
Andra mengeliat badannya dan membuka matanya pemandangan pertama kali yang Andra lihat adalah wajah Tasya, Andra mengangkat kepala Tasya dan menarik tangannya yang di gunakan sebagai bantal oleh Tasya kemudian meletakkan di bantal, Andra mencium kening Tasya dan membenarkan selimut yang melorot. Andra mengambil handuknya yang berada di atas nakas dan melilitkan di pinggangnya kemudian menuju kamar mandi, pagi ini Andra merasakan tubuhnya sangat seger. Andra melihat punggung lewat cermin dan terdapat bekas cakaran yang di tinggalkan oleh Tasya.
"pantas saja orang orang yang sudah menikah selalu senyum senyum sendiri saat bangun tidur jadi seperti ini rasanya". monolog Andra saat mengingat ayahnya saat pagi hari selalu tersenyum.
Andra berdiri di bawah sower, air yang membasahi tubuhnya semakin membuat tubuhnya semakin segar. di bawah guyuran air Andra tersenyum membayangkan apa yang terjadi semalam bahkan anaconda dapat memuaskan muaranya.
"kau sudah puas". monolog Andra pada anaconda. setelah beberapa menit mandi Andra keluar menggunakan handuk di pinggangnya karena tidak ada baju di sana.
Andra berjalan ke arah jendela dan membuka gorden agar sinar pagi masuk ke kamar mereka. Tasya mengeliat saat merasakan ada cahaya yang menganggu tidurnya. Andra terseyum saat melihat istrinya hanya mengeliat tanpa membuka matanya. Andra mendekati istrinya lalu mencium bibir istrinya sehingga membuat Tasya membuka matanya dan mematung apa yang di lakukan oleh Andra
"pagi hunny". sapa Andra yang duduk di bibir ranjang sambil menyelipkan rambut Tasya ke telinganya
"pagi kak". jawab Tasya
"auwh". pekik Tasya saat Andra mengigit jarinya
"kenapa di gigit". tanya Tasya sambil menarik tangannya
"semalam sudah aku katakan jangan panggil kakak hmmm". jawab Andra sambil mengusap pipinya Tasya
sedangkan Tasya mengingat perkataan Andra itu dan saat itu juga Tasya mengingat apa yang telah mereka lakukan tadi malam. Tasya yang malu langsung menarik selimutnya sampai menutup matanya dan Tasya mengigit bibirnya saat menyadari bahwa dia tidak mengunakan sehelai benangpun.
"kenapa di tutup hmm". ucap Andra sambil menarik selimut yang menutupi wajah istrinya yang cantik ini
"malu hubby". jawab Tasya sambil mengigit bibirnya apalagi saat Tasya melihat Andra hanya menggunakan handuk saja dia ingat saat semalam dia mengusap dada bidang suaminya itu
"tidak perlu malu, sekarang mandilah". perintah Andra dan Tasya bangun kemudian menyadarkan badannya di kepala ranjang, Tasya merasakan badannya sakit semua. pipi Tasya memerah saat melihat lingerie dan benda yang menutupi muaranya berada di lantai.
"tapi tidak ada baju di sini, hanya ada baju itu". jawab Tasya dan menunjuk lingerie yang berada di lantai Andra mengikuti pandangan Tasya dan Andra terseyum saat melihat lingerie serta benda yang melindungi muara istrinya yang berwarna merah menyala itu ada di lantai bahkan lingerie juga sedikit robek.
"pakai kimono yang ada di kamar mandi dulu, nanti aku akan meminta seseorang untuk mengirimkan pakaian kita". ucap Andra dan Tasya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Andra berdiri sambil melihat Tasya yang memegangi selimut untuk menutupi tubuh.
"auwh". ringis Tasya saat akan berdiri dan kembali duduk di bibir ranjang, Andra yang melihat itu langsung duduk di samping istrinya.
"apa rasa sakit sekali". tanya Andra dan di anggukan oleh Tasya dengan malu malu
"tunggu di sini, aku siapkan air hangat dulu". Andra masuk ke kamar mandi Kemudian mengisi bathup dengan air hangat. setelah itu Andra menghampiri istrinya.
