
ceklek pintu di buka oleh seseorang
"maaf tuan Alex saya terlambat, tadi ada yang menyekap saya". Alex langsung menoleh ke arah wanita itu
"siapa kamu". tanya Alex
saat wanita itu akan menjawab pertanyaan Alex dia melihat seorang perempuan yang sedang kesakitan dan wanita itu segera mendekati Laura
"jangan sentuh istriku". larang Alex
"tuan biar saya menangani istrinya anda". jawab wanita
"kamu pasti akan membuatnya terluka".
"tuan saya dokter Salla".
dokter itu segera menangani Laura, sedang Laura sudah kehilangan kesadarannya, Alex sangat khawatir dengan keadaan Laura, Alex berharap Laura baik baik saja.
"kenapa bisa seperti ini tuan, saat saya memeriksanya ada sebuah cairan yang bisa membuat janin keguguran dengan cepat". Alex seperti tersambar petir saat mendengar penjelasan dokter Salla
"apa semuanya baik baik saja". tanya Alex dengan nada sedih
"semua baik baik saja tuan, untung saja cepat mendapatkan penanganan dan janinnya juga kuat jika tidak kuat, janin itu akan gugur dalam waktu lima menit setelah cairan itu di berikan kepada nyonya Laura". Alex bernafas lega
"apa istri tuan memakan sesuatu". tanya dokter Salla dan Alex ingat dengan perempuan tadi
"tadi disini ada dokter perempuan". tanya Alex
"ini ruang saya".
Alex menceritakan saat dia masuk sudah di sambut dengan orang yang berpakaian dokter dan menyuntikan sesuatu dan mengatakan itu vitamin, dokter Salla terkejut saat mendengar penjelasan Alex.
"tuan aku rasa ada seseorang yang ingin melenyapkan kandungan istrinya tuan, sebelum saya kesini ada seseorang yang menyekap saya dan untungnya saya berhasil kabur".
"sial". umpat Alex
melihat kondisi Laura yang lemah dokter Salla akhirnya menyarankan untuk merawat Laura di rumah sakit untuk beberapa hari, Alex membuat penjagaan yang ketat di ruang inap Laura. Alex menatap kearah Laura dengan datar.
"terima kasih sayangnya ayah dan mama sudah mau bertahan" Alex mengusap perut Laura dan kemudian mencium tangan Laura
"akan tidak akan membiarkan Kalian berdua kenapa-kenapa, aku akan memberikan pelajaran kepada mereka yang telah berani menyakiti kalian berdua". mata Alex menyorot kemarahan
Alex melihat Laura perlahan membuka matanya, Laura menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya, setelah sadar Laura mengingat bahwa beberapa waktu lalu dia kesakitan di bagian perut dan langsung memegang perutnya dan menoleh ke Alex
"dia dia baik baik sajakan". tanya Laura, Laura semakin khawatir saat melihat diamnya Alex
__ADS_1
"jawab aku dia baik baik sajakan". tanya Laura sekali lagi
Alex langsung membawa Laura dalam pelukannya dan saat dalam pelukan Alex tangis Laura pecah
"dia baik baik sajakan , aku mohon jawab aku jangan diam saja". Laura bertanya sekali lagi
"maaf". jawab Alex
"hiks hiks kenapa dia pergi saat aku baru mengetahuinya". Laura semakin menagis
"hiks hiks kenapa dia meninggalkan kita hiks"
Alex langsung mencium Wajah Laura dia merasa tiris hatinya saat melihat kesedihan Laura
"suttt baby jika dengan menangis bisa membuatmu lega maka menagislah". Laura menangis dalam pelukan Alex
"maaf baby aku harus berbohong, jika aku memberitahu dia masih selamat kamu tidak akan sedih sehingga membuat mereka curiga jika janin itu sudah tidak ada, dengan kesedihanmu maka mereka akan percaya jika kamu ke guguran baby, maafkan aku ini demi keselamatan kalian" monolog Alex dalam hati dengan memeluk Laura dan mengelus kepalanya.
setelah Laura sadar dokter Salla datang untuk memeriksa Laura, dokter Salla sebenarnya merasa kasihan kepada Laura tapi mau gimana lagi tuan Alex menyuruh untuk menyembunyikan bahwa janin itu selamat
"dokter apa janinku benar benar pergi". tanya Laura yang masih berharap bahwa janinnya baik baik saja, dokter Salla melirik kearah Alex dan Alex menganggukan kepalanya
"saya turut prihatin atas apa yang menimpa nyonya, semoga nyonya di berikan kelapangan hati". jawab dokter Salla
"tuan setelah nyonya makan berikan obat ini kepadanya". kata dokter dan Salla dan meletakkan obat di atas nakas dan pergi setelah memeriksa Laura.
