Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Berdetak Dua Kali Lipat


__ADS_3

Anissa yang sudah sampai di depan kelasnya bernafas lega karena dosennya belum datang, Anissa mengatur nafasnya dan duduk di bangku paling depan karena mahasiswa ataupun mahasiswi yang berangkat duluan selalu duduk di belakang kecuali anak anak yang ambis, hal ini bukan hal baru di dunia perkuliahan. setelah duduk Anissa menopang dagunya dan tangannya dan mengetukkan jarinya di meja.


Bunga yang juga baru sampai di kelas bernafas lega juga saat dosen belum masuk, Bunga yang melihat Anissa duduk di bangku depan langsung mendudukan dirinya di bangku sebelah Annisa sedangkan Anissa memincingkan matanya saat melihat Bunga duduk di sampingnya karena selama ini yang Anissa tau Bunga sangat anti dekat dengannya apalagi duduk di sampingnya.


"ada hubungan apa kamu sama Arden". ucap Bunga tanpa melihat ke arah Anissa


"berbicara denganku". Anissa menunjukkan dirinya


"iya". jawab Bunga lalu menatap Anissa


"owh tidak ada hubungan apapun". jawab santai Anissa


"tidak ada hubungan apapun tapi kenapa bisa berangkat bersama dengannya". tanya Bunga lagi


"kamu suka dengannya". tanya Anissa balik saat merasa Bunga mengintimidasinya


"jawab saja pernyataan ku jangan tanya yang lain". bentak Bunga


"tadi mobilku rusak di tengah jalan saat aku menyetop seseorang ternyata itu Arden, aku juga terpaksa berangkat dengannya". jawab Anissa dengan ketus


"awas saja suka dengan Arden". ancam Bunga


"ambil saja itu cowok menyebalkan dan aku tegaskan ke kamu aku tidak akan jatuh cinta atau menyukai cowok sepertinya". jawab Annisa


Bunga menghentikan perkataannya saat melihat dosennya sudah masuk ke kelas dan Bunga memandang Anissa dengan sinis sedangkan Anissa yang di pandang seperti itu hanya cuek saja


"kenapa ini dosen sudah masuk tidak bisa pindahkan aku dan terpaksa duduk di samping cewek preman ini mana tiga jam pelajaran lagi". monolog Bunga sambil mengkerutkan bibirnya


"dasar bibir bebek pasti ini anak mengumpat dalam hati". monolog Anissa dalam hati dan kembali fokus mendengarkan temannya yang sedang menjelaskan materi hari ini, karena setiap selesai persentasi pasti di beri kesempatan untuk bertanya pada kelompok yang persentasi hari ini dan ketika kelompok yang di beri pertanyaan tidak bisa menjawab maka dosen akan melempar pertanyaan itu ke audien dan ini akan Anissa gunakan untuk aktif dalam perkuliahan agar mendapatkan nilai yang baik.


saat sedang fokus tiba tiba Anissa memikirkan dirinya yang memeluk Arden dengan erat tadi dan tadi dia sempat terpesona saat Arden melepaskan helm dan Anissa juga mengingat beberapa kejadian saat di perkemahan, saat dia tergelincir ke jurang Arden menolongnya dan mengendongnya sampai ke tenda karena kakinya terkilir.


"aish kenapa aku tiba tiba memikirkan beruang kutub itu". monolog Anissa lalu mengelengkan kepalanya

__ADS_1


"Anissa apa ingin menjawab pertanyaan dari Dian karena kelompok di depan tidak bisa menjawabnya". tanya Dosennya itu karena dosen itu tau Anissa termasuk mahasiswi aktif dan pertanyaan dosen membuat Anissa terkejut karena dia tidak mendengarkan apa yang di tanyakan Dian


"tidak pak". jawab Anissa sambil memainkan pulpen karena merasa bingung, lalu dosen itu melemparkan pertanyaan ke mahasiswa ataupun mahasiswi lainnya.


