
Bunga mengeliat saat merasakan perutnya sedang di usap usap tetapi masih enggan membuka matanya.
ceklek
saat mendengar suara pintu yang terbuka seseorang yang mengusap perut bunga langsung berlari keluar lewat jendela. saat Yusuf masuk ke dalam kamar pemandangan pertama yang dia lihat adalah bunga yang sedang tertidur.
"kenapa jendelanya tidak di tutup apalagi sudah malam". ucap Yusuf berjalan ke arah jendela saat akan menutup jendela Yusuf menghentikannya karena melihat sesuatu.
Yusuf menghidupkan lampunya utama dan disana terlihat jejak sepatu. Yusuf langsung berjalan menuju balkon tetapi tidak menemukan apapun
"Kenapa ada jejak sepatu". ucap Yusuf
Yusuf menghela nafasnya lalu masuk kedalam kamar sedangkan orang yang ada di balik pohon segera pergi setelah Yusuf masuk kedalam kamarnya.
Yusuf naik ke atas ranjang dan mengambil ponselnya lalu membuka cctv yang ada di kamarnya. dalam keadaan pencahayaan lampu tidur Yusuf dapat melihat seseorang masuk lewat jendela lalu mendekati Bunga lalu menyibak selimut yang digunakan Bunga Kemudian dia mengusap perut Bunga. Yusuf mengepalkan tangannya saat ada orang lain yang mengusap perut istrinya ada rasa tidak terima.
Yusuf tidak dapat melihat dengan jelas dan video cctv hanya ada di dalam kamar
"siapa dia berani beraninya masuk ke rumah ku dan seperti besok aku harus memasang cctv di bagian luar". ucap Yusuf meletakkan ponselnya dengan kasar
Yusuf membuka kancing baju di bagian perut bunga lalu mengusap perutnya bunga sebuah rutinitas yang Yusuf lakukan sebelum tidur
"tolong usap sedikit ke atas disana gatal". ucap Bunga yang masih memejamkan matanya
Yusuf mengarahkan tangan sedikit ke atas tapi tiba tiba Yusuf menelan salivanya saat tangan tidak sengaja menyentuh aset bunga yang tidak terlindungi Karena setiap dia akan tidur bunga pasti melepaskan pelindung asetnya. Yusuf segera menarik tangan sebelum lepas kendali bagaimanapun dia seorang pria yang normal pasti memiliki hasrat apalagi wanita yang tidur di sampingnya adalah istrinya. Yusuf segera membenarkan baju Bunga dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka lalu Yusuf membaringkan tubuhnya di samping bunga.
Yusuf menelan salivanya dengan kasar saat bunga memeluknya dan mencari kenyamanan di dadanya.
"dasar murahan Kenapa mesti bangun sih". monolog Yusuf saat tongkat saktinya bangun
keringat semakin membahasi wajahnya Yusuf saat tidak dapat menahan hasratnya. Yusuf yang sudah tidak tahan langsung mengungkung Bunga sehingga membuat Bunga terkejut dan membuka matanya
"a apa yang kamu lakukan". tanya Bunga dengan gugup dan Bunga semakin gugup saat Yusuf menatapnya dengan intens dan itu membuat bayangan saat dirinya di perkosa malam itu terlintas dalam benaknya dan rasa sakit itu tiba tiba muncul
"lepaskan aku, aku tidak mau hiks". ucap Bunga langsung menutup matanya saat bayang bayang itu berputar dalam otaknya
__ADS_1
"jangan lakukan itu ku mohon biarkan aku pergi Jangan hancurkan aku hiks". tangisan bunga pecah dan memberontak
Yusuf yang melihat itu seketika panik
"hey buka matamu dan lihat aku, suamimu". ucap Yusuf menepuk nepuk pipi Bunga
"bunga buka matamu". ucap Yusuf
"hiks hiks hiks tidak mau lepas jangan jangan dimasukkan". racau Bunga
"Bunga ini aku tolong buka matamu ". ucap Yusuf
Bunga membuka matanya secara perlahan dan yang dia lihat wajah Yusuf
"jangan menangis". ucap Yusuf sambil air mata bunga
Bunga masih sesenggukan, Yusuf mengusap pipi Bunga. Yusuf yang awalnya berhasrat langsung redup saat melihat bunga menangis ternyata kejadian itu meninggalkan trauma di dalam diri Bunga. Yusuf membawa Bunga kedalam pelukannya
"aku takut ". ucap Bunga dengan Suara yang bergetar
"jangan takut ada aku di sini". ucap Yusuf sambil mengusap punggung Bunga untuk memberikan ketenangan
"seperti aku harus membawanya ke psikiater, aku takut traumanya mempengaruhi kesehatan janinnya". ucap Yusuf
Yusuf memejamkan matanya saat mendengar dengkuran halus Bunga.
