
anak anak itu begitu senang saat mendapatkan alat untuk membuat kerajinan bahkan dengan menggunakan alat itu akan membuat mereka lebih cepat membuat kerajinan. Alex dan Laura melihat anak anak yang begitu pandai dalam membuat sebuah kerajinan.
"om tante hiasan dinding akan jadi dalam waktu tiga sampai lima hari". beritahu anak itu
"tidak masalah". jawab Laura
"hiasannya mau di antar atau di ambil sendiri om tante". tanya lagi
"nanti om kesini untuk mengambilnya dan ini uangnya om bayar lunas". jawab Alex sambil menyerahkan beberapa lembar uang dan anak itu menerima dengan senyuman yang mengembang. setelah berbincang dengan dengan anak anak Alex dan Laura memutuskan untuk pulang.
sedangkan di apartemen Andra dan Tasya sedang duduk di ruang tamu dengan kesibukan masing masing, Tasya sedang menyalin pelajaran dari buka Ana sedangkan Andra menatap Tasya dengan senyum.
Ting
tong
Ting
tong
Tasya menghentikan kegiatannya saat mendengar bel berbunyi
"biar aku saja yang membukanya kamu lanjutkan belajarnya". ucap Andra saat melihat Tasya akan berdiri.
Andra terkejut saat membuka pintu di sana sudah banyak orang
"ada apa ini bapak bapak ibu ibu". tanya Andra
"kamu berbuat mesumkan". bentak salah satu bapak bapak di sana
"mesum apa pak". tanya Andra
Tasya yang mendengar keributan segera menghampiri Andra yang masih di ambang pintu.
"ini ni gadis, saya melihat kalian berdua tinggal tanpa Ikatan apapun". sambung ibu ibu itu
"maaf Bu ini ada apa". tanya Tasya
"jangan sok polos ya kalian di sini berbuat mesumkan". tuding ibu ibu itu
"kami tidak mesum Bu". jawab mereka kompak
tapi mereka tidak ada yang mau mendengarkan penjelasan mereka sama sekali bahkan ada yang membawa foto foto mereka saat di hotel itu bahkan ada foto Tasya yang tidak memakai selai benangpun, Tasya yang melihat foto itu shok dan pingsan, Andra langsung membawa Tasya ke dalam dan membaringkan Tasya di sofa dan menepuk nepuk pipinya.
__ADS_1
"kami sebagi penghuni unit ini kami mau Kalian menikah hari ini" perintah salah satu bapak bapak.
"iya iya saya akan menikah hari ini tapi tolong diam dulu dia sedang pingsan". jawab Andra
saat Tasya sudah bangun dia semakin terisak saat mendengar bahwa dia harus menikah dengan Andra hari ini. jika mereka tidak mau menikah maka mereka akan di permalukan di semua penghuni apartemen ini dan mereka di hukum dalam keadaan polos.
di ruangan itu sudah terdapat dua keluarga berkumpul, Herman menatap tajam ke arah Tasya yang sedang menunduk, gara gara dia Agung menarik saham yang ada di perusahaan sedangkan Alex dan Laura terlihat sangat santai. setelah akad selesai Tasya langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu tersebut.
Herman meminta sebuah suntikan dana untuk perusahannya jika Arden tidak mau memberikan apa yang dia mau, Herman akan tetap menikah Tasya dengan pria yang mau memberikan suntikan dana walaupun status Tasya sudah menjadi istri Andra, Andra yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya. Alex menyelesaikan masalah itu dengan memberikan apa yang di minta Herman.
setelah kepergian orang tuanya dan orang tua Tasya, Andra memijat pangkal hidung
Ting
*Tante Hana*
Tante harap kamu bisa membahagiakan Tasya Ar, mungkin saat ini Tasya belum bisa menerima mu tapi mohon buatlah dia nyaman bersama mu
itulah pesan yang di kirimkan oleh tante Hana
kemudian Andra membalas pesan tante Hana
^^^Andra akan berusaha untuk membuat Tasya bahagia^^^
pagi hari Tasya keluar dengan mata sembab, Andra yang melihat itu langsung mengahampiri Tasya.
"sya kamu baik baik sajakan". tanya Andra yang khawatir
"maaf maafkan aku". Tasya berbicara sambil menatap mata Andra
"maaf untuk apa". tanya Andra
"maaf karena menolongku kamu harus menikah dengan ku". jawab Tasya
"ini bukan salah mu ,ini sudah takdir sya". jawab Andra sambil mengusap air mata Tasya
"tapi kamu menikah dengan ku, membuat tidak bisa melamar gadis yang kamu sukai kak". beritahu Tasya dan Andra terseyum melihat Tasya yang menyalahkan dirinya
Andra membawa Tasya kedalam pelukannya dan menjelaskan bahwa ini sudah menjadi sebuah takdir dan saat Tasya mengatakan tidak ada cinta di antara mereka, Andra menjelaskan bahwa cinta bisa tumbuh kapanpun dan Andra meminta kepada Tasya untuk menjalankan pernikahan ini mengalir begitu saja. Tasya membalas pelukan Andra, mereka berpelukan begitu erat.
"andai kamu tau sya, gadis itu adalah kamu". monolog Andra dalam hati
Ting
__ADS_1
tong
Andra melepaskan pelukannya kemudian menuju ke pintu untuk mengambil pesanan makanan yang dia pesan tadi. mereka makan dengan hening bahkan kecanggungan meliputi Tasya sedangkan Andra nampak tenang. Andra memutuskan akan tinggal di apartemen bersaman Tasya. setelah makan Andra memberitahu Tasya bahwa besok dia bisa masuk kuliah lagi. Tasya yang merasa canggung hanya menanggukan kepalanya.
sedangkan Ana lagi lagi menerima sebuah bunga yang terletak di atas mobilnya, Ana melihat ke sekitar tetapi nampak sepi tidak ada siapapun di parkir kampus itu
Ting
*bunga tulip yang indah untuk si cantik*
lagi lagi Ana mendapatkan pesan dari nomornya asing yang sama tapi anehnya saat Ana ingin menghubungi balik tidak bisa bahkan saat Tasya akan melacak nomor itu tidak bisa dan tidak ada informasi mengenai nomor tersebut.
"bunga dari siapa An". tanya Arden saat melihat Ana memegang sebuah buket bunga tulip yaitu bunga kesukaan Ana.
"tidak tau kak, mungkin orang asing". jawab Ana sambil membuang bunga itu ke tempat sampah, tanpa Ana sadari ada seseorang yang mengepalkan tangannya saat melihat Ana membuang bunga itu.
"aku akan terus mengirimkan bunga tulip setiap hari". monolog orang itu
Ting
*kenapa bunga di buang*
Ana membulatkan matanya saat nomor itu mengirimkan pesan dan terdapat gambar dia membuang bunga itu, Ana langsung melihat kesekitar tapi tidak ada siapapun
"berarti dia ada di sini". monolog Ana
"ada apa Ana". tanya Arden saat melihat Ana seperti mencari sesuatu dan Ana hanya mengelengkan kepalanya
Ana memutuskan untuk pulang setelah berpamitan kepada Arden. di jalan Ana memikirkan siapa orang yang telah mengirimkan pesan untuknya
Ting
*jangan melamun saat menyetir itu bahaya*
cittt
Ana langsung menginjak rem secara tiba tiba saat membacakan pesan itu
Ting
*hati hati apa yang barusan kamu lakukan itu membahayakan dirimu dan orang lain*
Ana mengepalkan tangannya saat membaca pesan pesan itu.
__ADS_1