
Farhan mengehentikan mobilnya di sebuah rumah mewah lalu farhan memasuki sebuah rumah dan mencari seseorang saat menemukan orang itu Farhan yang masih di kuasai amarah langsung menghajarnya.
bugh
bugh
bugh
bugh
pria itu terkejut saat Farhan datang ke rumahnya dan menghajarnya tanpa ampun dan pria itu mengusap darah yang ada di ujung bibir dan terseyum sinis
bugh
bugh
pria itu membalas Farhan dan mereka berdua terlibat perkelahian yang memiliki kekuatan yang sama kuat
"sungguh menjijikkan caramu". teriak Farhan dan memukul pria itu
"aku sudah peringatkan kepadamu agar tidak ikut campur dengan urusan ku". ucap pria itu sambil mencengkram leher kemeja yang Farhan pakai
"aku tidak akan membiarkan kamu menyakitinya". ucap Farhan lalu mendorong pria itu
"cari tau kebenaran sebelum melakukan tindakan, jangan sampai kamu menyesal". bentak Farhan
"kebenaran apa, kebenaran bahwa Alex telah menghancurkan mamaku". bentak pria itu
bugh
bugh
bugh
saat di dalam sedang terjadi perkelahian seorang wanita mendekati mobil Farhan yang terparkir di depan rumahnya.
"berani sekali datang ke rumah ku". monolog wanita itu lalu meninggalkan mobil tersebut saat sudah menyelesaikan apa yang dia mau
"berhenti". teriak Nadia menghampiri suaminya
"lepaskan suamiku". teriak Nadia yang berusaha memisahkan mereka tetapi sulit sekali sehingga membuatnya beberapa kali terjatuh ke lantai, Nadia berjalan ke dapur lalu kembali membawa ember yang berisi air
byur
__ADS_1
Nadia menyiramkan mereka sehingga mereka berhenti berkelahi setalah itu Nadia membanting ember yang dia bawa tadi.
"setelah di siram baru berhenti". teriak Nadia
"dan kamu kenapa selalu menganggu suamiku". tanya Nadia
"bilang pada suamimu jika tidak ingin diganggu jangan menganggu Ana". jawab Farhan
"aku peringatkan jangan pernah kau lukai Ana atau tidak aku akan melakukan sesuatu yang tidak pernah kamu banyangkan". ancam Farhan
"hahahaha kau mengancam ku, aku peringatkan padamu aku bisa melukai ibumu jika kau masih Ikut campur". ucap pria itu
bugh
Farhan meninggalkan rumah tersebut setelah memberikan pukulan terakhir dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Nadia membawa sumainya untuk duduk di sofa dan mengobati luka suaminya. sedangkan seorang wanita terseyum saat melihat kepergian Farhan.
"sebentar lagi kamu tidak bisa menghalangi rencanaku bocah ingusan". ucap wanita itu lalu menutup tirai jendela lalu menghidupkan batang rokok dan menghisapnya.
pria itu menahan perih saat Nadia mengobati lukanya dengan telaten Nadia mengobati luka suaminya.
Farhan menambah kecepatan Mobilnya sampai batas maksimal, saat Farhan akan menginjak remnya ternyata blong. Farhan menghindari ibu ibu yang akan menyebar
cit
cit
cit
cit
duar
suara mobil yang meledak dan langsung terbakar, orang orang yang ada di sekitar langsung memanggil polisi saat melihat kecelakaan tunggal itu. berita kecelakaan itu langsung menyebar ke sosial media. seorang wanita tertawa keras saat melihat berita yang di tayangkan.