Arden merasa bingung saat Ben terseyum senyum kepadanya sejak di parkiran tadi


"Ben kamu itu kenapa, membuat mu merinding dan lihat semua orang melihatmu dengan aneh". tanya Arden


"kamu ada hubungan apa dengan cewek yang kamu bonceng tadi". tanya Ben sambil menaiki turunkan alisnya


"tidak ada hubungan apapun". jawab Arden


"yakin, waktu itu saja kamu perhatian sama dia saat di terjatuh ke jurang dan sekarang berangkat bersamanya". tanya Ben dengan Curiga


plak


Arden memukuli Ben dan Ben merasa kesakitan saat Arden memukulnya


"owh dia yang maksa". Ben menganggukan kepalanya


Arden dan Ben memasuki kelas mereka, saat masuk ke kelas Arden masih memikirkan kenapa tadi saat Anissa memeluknya membuat jantung berdetak dua kali lipat.


"aish pasti ini efek karena belum pernah membonceng perempuan selain mama dan Ana". Arden menyakinkan dirinya


sebenarnya selama ini jika ada kegiatan MAPALA dan ada anak cewek yang terluka Arden tidak pernah seperhatian itu seperti dia memperhatikan Anissa jika ada yang terluka pasti Ben yang mengurusnya.


setelah selesai jam pelajaran Arden membeli makanan di kantin Kampus


ting


*Ayah*


jangan lupa setelah selesai dari kampus ke kantor belajar memegang kantor karena tidak selama ayah yang mengurusi kantor ini, Andra sudah menjalankan kantor yang satu dan kamu harus meneruskan yang ayah pegang

__ADS_1


Arden membaca pesan dari ayahnya dengan malas karena dari semalam ayahnya selalu membujuknya dengan berbagai macam cara sehingga membuat Arden pusing


ting


*Ayah*


Arden mendengarkan ayah tidak


^^^*Anda*^^^


^^^iya yah nanti Arden ke sana, jangan mengingatkan Arden terus membuat Arden pusing, ayah sangat menyebalkan^^^


Arden mematikan ponselnya dan memasukan ke dalam tasnya pasti setalah ini ayahnya akan menelponnya. Arden menikmati makanan di depannya.


Arden menatap Anissa yang memasuki kantin tanpa berkedip dan itu membuat jantungnya berdetak dua kali lipat dan hal yang sama di rasakan oleh Anissa saat matanya bersitatap dengan mata Arden, Anissa meremas ujung bajunya saat jantung berdetak.


"kenapa dia melihat ku seperti itu dan ini juga kenapa jagung berdetak dengan cepat". monolog Anissa


"ya semuanya penuh". ucap Aira teman Anissa


mata Aira menatap Arden yang duduk sendirian dan langsung terseyum di sana masih ada tempat duduk untuk mereka berdua makan, Aira menarik tangan Anissa dan mengajaknya ke arah meja Arden, Anissa yang menyadari Aira akan membawanya ke mana langsung gelagapan.


"boleh kita duduk disini soalnya semua meja penuh". tanya Aira dan Arden menatap sekitar dan ternyata penuh


"Aira jika memang sudah penuh nanti saja makannya". ajak Anissa


"aku sudah lapar Anissa dan lihat meja ini masih ada tiga bangku lagi, kita masih bisa duduk di sini". jawab Aira langsung menarik bangku dan duduk


"Aira ini sudah ada orangnya, sebaiknya nanti saja". ajak Anissa


"tidak apa apa kan kita duduk di sini, saya sudah lapar sekali". mohon Aira dan Arden menganggukkan kepalanya


Aira langsung menarik Anissa untuk duduk dan setalah itu Aira meninggalkan Anisa bersama Arden karena dia akan memesan makanan . kecanggungan menyelimuti mereka berdua, Anissa mengalihkan perhatiannya ke arah lain sedangkan Arden sedikit menatap Anissa. Bunga yang ada di meja lain memegang sendok saat melihat pemandangan di depannya, apalagi dulu dia pernah meminta duduk bersama Arden karena semua sudah penuh tapi Arden menjawabnya tunggu sampai ada mahasiswa ataupun mahasiswi yang sudah selesai baru membeli makanan tapi sekarang Arden mengizinkan Anissa duduk bersamanya. Anissa merasa gugup saat berduaan dan mengumpati Aira yang lama sekali memesan makanan

__ADS_1


__ADS_2