
Di Bali sepasang suami istri sedang menikmati keindahan salah satu pantai yang ada di Bali, Ana sedang menyandarkan kepalanya di bahu Farhan dan Farhan mengusap punggung tangan Ana.
"pangeran panda aku masih tidak menyangka jika kita di persatukan dalam ikatan pernikahan"ucap Ana
"sayang kita tidak tau takdir kita akan seperti apa nantinya, kita di persatukan dalam ikatan pernikahan karena sudah tertulis dan menjadi takdir kita". jawab Farhan
"pangeran panda jika nanti aku lebih dulu meningal apa kamu akan menikah lagi". tanya Ana tiba tiba
"jangan berbicara seperti itu aku ingin selalu bersama mu". ucap Farhan sambil mengecup kepala Ana
"aku lebih memilih meninggal lebih dulu karena aku tidak yakin akan bisa bahagia jika tanpa mu". udah Ana lalu mengecup pipi Farhan
"auwh". ringis Ana saat Farhan menyentil dahinya
"jangan berbicara seperti itu". ucap Farhan sambil menarik hidung Ana dan langsung berdiri
Farhan berlari saat Ana akan membalas perbuatannya, hingga terjadi aksi kejar kejaran antara Farhan dan Ana, kebahagian terpancar di antara mereka berdua. Farhan memeluk Ana dari belakang sambil menikmati sunset.
"sangat indah dan cantik". ucap Ana
"lebih cantikan wanita yang ada di pelukanku ini". sahut Farhan dan semakin mengeratkan pelukannya
"gombal". ucap Ana sambil mencubit pinggang Ana
setelah menikmati suasana pantai Farhan dan Ana kembali ke penginapan mereka, di sepanjang perjalanan mereka tertawa, Ana meresakan kebahagian sebahagia ini.
"aku harap aku selalu merasakan kebahagiaan seperti ini". do'a Ana dalam hati
saat memasuki kamar Ana terseyum saat melihat suasana kamar itu yang di dekorasi seperti kamar pengantin
"kenapa kamarnya di hias seperti ini". tanya Ana sambil memegang lilin yang ada di kamar itu
"tidak apa apa hanya ingin romantis saja". jawab Farhan sambil mengecup punggung tangan Ana
__ADS_1
Farhan mendekati Ana dan meraih tengkuk Ana dan secara perlahan bibir Farhan mendekat bibir Ana, Ana memejamkan matanya saat Farhan menciumnya dan Ana mengalungkan tangannya di leher Farhan. Ana membalas ciuman Farhan. Farhan mendorong Ana agar terbaring di ranjang. Farhan menarik selimut dan terjadilah apa yang harus terjadi.
Ana merbahkan kepalanya di dada polos Farhan sedangkan Farhan memainkan rambut Ana.
"sayang kamu ingin anak laki laki atau perempuan". tanya Ana sambal membuat pola abstrak di dada Farhan
"mau laki laki ataupun perempuan sama saja". jawab Farhan dan Farhan juga merasa aneh kenapa Ana tiba tiba menanyakan soal Ana bukannya Ana ingin lulus dulu
"hmmm aku ingin punya anak dalam waktu dekat ini". sambung Ana dan menatap Farhan yang masih terdiam
"kenapa diam kamu tidak suka ya aku hamil dalam waktu dekat ini". ucap Ana sambil mengerucutkan bibirnya
"bukan sayang, aku malah senang jika kamu hamil tapi Kenapa kamu ingin cepat cepat memiliki anak bukannya kamu ingin hamil setelah lulus kuliah". tanya Farhan sambil menyingkirkan anak rambut Ana
"aku berubah pikiran jadi mulai besok jangan pakai pengaman ya". ucap Ana
"jika memang kamu sudah siap dan ingin cepat hamil besok jika kita melakukannya tidak akan menggunakan pengaman". ucap Farhan dan Ana langsung terseyum mendengar jawaban Farhan
"rumah kita". tanya Ana
"iya, aku sudah menyiapkan rumah ini sejak lama karena berhubung waktu itu kakiku sakit jadi belum bisa mengajakmu tinggal di sana". jawab Farhan
