
Andra dan datang ke hotel tempat mereka akan mengadakan pesta pernikahan nanti. Andra dan Tasya memasuki hotel, Andra melihat bahwa dekorasinya hampir selesai di pasang.
"selamat datang tuan Andra dan nona Tasya". sapa salah satu karyawan WO
"terima kasih mas". jawab Andra dan Tasya bersamaan
"silahkan di lihat lihat jika ada yang kurang silahkan di sampaikan". ajak karyawan tersebut.
karyawan itu menjelaskan ke Andra dan Tasya bahwa jalan menuju ke pelaminan akan di pasang kaca dan bunga berada di samping jalan kemudian untuk para tamu akan di bagi menjadi dua yang sebelah kanan untuk tamu laki laki sedangkan sebelah kiri untuk tamu perempuan. dan bagaimana atas pelaminan akan dihiasi dengan lampu kristal dan juga bunga. Andra dan Tasya mendengarkankan penjelasan karyawan tersebut. Tasya melihat baru sebagian dekorasi yang terpasang saja sudah terlihat indah dan menawan apalagi jika semua dekorasi sudah terpasang semua.
"sya apa ada yang tidak kamu sukai dari dekorasi ini". tanya Andra
"tidak ada kak semuanya bagus". jawab Tasya sambil tersenyum
"tidak ada yang kurang mas, pasang saja seperti yang anda jelaskan, kami percaya bahwa akan memberikan yang terbaik untuk kami". beritahu Andra
"kami akan melakukan yang terbaik dan akan bertanggung jawab dengan tugas kami". jawab karyawan itu
Andra mengajak Tasya pergi ke lantai delapan yang terdapat taman di lantai itu, Tasya takjub dengan taman itu, di sana ada tumbuhan hijau dan juga bunga bunga
"kenapa mereka bisa membuat taman di hotel ini kak". tanya Tasya
"kakak juga tidak tau, tapi ini taman bagus bisa jadi tempat santai untuk para pengunjung". jawab Andra dan mengajak Tasya duduk di sebuah ayunan.
Andra mendorong ayunan itu dengan pelan dari kejauhan ada seseorang yang mengepalkan tangannya melihat mereka berdua.
"awas saja kalian berdua, aku akan merebut mu kak Andra dan kamu sya akan aku singkirkan bagaimanapun caranya". monolog Abel sambil meremas botol yang dia pegang
untuk masalah ayah Tasya yang meminta uang sudah di atasi oleh Alex, Alex sudah memberikan pelajaran kepada Herman agar tidak menganggu Tasya dan saat itu Alex menemukan sebuah fakta tentang Tasya. tetapi Alex masih menutupi fakta ini dari semua orang.
Tasya pergi ke toilet saat Tasya sedang bercermin untuk membenarkan rambutnya.
byur
Tasya terkejut saat ada seseorang yang menyiramkan dengan air bahkan air itu adalah air kotor. Tasya menatap orang itu
__ADS_1
"Abel kamu apa apaan ha". tanya Tasya
"itu cocok untuk mu, karena telah berani beraninya menikah dengan Andra". ucap Abel dengan santainya dan mengeluarkan pisau yang membuat Tasya langsung mundur
"kau mau apa bel". tanya Tasya dengan mundur sedangkan Abel memainkan pisau yang ada di tangannya
"hahahaha baru begini saja takut". tawa Abel memenuhi toilet tersebut yang membuat Tasya takut.
Abel maju dan memainkan pisau di wajah Tasya sehingga membuat Tasya gemetar.
"wajah ini tidak ada cantiknya di bandingkan aku tapi kenapa Andra lebih memilih kamu, bagaimana jika wajah ini aku hancurkan". ucap Abel dengan senyum jahatnya
"bel jangan bercanda ka kamu". ucap Tasya
Abel menurunkan pisau itu hingga di leher Tasya dan kemudian turun ke perut Tasya lalu ke lengan Tasya dan saat itu Abel memegang telapak tangan Tasya dan mengarahkan pisau itu di telapak tangan Tasya, lalu
"Abel". teriak Tasya
"aaaa". teriak seorang wanita yang masuk ke toilet tersebut
"to tolong saya di dia mau bunuh saya".
sedangkan Tasya yang masih terkejut apa yang di lakukan Abel menatap tangan yang berlumuran darah dan menatap Abel yang sudah tergeletak di lantai dengan pisau yang menancap di perutnya. Andra yang sudah menunggu lama tetapi Tasya tak kunjung kembali, Andra menyusul Tasya ke toilet.