"ma ada apa terjadi tertawa keras".tanya pria itu
"lihatlah siapa yang kecelakaan Farhan sudah tiada bersama mobilnya jadi tidak ada lagi yang menghalangi kita". ucap wanita itu
deg
pria itu langsung terdiam saat melihat berita tersebut dan duduk di samping mamanya
"nak segera kita lancarkan aksi berikutnya karena penghalang sudah tidak ada". ucap wanita itu
__ADS_1
"kenapa diam". bentak wanita itu
"tidak ma hanya kaget saja barusan aku berkelahi dengan dan mendengar berita ini". ucap pria
"Bagus itu, jadi itu salahnya kenapa selalu menghalangi kita jadi mama habisi saja". ucap wanita itu
"maksud mama". tanya pria
"mama buat rem mobilnya blong hahahaha". tawa wanita itu mengema
"mama akan lakukan apapun jika ada yang menghalangi mama membalas perbuatan Alex, mama juga bisa melenyapkan mu jika kamu tidak menurut dengan mama". ucap wanita itu sambil memainkan pisau di wajah anaknya. pria itu langsung mengambil pisau yang berada di tangan mama karena dia takut mamanya melukai dirinya sendiri karena selama ini wanita itu sering melukai dirinya saat mengamuk. pria itu memberikan obat kepada mamanya , setelah meminum obat itu mamanya tertidur.
"ma aku semakin khawatir dengan keadaan mama jika seperti ini aku takut jika mama harus meminum obat dengan dosis tinggi dari psikiater" monolog pria itu lalu menyelimuti mamanya. Nadia yang melihat suaminya turun dari tangga langsung menghampirinya.
"mas bagamana keadaan mama, apa perlu kita bawa ke psikiater lagi". tanya Nadia
"tidak perlu yang penting kita bisa menjaganya".
sedangkan di rumah Farhan Fatma syok saat mengatakan bahwa putranya Farhan mengalami kecelakaan dan ikut terbakar bersama mobilnya.
"Farhan putraku hiks hiks". tangis Fatma pecah dan jatuh pingsan. tetangga Fatma langsung membantu Fatma
"Bu Bu bangun". ucapnya sambil mengoleskan minyak kayu putih di hidungnya, Fatma mulai sadar
"hiks putraku meninggalkan ku". ucap Fatma
"ya sabar ya Bu". ucap tetangganya sambil mengelus pundak Fatma. sedangkan Fatma hanya bisa menangis dan pandangan kosong. hanya Farhan yang dia punya tetapi kenapa sekarang Farhan meninggalkannya. tetangga yang Fatma juga turut prihatin atas musibah yang di alami Fatma. tiba tiba Fatma mengalami sesak nafas sehingga membuatnya pingsan lagi, tetangga yang khawatir dengan keadaan Fatma langsung membawanya ke rumah sakit.
Ana memakan camilan sambil menonton tv sehingga tv menayangkan sebuah kecelakaan mobil.
"pasti tidak hati hati mengendarai mobil sehingga menjadi seperti itu". monolog Ana sambil memakan camilan. saat Ana akan Menganti siarannya , Ana menjatuhkan remotnya saat tau siapa yang kecelakaan yaitu dosennya pak Farhan
"jadi pak Farhan yang kecelakaan, lalu bagaimana dengan Tante Fatma , Tante Fatma hanya punya pak Farhan". monolog Ana
"Ana kamu lihat berita apa". tanya Laura
"ini ma kecelakaan". jawab Ana
"tapi kenapa kamu terkejut seperti itu". tanya Laura
"ini ma yang kecelakaan dosen Ana pak Farhan dan pak Farhan itu anaknya Tante Fatma". jawab Ana
"Fatma yang mama sering beli kue". tanya Laura dan di anggukan kepalanya.
__ADS_1
Laura langsung terdiam saat tau siapa yang kecelakaan, selama ini Laura tau jika Fatma hanya tinggal bersama anaknya sedangkan suaminya meninggalkan karena wanita lain tapi lima tahun lalu sumainya kembali lagi dan itu membuat Fatma senang tetapi kesenangan itu hanya sementara suaminya meninggal setelah satu bulan bersamanya.
Alex menghampiri istri dan anaknya lalu melihat berita yang sedang di tayangkan, Alex juga terkejut saat mengetahui bahwa yang ada di berita tersebut adalah Farhan rekan bisnisnya, apalagi berita itu menayangkan bagaimana keadaan mobil yang terbakar.