
Bunga yang sudah sampai di apartemen langsung masuk ke dalam kamarnya dan melempar tasnya dengan asal.
"aaaa". teriak Bunga
pyar prang
Bunga melempar alat makeup sehingga semuanya berserakan di lantai, seakan tidak puas Bunga mengambil lampu tidur dan melemparkan ke arah cermin
pyar
kaca itu pecah bahkan pecahan ada yang mengenai kakinya tetapi bunga mengabaikannya
"aku benci ayah, semenjak ayah menikah lagi ayah melupakan ku bahkan mengusirku dari rumah". umpat Bunga
"tidak akan aku biarkan kamu menguasai harta milik ayah Lastri, aku tau betul orang seperti mu itu hanya menginginkan hidup enak". monolog Bunga lalu duduk di bibir ranjang
Bunga terdiam dengan apa yang terjadi pada hidupnya dalam delapan bulan ini karena kehadiran orang lain sehingga membuat ayahnya tidak menyayanginya lagi seperti dulu
sedangkan di tempat lain Arden yang baru sampai rumah langsung masuk ke dalam kamarnya, saat sampai di kamar Arden meletakkan kalung milik Anissa di atas meja dan Arden masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena merasa gerah, setelah selesai Arden turun ke bawah dan menuju dapur karena merasa lapar, sedangkan sedang makan tiba tiba Arden memikirkan saat di taman tadi.
"kenapa aku merasa ayahnya Anissa tidak menyukaiku padahal selama ini belum pernah bertemu dan tidak mungkin aku membuat kesalahan sehingga membuat ayahnya Anissa tidak menyukaiku". monolog Arden lali memasukkan makanan ke dalam mulutnya, setelah selesai Arden masuk kembali ke dalam kamar dan matanya tertuju ke kalung milik Anissa lalu mengambilnya
"Anissa namanya yang cantik". ucap Arden tanpa sadar dan memandangi kalung itu dengan intens dan Arden ingat pertama kali dia bertemu Anissa berpenampilan seperti preman dan mereka sering bertengkar dan sekarang Anissa berpenampilan seperti gadis lainnya yang membedakan Anissa hanya mengunakan riasan tipis
"ternyata cewek preman itu bisa merubah penampilannya hanya saja sikapnya masih sama saja tidak ada yang berubah". ucap Arden lalu terkekeh dan memasukan kalung itu ke dalam laci
Arden berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya, Arden merasa tenang karena dia mematikan ponselnya sehingga tidak ada gangguan dari ayahnya yang menyuruh mengurusi perusahaan. Arden memejamkan matanya.
Anissa yang berada di dalam kamarnya sedang menonton Drakor dan saat tangannya meraba lehernya Anissa langsung menjadi panik saat kalungnya sudah tidak ada
"dimana kalung ku". panik Anissa dan langsung mencari ke penjuru kamar tetapi tidak menemukannya
Anissa melangkah kakinya menuju ke bawah
"ma mama". panggil Anissa
"apa sayang kenapa teriak teriak seperti itu". tanya Lisa yang menghampiri putrinya
"mama lihat kalung Anissa gak, Anissa sudah mencarinya tetapi tidak ada". jawab Anissa
__ADS_1
"kalung yang ada namamu pemberian dari nenek". tanya Lisa dan di anggukan oleh Anissa
"bukannya kalung itu selalu kamu pakai". tanya Lisa lagi
"iya ma tapi sudah tidak ada dan Anissa baru sadar, bagaimana ma jika kalung itu jatuh di jalan". ucap Anissa
"sekarang kamu ingat ingat hari ini kamu kemana saja". tanya Lisa
"Anissa hanya ke kampus dan ke taman dan habis itu pulang bersama ayah". jawab Anissa
"apa jatuh di taman ya ma soalnya tadi di kampus Anissa masih pakai". ucap Anissa sambil mengingat ingat
