Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Melancarkan Rencananya


__ADS_3

Andra sedang memperhatikan Tasya yang mengerjakan tugas kuliah. awalnya Andra ingin mengajak Tasya berbulan madu tetapi Tasya menolaknya karena mereka sedang kuliah dan Tasya mengatakan mereka bisa berbulan madu saat libur kuliah nanti.


"hunny kau yakin tidak ingin honeymoon sekarang". tanya Andra


"hubby kita bisa berbulan honeymoon nanti saat libur kuliah jugaan tinggal dua bulan lagi libur". jawab Tasya yang masih fokus dengan tugasnya


"dua bulan itu masih lama Lo". bujuk Andra


setelah menikah Tasya baru tau jika Andra itu memiliki sikap manja dan apa yang dia inginkan tidak bisa di tunda, seperti rencana honeymoon ini, Andra sudah membujuk Tasya setiap hari bahkan menanyakan soal honeymoon


"hubby aku sudah sering izin dan jika izin lagi aku pasti akan mengulang mata pelajaran". jawab Tasya


"hmm padahal aku ingin berduaan dengan mu saja hunny". rengek Andra


"di sini juga sudah berdua, memang ada apa dengan honeymoon sehingga membuat mu semangat hubby". tanya Tasya


"membuat anak". jawab Andra sambil menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya karena tidak berhasil membujuk Tasya


"ha hubby kamu mengajakku jauh jauh Swis hanya untuk membuat anak padahal di sini saja bisa". jawab Tasya dengan membereskan meja belajarnya.


"aaa". teriak Tasya saat berbalik badan dan Andra ada di belakangnya


"hubby membuat ku terkejut saja". ucap Tasya sambil mengelus dadanya, Tasya menatap Andra dan merasakan pasti akan terjadi sesuatu


tanpa aba aba Andra mengendong Tasya dan meletakan Tasya di ranjang dan menarik selimut untuk menutupi mereka dan terjadi Anaconda masuk ke dalam muara.


Tasya mengusap kepala Andra yang tertidur di dadanya setelah kegiatan mereka.


"maaf hubby aku baru tau jika perempuan yang kamu sukai selama ini adalah aku". monolog Tasya dan Andra semakin mengeratkan pelukannya


"selama ini aku selalu fokus untuk mengejar Arden sehingga tidak melihat perhatian yang kamu berikan hubby".


"betapa beruntungnya aku bisa di cintai olehmu hubby dan aku akan membalas cinta untukmu". monolog Tasya sambil mengeratkan selimutnya.


bagaimana Tasya dan Andra datang ke rumah orang tua Andra, Tasya masuk ke kamar Andra dan tidak sengaja menemukan barang barang yang dia berikan ke Arden ada di lemari Andra dan saat dia melihat foto kecilnya bersama Andra di balik foto itu ada tulisan " aku mencintaimu Tasya". saat itu juga Tasya menemui Ana dan menanyakan soal barang barang dan foto itu, lalu Ana mengatakan bahwa kakak Andra sudah menyukainya sejak lama dan Ana mengatakan juga jika makanan yang dia berikan itu dari Andra bukan Arden. jelas saja Tasya terkejut mengetahui fakta tersebut.


setelah itu Tasya memejamkan matanya dan menyusul Andra ke alam mimpi.


sedangkan Ana yang berada di kamarnya belum bisa tidur dan memainkan ponselnya


ting


*Gio*


maaf menganggu malam malam


Ana membaca pesan dari Gio


"kenapa malam malam Gio mengirimku pesan". monolog Ana


^^^*Anda*^^^


^^^tidak menganggu ada apa^^^


*Gio*


aku hanya ingin bertanya soal ayahmu, besok aku ingin mengajukan kerjasama di bidang pemasaran, ayahmu orang seperti apa Ana


^^^*Anda*^^^


^^^owh^^^

__ADS_1


^^^yang penting proposal yang kamu buat bagus dan sesuai lalu kamu menyampaikan dengan baik, aku yakin ayahku akan menerima kerja sama denganmu^^^


*Gio*


makasih Ana. maaf menganggu waktu, aku takut pacarmu marah


^^^*Anda*^^^


^^^tidak ada yang akan marah^^^


setelah Ana membalas pesan itu Gio sudah tidak membalasnya lagi. Ana menuju ke lemari dan mengambil bajunya dan memakainya


"sudah lama tidak ke D'devil, aku merindukan Taiger, pasti semua orang sudah tidur". monolog Ana


Ana keluar melalui jendela dan melompat dari pagar. Ana melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


cit


Ana mengerem motornya mendadak saat di hadang oleh beberapa orang yang menggunakan topengnya, Ana turun dari motornya dan mulai waspada


"kenapa menghadang ku". tanya Ana tapi tidak ada jawaban dari mereka


dor


salah satu dari mereka menembak Ana dan Ana langsung mengeluarkan pistolnya.


