
kandungan Laura sudah memasuki sembilan bulan tinggal menunggu hitungan hari dia akan melahirkan, Alex semakin memperketat keamanan untuk istri dan anaknya, kehamilan Laura yang sudah di sembunyikan terbongkar saat umur enam bulan. saat itu banyak yang mencoba membunuh anak mereka, tapi Alex dan Laura berusaha menyelamatkan anak mereka yang belum lahir. Laura berada di halaman belakang sedang menikmati Soo buahnya sambil mengusap perut buncitnya.
"sebentar lagi kita akan bertemu nak" monolog Laura sambil tersenyum
pyar
mangkuk yang di pegang Laura jatuh dan Laura memegang perutnya yang terasa mules, Laura berusaha menetralkan nafasnya dengan menarik nafasnya dan kemudian mengeluarkan, lalu Laura berjalan menuju ruang tamu menghampiri Alex dan Mex.
"lek". panggil Laura sambil meringis dan memegang perutnya, Alex dan Mex langsung menoleh ke sumber suara dan mereka terkejut saat melihat Laura meringis. Alex langsung mengahampiri Laura
"baby apa perutmu sakit". tanya Alex dengan panik saat keringat membanjiri wajah istrinya
"a aku akan melahirkan Lex". Alex langsung melototkan matanya saat mendengar Jawaban Laura
"Mex siapkan mobil". teriak Alex
Mex langsung berlari ke garasi untuk mengambil mobil sedangkan Alex langsung mengendong Laura dan memasukan kedalam mobil, Mex langsung menjalankan mobilnya. Laura mencengkram paha Alex saat di bawah sana ada yang mendesak ingin keluar, Laura meringis
"baby tahan ya sebentar lagi sampai rumah sakit" Alex berbicara sambil mengelap keringat Laura
"eugh" Laura mengejan karena ingin yang di bawah segera keluar rasanya mengganjal
"baby jangan keluar di sini" Alex sangat panik
"tapi anakmu sudah ingin keluar Lex, dan aku Mex kenapa lambat sekali menyetirnya". teriak Laura yang membuat Mex meringis karena disalahkan, sedangkan Alex meringis karena mendapat cubitan dari Laura.
akhirnya mobil sampai di rumah sakit dan para suster segera menghampiri mereka dan membawa Laura ke ruang bersalin. Alex menemani disamping Laura dan memegangi tangan Laura, dokter Salla mengecek jalan keluar bayi Laura dan sudah terlihat rambut bayi.
"nyonya ikuti instruksi saya, sudah terlihat rambut bayinya yang akan keluar". Laura hanya menganggukkan kepalanya.
dokter Salla memerintahkan Laura untuk menarik nafas dan membuang dan mengejan
"eughh". teriak Laura dan dia terengah-engah, tapi bayi belum keluar padahal tinggal sedikit lagi
"baby ayo semangat". Laura yang mendengar suara Alex merasa dongkol
"ini semua gara gara kamu". protes Laura
"kenapa aku baby". jawab Alex
"gara gara ularmu itu aku seperti ini, apalagi saat pertama kali itu ularmu masuk terasa sakit dan sekarang untuk mengeluarkan hasil dari ularmu juga sakit". teriak Laura dan Alex hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sedangkan suster dan dokter Salla menahan senyum atas protes yang Laura keluarkan untuk Alex
"tapi baby juga menikmatinya". jawab Alex sambil cemberut.
__ADS_1
dokter Salla mengintruksikan lagi agar Laura mengejan lagi
"eughh". teriak panjang Laura
oek
oek
oek
oek
suara bayi memenuhi ruangan itu, Alex yang melihat bayi mungil itu langsung meneteskan matanya sedangkan Laura terseyum telah berhasil mengeluarkan satu anak mereka.