Anissa langsung berjalan keluar dan saat sampai di teras Anissa menghentikan langkahnya saat melihat Yusuf yang sedang berbicara pada ayahnya bahkan Yusuf menimang baby Farhat
"mau kemana Sa". tanya Delon
"taman yah". jawab Anissa
"mau menemui pria tadi". tanya Delon dengan menatap tajam putrinya
"maksud ayah Arden". tanya Anissa
"Anissa lihat ayah seperti tidak menyukai Arden". tanya Anissa
"sudah sebaiknya temani Yusuf saja ayah harus memperbaiki kran dapur". ucap Delon dan meninggalkan Anissa bersama Yusuf
Anissa dengan malas duduk di kursi yang barusan di duduki ayahnya
"Farhat lucu ya dia diam saja di ajak orang lain dan tidak rewel". ucap Yusuf
"hmmm". guman Anissa
"Arden pacar mu ya". tanya Yusuf
"kenapa sih ni orang tanya tanya terus". monolog Anissa dalam hati
"bukan tapi tidak tau untuk kedepannya". jawab Anissa dan Yusuf merasa senang saat nama pria yang di sebutkan owoh ayahnya Anissa bukan pacarnya Anissa
"sudah mencatat materi tadi". tanya Yusuf sambil melihat ke arah Anissa dari samping sedangkan Anissa menatap ke arah depan
__ADS_1
"belum nanti malam saja". jawab Anissa dengan Santai
tanpa mereka sadari Delon mendengarkan percakapan mereka, Lisa menghampiri suaminya yang berdiri di belakang pintu dan Anissa juga sedikit melihat apa yang membuat suaminya berdiri di belakang pintu sejak tadi.
"mas yang aku lihat Anissa tidak menyukai Yusuf". ucap Anissa
"aku rasa wajar saja dan mas yakin lama lama Anissa akan terbiasa dengan Yusuf, makanya mas menyuruh Yusuf untuk sering dan kemari agar Anissa bisa nyaman". ucap Delon
"aku harap mas tidak memaksa jika Anissa tetap tidak nyaman, aku tau maksud mas mendekatkan mereka agar tidak ada perjodohan tetapi perasaan tidak bisa di paksakan". ucap Lisa sambil menepuk pundak suaminya
"dan aku tau mas melakukan ini agar Anissa tidak dekat dengan Arsenal anaknya Alex dan Laura kan". tanya Lisa sambil menaik turunkan alisnya
"hmmm sebenarnya iya maksudnya bukan mas masih menyukai Laura hanya saja mas tidak ingin terhubung dengan orang masa lalu apalagi mas juga kesal dengan Alex yang seenaknya saja". ucap Delon
"aku tau tapi jika pada ujung Anissa dan Arden berjodoh kira tidak bisa melakukan apapun". ucap Lisa lalu meninggalkan Delon yang masih setia berdiri di belakang pintu
sedangkan dua insan yang berbeda kelamin itu hanya diam saja tanpa ada pembicaraan
"aku harus berusaha ekstra untuk mendapatkan hatinya karena baru kali ini aku bertemu dengan gadis yang merespon seperti ini". monolog Yusuf dalam hati
"hmm". Anissa berdehem
"aku ingin mengerjakan tugas, aku panggil ayah dulu ya". ucap Anissa
"tunggu dulu, aku rasa ini sudah sore, sebaiknya aku pulang saja dan titip salam buat om Delon , nanti takutnya om Delon masih sibuk ketika kamu memanggilnya". ucap Yusuf dan menyerahkan baby Farhat pada Anissa
"maaf bukan bermaksud untuk mengusir". ucap Anisa yang tiba tiba merasa tidak enak pada Yusuf
"tidak ini juga sudah sore, aku pulang dulu dan sampai ketemu di kampus besok". ucap Yusuf.
"iya"
setelah mobil yang di kendarai Yusuf sudah tidak terlihat Anissa masuk ke dalam rumah sambil menciumi baby Farhat sehingga membuat baby Farhat tertawa dan menjambak rambut Anissa.
💙💙💙
yuk tinggalkan dukungan agar semakin rajin update
sambil menunggu update yuk baca cerita dari kak " Rahayu Ningtiyas Bunga Kinanti " judul "Posesif Husband CEO Kejam Jatuh Cinta" sangat rekomendasi untuk di baca
__ADS_1