
flashback on
setelah kejadian pemerkosaan itu Bunga tetap menjalani hidup seperti biasanya dan seolah olah tidak pernah terjadi apapun. Bunga tetap pergi ke kampus dan ke kantor sebagai sekertaris Yusuf hingga berjalan satu bulan setelah kejadian itu.
huek
Bunga menutup mulutnya saat salah satu karyawan membawa sebuah makanan, di dalam lift Bunga menutup hidungnya. Bunga bernafas dengan lega saat lift sudah terbuka
"kenapa bau seperti ini bikin mual". ucap Bunga dan masuk ke dalam ruangannya
setelah sampai di dalam ruangannya Bunga menyiapkan berkas berkas yang harus di tanda tangani oleh Yusuf.
tok
tok
tok
"masuk". ucap Yusuf yang ada di dalam ruangan
"pak ini ada beberapa berkas yang perlu di tanda tangani". ucap Bunga dan menyerahkan berkas itu dan Yusuf langsung menandatangani berkas berkas itu
Bunga melebarkan matanya saat melihat kalender di meja Yusuf dan tiba tiba Bunga memegang perutnya. Bunga mulai sedikit panik saat menyadari dia sudah telat satu minggu.
"ini". ucap Yusuf
"terima kasih pak". ucap Bunga dan langsung keluar dari ruangan Yusuf
__ADS_1
sesampainya di ruangan Bunga langsung menyandarkan tubuhnya di kursi
"tidak mungkin besok aku akan datang bulan". ucap Bunga menyanyikan dirinya lalu melanjutkan pekerjaannya.
saat pulang dari kantor Bunga memutuskan untuk mampir ke apotik dan kini dia sudah berdiri di depan apotik dengan langkah pelan bunga memasuki apotik itu.
"mba ada tespeck". tanya Bunga
"ada, sebentar mba saya ambilkan". ucap
"mba cari obat penurun panas". ucap seseorang berdiri di samping Bunga
tubuh Bunga langsung bergetar saat melihat seseorang berdiri di sampingnya.
"ini mba tespecknya". ucap penjaga apotik
Bunga langsung mengambil tespeck dan menyerahkan uang dan meninggalkan apotik itu
"mas ini obat penurun panasnya".
pria itu mengambil dan membayar obat yang dia beli lalu meninggalkan apotik itu
setelah sampai apartemen bunga langsung masuk ke kamar mandi dan langsung mengecek. saat hasilnya sudah terlihat tangan Bunga gemetar saat melihat dua garis merah dalam tespeck tersebut. air matanya tidak bisa terbendung lagi
"a aku hamil". ucap Bunga lalu menjatuhkan dirinya di lantai kamar mandi
"hiks hiks hidupku hancur". tangis Bunga pecah
__ADS_1
Bunga menghidupkan air di bathup lalu membaringkan tubuhnya di sana dan membiarkan dirinya tengelam dalam air itu lalu memejamkan matanya.
keesokan harinya Bunga membuka matanya dan melihat ke sekeliling dengan keadaan tangan di infus
"lemah sekali, bunuh diri adalah tindakan yang pengecut, seorang mahasiswi yang suka menghina orang kini lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya". ucap Yusuf yang sudah berdiri di samping Bunga
"bapak tidak tau apa yang saya alami , mungkin jika bapak ada di posisi saya akan melakukan hal yang sama". ucap Bunga dan menatap tajamnya ke arah Yusuf
"saya tau apa yang kamu alami". ucap Yusuf sambil memegang tespeck milik Bunga tadi
ya Yusuf mengikuti Bunga saat melihat Bunga yang keluar dari apotik Hingga menemukan Bunga yang sudah terendam air
"jika saya jadi kamu saya tidak akan melakukan bunuh diri karena itu akan membuat orang yang menghancurkan dirimu itu senang dan dia akan menang". sambung Yusuf
"lalu apa kata orang jika dia tau aku hamil di luar nikah dan itu akan membuatku gila jadi lebih baik mati saja". ucap Bunga
"ayo menikah". ucap Yusuf dan Bunga menatap Yusuf dengan tajam
"untuk apa". tanya Bunga
"kamu menghawatirkan orang lain tau jika kamu hamil di luar nikah bukan, jika kita menikah maka orang akan tau jika itu anak kita jadi aman kamu tidak akan gila memikirkan itu dan begitu kamu bisa membalas orang yang sudah membuatmu seperti ini". ucap Yusuf
"pikirkan baik baik". sambung Yusuf
pada akhirnya mereka berdua menikah dan Amar juga tidak mempermasalahkan apa yang di lakukan putranya, Amar hanya Berharap mereka berdua bahagia di dalam pernikahan mereka walaupun pernikahan mereka tidak berdasarkan cinta
flashback off
__ADS_1
Yusuf yang memasuki kamar melihat Bunga yang sudah tertidur, Yusuf mengahampiri Bunga dan Yusuf dapat melihat mata sembab Bunga. secara perlahan tangan Yusuf berada di perut Bunga walaupun itu bukan anaknya Yusuf merasa sayang pada anak yang di kandung Bunga selama dua bulan ini Yusuf memberikan terbaik pada bunga dan juga kandungnya walaupun mereka berdua seperti orang asing.
setelah mengusap perut Bunga yang sedikit menonjol itu Yusuf bangkit dari ranjang lalu menuju kamar mandi untuk memberikan dirinya.