Alex menyuapi Laura dengan begitu telaten, Laura menerima suapan Alex
"baby sedikit lagi".
"sudah aku tidak mau makan lagi". jawab Laura, setelah mendengar jawaban Laura, Alex memberikan obat kepada Laura. setelah membrikan obat Alex membenarkan selimut Laura
"tinggalkan aku sendirian". Alex langsung mencium kening Laura
"baiklah aku akan menunggu di depan". setelah itu Alex keluar, di balik pintu Alex dapat melihat Laura yang begitu sedih
"Riko".
"iya tuan".
jawab Alex
"sudah periksa cctv rumah sakit ini" tanya Alex
"sudah tuan"
__ADS_1
"tapi saat saya memeriksanya tepat di kejadian tadi cctv di ruangan dokter Salla mati, yang saya dapat hanya beberapa orang bertopeng membawa dokter Salla ke arah gudang, dan mengenai dokter palsu itu sama sekali tidak tertangkap cctv Karena dari ruangan dokter dan sekitarnya cctv mati tuan" Riko menjelaskan apa yang dia dapat tadi
"sial baiklah dia ingin bermain main rupanya". umpat Alex
"Rik perketat penjagaan ruangan Laura di rawat dan tidak ada yang boleh masuk kecuali saya dan dokter Salla". perintah Alex
"baik tuan, saya juga sudah menyuruh mencari keberadaan dokter palsu itu". jawab Riko
Alex menyenderkan kepalanya di kursi yang berasal di depan ruang inap Laura, Alex memejamkan matanya untuk meredam emosinya yang sudah berada di ubun ubun.
💙💙💙💙💙💙💙
sedangkan di markas Start Black sedang mengadakan pertemuan untuk membahas rencana demi rencana, kini di sebuah meja terdapat lima orang termasuk Gunawan, sudah tiga puluh menit mereka berdiri di sini tetapi belum di mulai apa yang ingin mereka bahas.
"bagaimana rencana di rumah sakit". tanya Gunawan kepada anak buah, Frans terkejut ketika mereka membahas rumah sakit
"rencana berhasil tuan tapi kami belum mendapatkan informasi lagi mengenai keguguran anaknya Alex , apakah janin itu bertahan setelah di suntik cairan pengugur janin". Frans yang mendengar itu langsung mengepal tangannya, rencana Alex ke rumah sakit hanya di ketahui beberapa orang saja tapi kenapa Gunawan bisa tahu
"bagus, pastikan dokter palsu itu menghilang". perintah Gunawan
"kami telah membunuh dokter palsu itu tuan". jawab salah satu anak buah Alex
"kita tunggu dia, pasti dia membawa informasi yang bagus dan berkat dia kita tau semua rencana Alex , Alex yang bodoh mau menggunakan seribu carapun aku pasti mengetahuinya, hahahaha". tawa Gunawan dan di susul mereka
"apa dia akan datang tuan". tanya salah satu anak buah Gunawan
"iya". jawab singkat Gunawan
lima belas menit akhirnya yang di tunggu datang juga
"maaf tuan saya terlambat". ucapan seseorang yang baru saja datang dan sekaligus membuat Frans terkejut
"dia". Frans berbicara dalam hati
💙💙💙💙💙💙💙
santai santai Laura tidak keguguran ya.
nah untuk menunggu updatean selanjutnya, saya punya cerita bagus yang sudah saya baca dan saya pastikan cerita ini akan menemani hari hari puasa kalian, cerita yang sangat menarik dan tentunya akan membuat penasaran para pembacanya.......
judul : The Day I Become a God
karya : Haoyi
__ADS_1