sedangkan di tempat lain seseorang memasuki rumah dengan kesal
"mas kamu dari mana". ucap seorang wanita tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari pria itu
"mas jangan bilang kamu menemui wanita itu". ucap seorang wanita
"kamu terlaluan mas". ucap wanita itu dan memukul suaminya
"aku hanya ingin melihat anakku". ucap pria itu dan mendorong istrinya
__ADS_1
"anakmu apa kamu yakin itu anakmu mas, malam itu tidak hanya kamu yang melakukannya pada gadis itu". ucap wanita tersebut
"aku sangat yakin karena malam itu dua orang yang lainnya menggunakan pengaman sedangkan aku tidak ". jawab pria
"kamu jahat mas, aku istrimu tapi perempuan lain yang kamu hamili, kenapa mas lakukan itu ". ucap wanita tersebut
"Jangan lupa kamu asih aku melakukan itu karena butuh uang untuk biaya operasi mu waktu itu". ucap pria tersebut
"oke oke kamu melakukannya untukku tapi ku mohon Jangan temui perempuan itu lagi, aku istrimu mas aku cemburu, aku takut kamu jatuh cinta padanya ". ucap asih
"aku tidak bisa aku menginginkan anak itu, anak yang tidak bisa kamu berikan".
"hanya anaknya sajakan mas tidak dengan ibunya ". tanya asih
"sekarang bagaimana mas mau mengambilnya mereka semua orang kaya pasti kamu tidak bisa mengambil bayi itu setelah lahir". ucap asih
"aku akan kembali ke rumah orang tuaku". ucap pria
"mas apa kamu sudah gila, jika kamu kembali kesana berarti kamu setuju untuk menceraikan ku, orang tuamu tidak suka dengan ku mas". ucap asih
"aku ingin mendapatkan anak ku bagaimanapun caranya".
"besok kita ke rumah orang tua ku". ucap pria itu
"aku tidak mau". tolak asih
"asih cobalah mengerti selama ini aku menuruti kemauan mu dan tolong kali ini turuti kemauan ku, dan orang tuaku menerima mu tapi kamu selalu menganggap orang tuaku musuhmu".
"jika kamu tidak mau ikut ya sudah, kalau begitu bukan hanya anaknya yang akan aku ambil tapi ibunya untuk menggantikan mu sebagai istriku ".
"baiklah baiklah aku ikut ". ucap asih
"mas tapi benar hanya anaknya kan". tanya asih
"iya, asih cobalah kamu berbaikan pada orang tuaku, aku tidak tau apa permasalahan mu pada orang tuaku sehingga keadaan kita seperti ini , padahal awal kita menikah semua baik baik saja sehingga orang tuaku ingin mengusirmu dari rumah ". ucap pria tersebut
__ADS_1
"maaf mas aku belum bisa menceritakan masalah itu, aku takut mas marah". ucap asin
pria tersebut menarik nafasnya dan melihat tangan yang berhasil mengusap anaknya yang masih di dalam perut, kegiatan yang ingin dia lakukan selama beberapa hari ini saat mengawasi Bunga. pria itu tersenyum andai bisa melakukan kegiatan itu setiap hari tapi sayang itu tidak akan bisa terjadi.