merlin


"ini nak berkasnya bahkan dia sudah menyiapkan berkas pengalihan kekuasaan perusahaan atas nama Farhan". ucap Merlin sambil menyerahkan berkas yang dia bawa tadi dan Gio mengambil berkas itu


"untung di bagian nama aku tulis menggunakan pulpen yang dapat memudar setelah anak bodoh ini menandatangani maka akan aku ganti dengan nama ku menggunakan pulpen permanen". monolog Merlin dalam hati


"nak sebaiknya kamu tanda tangani saja, mama tidak ingin membantu mama dan cucu mama kenapa kenapa". bujuk Merlin


"pintar sekali wanita iblis ini mengarang cerita apa dia pikir aku tidak tau jika nama bang Farhan dia tulis menggunakan pulpen yang bisa menghilang". monolog Gio dalam hati lalu meletakkan berkas itu di meja


"kenapa tidak kamu tanda tangani nak". tanya Merlin


"mama tidak perlu khawatir, besok aku akan menemuinya dan memberikan pelajaran untuknya". ucap Gio dengan Santai


"tapi nak bagaimana jika dia mencelakai Nadia jika kamu tidak akan menandatangani berkas ini". Merlin masih berusaha merayu Gio


"apa mama meragukan kemampuan ku". tanya Gio


"tidak". jawab Merlin


"kalau begitu mama harus yakin jika aku bisa membawa Nadia kembali tanpa menandatangani surat itu". jawab Gio


"sial, oke Merlin masih banyak cara agar kamu mendapatkan semua hartanya". monolog Merlin dalam hati

__ADS_1


"lihat saja akan aku buat menderita wanita iblis yang telah membuat keluarga ku hancur dan berusaha membunuh istri ku akan aku pastikan wanita seperti mu akan merasakan penderitaan yang jauh lebih sakit dari yang di alami ayah, ibu, bang Farhan dan istriku". monolog Gio dalam hati


"selamat datang di nerakamu wanita iblis". sambung Gio dalam hati


__ADS_2