"selamat tuan nyonya anak pertama kalian berjenis kelamin laki laki". dokter Salla terseyum
kemudian bayi itu diambil alih oleh suster untuk di bersihkan sedangkan dokter Salla membantu Laura untuk melahirkan bayi yang kedua, Laura mengambil nafasnya dan mulai mengejan untuk kali ini jauh lebih mudah tidak seperti yang pertama.
oek
oek
oek
oek
"dok kenapa saya merasakan mules lagi". ringis Laura sambil memegang perutnya, dokter sall terkejut dan langsung mengecek dan betapa terkejutnya dokter Salla saat tau masih ada bayi yang harus di lahirkan oleh Laura
"apa istrinya saya baik baik saja dok". tanya Alex cemas saat melihat raut wajah Laura, dokter Salla terseyum
"nyonya baik baik baik saja, nyonya Laura harus melahirkan satu bayi lagi". jawab dokter Salla
"sa satu bayi lagi". tanya Alex gugup dan di anggukan oleh dokter Salla
gubrak
Alex pingsan saat tau istrinya akan melahirkan tiga bayi dalam waktu yang sama, Laura yang melihat Alex pingsan hanya menyebikan bibir.
"saat melawan musuh terlihat garang, saat tau akan punya anak tiga malah pingsan, padahal dia yang buat" cerocos Laura dan suster membantu Alex yang pingsan
"nyonya sudah siap untuk melahirkan bayi lagi". tanya dokter Salla
"harus siap dokter tapi saya sudah sangat lemah". jawab Laura
__ADS_1
Laura mengikuti intruksi dokter Salla, Laura berusaha kuat agar bayinya bisa dilahirkan dengan selamat
oek
oek
oek
bayi berjenis kelamin perempuan telah Laura lahirkan dan saat bayi itu lahir Laura langsung pingsan, suster memberikan Laura dan setan itu Laura di pindahkan ke raung rawat. Alex sadar dari pingsan dan melihat ke sekeliling tidak ada Laura dan anak anaknya. langsung keluar dan mencari Laura.
"dok". teriak Alex saat melihat dokter Salla keluar dari ruang rawat
"dimana istri saya dan anak anak saya". tanya Alex
"mereka di dalam tuan". jawab dokter Salla dan Alex langsung masuk.
pemandangan pertama yang Alex lihatlah adalah tiga box bayi, Alex mengahampiri mereka, Alex masih tidak percaya bahwa dia telah menjadi seorang ayah dari tiga anak dalam waktu yang sama.
"aku masih tidak percaya". guman Alex
"mereka bertiga ada di depan mu kak, masak tidak percaya". Mex berbicara saat mendengar gumam Alex
"hebat juga kecebongmu kak, satu kali tembak langsung jadi tiga, apalagi kalau tiga kali tembak jadi sembilan itu, hahaha". ejek Mex
"diam Mex". Alex berbicara sambil menjewer telinga Mex
Alex mengendong mereka satu persatu kemudian mencium mereka dan meletakkan kembali.
"Hay putri ayah, kamu sangat mirip dengan mamamu". alex menoel hidung putrinya dan bayi itu mengeliat, Alex meletakkan kembali putrinya kedalam box.
Alex berjalan mendekati Laura yang masih memejamkan matanya, Alex mencium kening Laura dan menggengam tangan Laura.
"terima kasih baby, kamu telah memberikan anak anak yang sangat tampan dan cantik" monolog Alex sambil mencium tangan Laura dan memandangi wajah Laura yang terlihat lelah.
sedangkan Mex asik menganggu tiga bayi yang sedang tertidur itu, Mex merasa gemas terhadap ponakannya itu. dan merasa takjub bahwa mereka berada dalam satu rahim dengan waktu yang bersamaan.
"Hay boy, nanti kalau sudah besar jaga adik adikmu" bisik Mex
"Hay boy dua, jadi anak yang pintar". bisik Mex ke telinga bayi kedua
"Hay princess, kalau sudah besar jadi perempuan yang bisa menjaga harga dirinya, awas saja paman akan mengawasimu dan meneliti setiap laki laki yang dekat denganmu". bisik Mex dan bayi itu mengeliat badannya.
💙💙💙💙💙💙
__ADS_1
yeh akhirnya ucapan selamat untuk Alex dan Laura
jangan lupa yang dukungannya berupa like,komen dan tentunya hadiah gif serta vote, dan jangan lupa favorit agar tidak tertinggal updatean