Setelah cukup berbincang bincang mereka membersihkan tubuhnya, Ana yang sudah selesai duduk di bibirnya ranjang dan melihat ponsel Farhan yang berkedip. Ana mengambil ponsel Farhan dan terdapat pesan dari nomor baru
*0857''''''''*
lihat Farhan apa kamu masih ingat foto ini, foto ini adalah foto waktu kita berdua mengikuti lomba putri putra waktu SMA, sangat serasi bukan dan aku yakin jika kita jadi pasangan suami istri pasti akan serasi seperti itu
Ana langsung menelpon nomor itu
"hallo Farhan aku tau kamu masih memiliki perasaan untukku jika tidak mana mungkin kamu menelpon ku, aku tau kamu sudah menikah tapi aku tidak masalah jadi istri kedua mu jika kamu takut menyakiti istrimu maka kita bisa menikah secara diam diam dan saat aku bertemu dengan istrimu maka aku bisa bersikap tidak kenal dengan mu, aku tau kamu tidak akan bisa melupakan ku apalagi kita dulu berpacaran sangat lama dan aku tau kamu memblokir nomor ku karena kamu masih kesal karena ucapkan dulu bukan dan sekarang kamu menelpon ku karena sudah tidak marah". ucap wanita di seberang sana dengan sangat bahagia
"masa lalu hanyalah masa lalu tidak perlu untuk di ingat kembali dan masa depannya bersama ku, aku tau kamu sering mengirim pesan dan mencoba menggoda suamiku, dengar Erlin aku tau kamu mendekati suamiku karena dia memiliki segalanya sekarang dan yang kamu miliki sekarang adalah obsesi bukan cinta jika memang kamu mencintainya kamu tidak akan mengkhianatinya dan meninggalkannya". ucap Ana
__ADS_1
"tau apa kamu dan aku yakin Farhan masih memiliki perasaan padaku dan kamu tau kami berpacaran sudah cukup lama, apa kamu yakin Farhan dan aku belum pernah tidur bersama". tanya Erlin dengan bangga
"aku yakin pada suamiku karena aku yakin ibunya mendidik suamiku dengan baik jadi Farhan tidak akan menyentuh perempuan sebelum ada ikatan pernikahan". jawab Ana dengan santai
"sebaiknya kamu jauhi suamiku sebelum kamu menyesal Erlin". ucap Ana
"menyesal aku akan lebih menyesal jika tidak mendapatkan Farhan dan akan mudah bagiku untuk menyingkirkan perempuan lemah sepertimu". ucap Erlin sambil mengebu gebu
"kamu belum tau aku jadi jangan main main dengan ku". ucap Ana lalu mematikan sambungan teleponnya
Ana terkejut saat Farhan mencium pipinya, saat Ana menoleh Farhan terseyum lebar
"jangan pikirkan dia, Erlin memang seperti itu jika ingin mendapatkan sesuatu dia bisa melakukan apapun". ucap Farhan
"kamu mengenal betul dia". tanya Ana
Farhan mengatakan pada Ana bahwa dia cukup mengenal Erlin Karen mereka satu SMA dan satu kampus dan ketika masa kuliah Erlin meninggalkannya, jadi cukup wajar jika tau sifat Erlin yang tidak akan menyerah sebelum mendapatkan keinginannya seperti dulu dia rela menyerahkan mahkotanya agar bisa mendapatkan laki laki yang kaya dari dirinya dan pada akhirnya terwujud padahal pada saat itu Erlin masih status pacarnya dan teganya Erlin menghinanya.
"ya semua orang akan gelap mata saat ini mendapat sesuatu". ucap Ana
"berarti Erlin sudah memiliki anak". tanya Ana.
"sepertinya iya tapi tidak tau karena setelah tidak memiliki hubungan dengannya aku tidak pernah bertemu dan bertemu kembali waktu meeting itu menggantikan ayahnya". jawab Farhan
karena waktu yang sudah larut malam akhirnya mereka memutuskan untuk tidur
💙💙💙
jangan lupa tinggalkan dukungan
yuk sambil nunggu update, aku punya rekomendasi cerita dari author "Sun_Flower95" judul " Serpihan Hati Yang Disia-siakan" cusslah jangan sampai ketinggalan Ceritanya
__ADS_1