"jangan macam macam dengan saya ya".


dor


dor


dor


dor


dor


"sial aku lupa mengisi pelurunya". umpat Ana


Ana maju ke hadapan mereka secara perlahan


dor


dor


dor


Ana maju dan menghindari tembakan tersebut.


bugh


bugh


bugh


bugh


Ana dan beberapa orang itu terlibat perkelahian, Ana berhasil menumbangkan mereka semua, saat sudah memastikan mereka semua pingsan Ana kembali ke motornya.


"hmmm". teriak Ana saat ada orang yang membekap mulutnya dan memberontak tetapi tenaganya masih kalah jauh lalu secara perlahan penglihatan Ana mulai kabur dan jatuh pingsan. orang itu langsung mengendong Ana dan memasuk ke dalam mobil. mobil itu melajukan mobilnya dan diikuti oleh beberapa orang bertopeng yang menyerang Ana tadi.

__ADS_1


Farhan yang baru saja pulang dari kantor melihat motor di pinggir jalan dan tidak ada pemiliknya, Farhan turun dan melihat motor tersebut.


"inikan motor yang sering Ana gunakan untuk datang ke D'devil tapi di mana Ana". monolog Farhan


"Ana". teriak Farhan


"Ana". teriak lagi


"semoga saja Ana baik baik saja". monolog Farhan dan menghubungi seseorang


Farhan meminta bantuan kepada J untuk mencari keberadaan Ana dan J akan membantu Farhan. Farhan menelusuri jalan itu berharap menemukan petunjuk dan sialnya di jalan tersebut tidak ada Cctv sama sekali. Farhan memukul stir mobilnya.


"Ana kamu ada di mana jika terjadi sesuatu dengan dirimu aku tidak bisa memaafkan mu". monolog Farhan tetapi tidak menemukan petunjuk apapun.


Farhan menepikan mobilnya dan menghubungi J lagi


"J bagaimana apa kamu sudah menemukan petunjuk". tanya Farhan


"belum di sekitar motor Ana tidak ada petunjuk apapun"


Farhan mematikan sambungan teleponnya, Farhan akan mencoba melacak nomor Ana


"semoga saja Ana membawa ponselnya". monolog Farhan


setelah menemukan titik keberadaan Ana memalui nomor ponselnya Farhan langsung melajukan mobilnya menuju ke lokasi.


sedangkan di sebuah kamar Ana belum sadar dari pingsannya.


"mas aku tidak ingin kamu menyentuhnya".


"Nadia denger mas, hanya cara ini agar mas bisa menikah dengannya dan Jika dia hamil anak itu akan menjadi milikmu". ucap seorang pria


"tapi aku tidak mau berbagi". rengek Nadia


"mama punya ide bagaimana jika Bandit saja yang memperkosanya dan setelah selesai kamu yang tidur di sampingnya seolah olah kalian berdua telah melakukannya sehingga Ana akan meminta kamu untuk bertanggung jawab, jadi setalah itu tinggal kita lancarkan untuk menghancurkan Alex, karena mama tidak ingin ada darahmu yang bercampur dengan keturunan Alex jika Ana hamil". ucap seorang wanita


"mama benar mas". sambung Nadia


"bandit". teriak pria itu


"iya tuan". jawab Bandit


"aku punya tugas untukmu".


"tugas apa tuan"


"perkosa gadis itu terserah kamu mau melakukannya beberapa kali mau sepuasmu terserah". ucap pria Itu sedangkan Bandit yang notebene pecandu **** merasa senang saat tuannya menawarkan seorang gadis kepadanya.


"tuan yakin bukannya tuan yang akan melakukannya". ucap Bandit


"kau saja, kami tunggu di luar, Ana tidak akan bangun dia akan bangun besok jam sepuluh pagi, dan ingat setelah selesai langsung keluar". ucap pria itu


"baik tuan". jawab Bandit


setelah kepergian tuanya Bandit langsung naik ke atas ranjang dan melucuti pakaiannya yang Ana gunakan, saat Ana sudah polos Bandit menelan air liurnya karena kemolekkan yang Ana punya, dengan buru buru Bandit melepaskan pakaian sehingga sama sama polos.


"waktu masih panjang aku ingin bermain main dulu sebelum melakukan penyatuan". ucap Bandit dan menghirup wangi dari Ana dan langsung mengungkung tubuh Ana yang polos


sehingga....


💙💙💙

__ADS_1


sehingga tinggal jejak agar cepat update


__ADS_2