"eh eh". Tasya terkejut saat Anda menarik selimut dan langsung mengendong dengan keadaan polos. Andra menurunkan istrinya dengan hati hati di bathup.
"berendamlah, panggil aku jika butuh sesuatu, aku akan membereskan ranjang dulu sebelum petugas kebersihan mengganti sprei dan Tasya menganggukan kepalanya.
Andra mengambil lingerie dan benda itu lalu memasukkan ke dalam ranjang pakaian kotor, lalu melepaskan sprei yang menjadi saksi malam panas mereka. Andra terseyum saat melihat noda darah di sprei itu dan Andra sangat bangga bahwa dirinya adalah laki laki pertama yang menyentuh istrinya dan akan menjadi satu satu laki laki yang boleh menyentuh Tasya. Andra memasuki sprei dan selimut ke dalam plastik yang akan di ambil oleh petugas hotel.
ting
tong
"ini tuan pakaian anda dan nyonya". ucap asisten itu, Andra mengambil toge bag itu
"terima kasih". jawab Andra
Andra menutup pintu saat asisten sudah pergi, Andra yang memiliki ide jail dia menyembunyikan pakaian mereka karena Andra ingin melihat bagaimana seksi Tasya menggunakan kimono.
ting
ting
Andra membuka pintu ternyata petugas hotel, empat pria itu langsung mengganti sprei dan membersihkan bunga bunga yang berserakan di lantai dan salah satu dari mereka mendorong troli yang berisi sarapan yang di minta oleh Andra.
"ini tips buat kalian dan biaya tambahan untuk mencuci spreinya".
__ADS_1
"terima kasih tuan". ucap petugas itu yang sangat tau kenapa Andra memberikan uang untuk mencuci sprei karena mereka sering bertugas mengganti sprei pasangan pengantin, setelah itu mereka keluar.
Tasya yang merasakan tubuhnya sudah seger segera membilasnya di bawah sower. setelah itu Tasya meriah kimono yang ada di kamar mandi itu. saat akan memakai kimono Tasya memelototkan matanya saat melihat dada dan lehernya di penuhi oleh tanda yang di buat oleh suaminya.
"apakah hubby ini vampir kenapa tanda sebanyak ini". monolog Tasya sambil memegang tanda yang ada di lehernya.
Tasya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan kimono yang sangat pas di tubuhnya, saat berjalan Tasya merasa ada yang mengganjal di bawah sana. sedangkan Andra tersenyum saat melihat cara jalan Tasya.
"hubby apa pakaian belum datang". tanya Tasya yang tidak nyaman menggunakan kimono
"belum, kemarilah dan makan sarapannya". perintah Andra
Tasya menghampiri Andra yang duduk di sofa dan melihat ranjang yang sudah rapih bahkan sudah di ganti spreinya.
"makanlah hunny kamu butuh untuk memulihkan tenagamu". perintah Andra
mereka berdua menikmati makanan dengan tenang, Andra makan sambil melihat ke leher jenjang Tasya yang di penuhi oleh jejek kepemilikannya.
"ternyata aku buat sebanyak itu yang di leher dan sebanyak apa yang aku buat di sekitar gunung Himalayanya". monolog Andra sambil mengusap tengkuknya.
"apa masih sakit". tanya Andra saat mereka sudah selesai makan
"tidak tapi saat di gunakan untuk berjalan rasanya ada yang mengganjal". jawab Tasya
"kapan mereka mengantarkan pakaian kita hubby". tanya Tasya lagi
"tidak tau tadi katanya secepatnya". jawab Andra lalu merbahkan kepalanya di pangkuan Tasya. Andra memainkan tali kimono yang di gunakan oleh Tasya
"jangan, masih sedikit sakit". ucap Tasya sambil memegang tali kimononya
"jadi kalau tidak sakit boleh minta lagi". ucap Andra sambal memperhatikan wajah Tasya dari bawah dan Tasya menganggukan kepalanya, setelah mendapatkan jawaban dari Tasya Andra langsung menenggelamkan wajahnya di perut Tasya.
__ADS_1