"ada apa mba". beberapa orang datang ke toilet saat mendengar teriakan
"perempuan itu membunuh perempuan itu". tunjuk wanita itu sedangkan orang orang terkejut saat melihat seorang perempuan yang tergeletak di lantai
"Abel". monolog Tasya yang masih syok
"Bu bukan saya yang melakukannya". ucap Tasya saat melihat tatapan orang orang itu.
"sebaiknya panggil ambulan dan polisi". perintah dan wanita tadi memanggil ambulance dan polisi
Andra yang baru sampai di toilet bingung saat melihat ramai ramia, Andra berusaha melihat apa yang terjadi dan betapa terkejutnya Andra saat melihat Abel tergeletak di lantai sendangkan Tasya masih diam di tempat dengan tangan yang berlumuran darah, Andra menghampiri Tasya
__ADS_1
"Bu bukan aku kak, Abel sendiri yang menusukan pisau itu". ucap Tasya sambil menagis
"jika dia menusukkan dirinya sendiri kenapa ada darah di tangan mu dan sebelum perempuan itu tidak sadarkan diri dia mengatakan bahwa kamu akan membunuhnya". tuding wanita tadi
"tidak Bu tadi dia datang dan memainkan pisau itu dan dan dia menarik tangan saya dan seperti ini". ucap Tasya
"sudahlah jika pembunuhan yang pembunuhan". bentak wanita itu
seorang polisi datang dan juga tenaga medis, Abel di bawa ke rumah sakit sendangkan polisi mengamankan Abel dan barang bukti.
"pak saya yakin istrinya saya tidak melakukan itu". ucap Andra
"maaf pak saya harus membawanya dan bisa di jelaskan di kantor polisi". ucap polisi itu
"sya dengar kakak akan berusaha melepaskan kamu dan mencari kebenaran, kami tenang saja". ucap Andra dan menghapus air mata Tasya dan Tasya menganggukan kepalanya
Tasya diam saja saat di bawa ke kantor polisi, sedangkan Abel di bawa ke rumah sakit. setelah mendapat penanganan Abel di pindahkan di ruang rawat. saat itu wanita yang melihat kejadian tadi masuk. saat melihat ada yang masuk Abel membuka matanya dan sedikit merasa sakit di bagian perutnya, sebenarnya Luka Abel tidak terlalu parah.
"bagaimana". tanya Abel
"dia sudah di bawa ke kantor polisi". jawab wanita itu
"bagus dan jadilah saksi sehingga membuatnya mendekam di penjara untuk selamanya". perintah Abel
"bagaimana dengan perjanjian". tanya wanita itu
"tenang saja aku akan membiayai pengobatan suami dan setelah itu pindah keluar kota setelah Tasya di hukum berat". ucap Tasya
"buatlah kesaksian yang sangat memberatkannya". ucap Abel.
saat ada seseorang yang akan masuk Abel langsung menutup matanya lagi.
Andra dan seorang polisi masuk ke ruang rawat Abel
"bagaimana keadaannya". tanya Andra
__ADS_1
"kata dokter dia koma". jawab wanita itu
Andra datang ke mari untuk memastikan keadaan Abel dan akan menanyakan kebenaran ke Abel karena Andra yakin Tasya tidak melakukan itu sedangkan polisi datang untuk menanyakan kesaksian dari korban tersebut. saat melihat Tasya masih berbaring Andra meninggalkan ruang rawat Abel. saat keluar Andra bertemu dengan orang tua Abel. orang tua Abel yang sangat khawatir langsung masuk ke ruang rawat tanpa menyapa Andra.