
Alex dan Laura sudah sampai di rumah sakit karena sejak tadi Laura terus memaksa suaminya untuk ke rumah sakit.
"siang dok". ucap Alex
"siang tuan Alex". jawab dokter
dokter memeriksa Alex dengan intens. setelah melakukan pemeriksaan dokter menyampaikan bahwa penyakit jantung Alex sudah tidak bisa di sembuhkan lagi dan Laura terkejut saat mendengar penjelasan dokter itu bahwa suaminya memiliki riwayat jantung.
"mas kenapa menyembunyikan semua ini dan sejak kapan mas punya riwayat jantung". tanya Laura saat mereka sudah berada di depan mobil
"bukan maksud mas menyembunyikan semua ini baby, mas juga baru tau satu bulan yang lalu dan itupun sudah parah". jawab Alex
Alex membawa Laura ke dalam pelukannya saat melihat mata istrinya sudah berkaca kaca
"jangan tinggalkan aku mas hiks". ucap Laura
"baby semua orang pasti akan kembali pada akhirnya saat waktunya tiba dan mas yakin istri mas ini wanita kuat apalagi ada anak anak dan cucu cucuku kita". ucap Alex sambil mengusap air mata istrinya yang berjatuhan
"tapi aku tidak sanggup jika hidup tanpa mas, pokoknya aku harus Ikut mas". ucap Laura
"hey jangan seperti itu siapa yang akan menemani anak anak kita". ucap Alex
"mereka sudah berkeluarga". jawab Laura dan memeluk Alex dengan erat
Alex membalas pelukan Laura lalu menyuruh istrinya untuk masuk ke dalam mobil. di dalam mobil Alex menyetir sambil menggenggam tangan istrinya. Alex terkekeh saat melihat Laura yang cemburut.
"jangan seperti itu rasanya mas ingin mencium dan mengigit bibir mu". ucap Alex
"mas kita cari dokter yang hebatnya ya aku yakin mas bisa sembuh jadi kita bisa melihat cucu kita tumbuh dan bermain". ucap Laura dan Alex hanya menanggapi dengan senyuman
Laura mencubit lengan Alex karena tidak mendapat respon. Alex mengusap kepala Laura lalu menciumnya. Alex melajukan mobilnya bukan menuju rumah tapi ke suatu tempat.
"mas kita mau kemana". tanya Laura
"aku ingin mengajakmu kesuatu tempat, pasti kamu suka". jawab Alex
sedangkan di rumah Anissa merasa jengkel dengan Arden yang sejak tadi memeluknya dan tidak mau melepaskannya.
"mas lepas". ucap Anissa berusaha melepaskan pelukannya suaminya
__ADS_1
"tidak mau". jawab Arden semakin mengeratkan pelukannya
"ck mas ini pegal Lo, aku lapar mau turun makan". ucap Anissa
Anissa merasa geli saat Arden mencium lehernya dan meninggalkan tanda kepemilikan.
"mas berhenti jangan sampai kebablasan". ucap Anissa sambil memberontak
"kebablasan juga tidak apa apa". jawab Arden dengan santai
"ish bukan begitu dua jam yang lalu kita baru saja melakukan lihat rambut masih basah". ucap Anissa sambil mencubit tangan suaminya sehingga bisa lepas dari pelukannya
"dasar mesum". teriak Anissa yang keluar dari kamar
Arden berjalan menyusul istrinya karena dia juga sedang merasa lapar. sesampainya di meja maka Arden melihat Anissa yang sudah menyiapkan makanan untuk mereka berdua.
"mas ayah dan mama mana". tanya Anissa
"tadi ayah bilang mau pergi ke suatu tempat". jawab Arden dan duduk
"aaa". teriak Anissa saat Arden menarik tangannya sehingga dia duduk di pangkuan Arden
"diamlah sayang atau kamu akan membangunkan monster di bawah sana yang akan membuatmu kenyang selama sembilan bulan". bisik Arden
"ya sudah makan seperti ini saja dan suapi aku". ucap Arden dan mengigit pipi Anissa
Anissa menghembuskan nafasnya dan memilih untuk makan di pangkuan Arden serta menyuapi suaminya. Anissa merasa heran dengan kadar kemesuman suaminya seorang yang begitu dingin ternyata sangatlah mesum
setelah selesai makan mereka berdua sedang menikmati waktu bersama. Arden merebahkan kepalanya di pangkuan Anissa dan sedang memainkan ponsel milik Anissa.
"apa dia masih sering mengganggumu".tanya Arden sambil menunjukan kontak Yusuf
"tidak, sudah lama dia tidak mengangguku".jawab Anissa dan Arden menganggukan kepalanya
Arden meletakan ponselnya dan menyusupkan kepalannya di baju Anissa lalu menciumi perut Anissa sedangkan Anissa menahan geli
"sayang berhenti jangan seperti,geli". ucap Anissa berusaha melepaskan kepala Arden darinya
Arden mengeluarkan kepalanya lalu duduk mensejajarkan tubuhnya dengan Anissa.
__ADS_1
sedangkan di tempat lain Alex menghentikan mobilnya di sebuah tempat. Alex menggenggam tangan Laura dan berjalan menuju danau. Laura terseyum saat melihat keindahan danau itu.
"mas indah sekali tempatnya, kenapa baru sekarang kesininya". tanya Laura
"tempatnya baru jadi dua minggu yang lalu". jawab Alex
sepuluh tahun lalu Alex membeli tanah kosong dan meminta pada seseorang untuk membangun danau buatan disana serta rumah dan menanam beberapa tanaman di lahan kosong itu. dan dua minggu yang lalu semuanya baru selesai. Alex membuat ini semua untuk hadiah pernikahan mereka yang ke dua puluh dua tahun.
"selamat untuk pernikahan kita yang ke dua puluh dua tahun baby, aku bangun tempat ini untukmu, aku tau kamu memiliki impian ingin memiliki rumah di dekat danau". ucap Alex
"dan tidak mungkin kita membangun rumah di dekat danau sungguhan makanya aku merancang danau buatan ini". sambung Alex
"kamu lihat itu". ucap Alex sambil menunjuk rumah minimalis
"tempat ini bisa di gunakan untuk liburan keluarga kita". ucap Alex
"mas terimakasih, aku tidak tau harus berkata apa, ini sungguh di luar ekspektasi ku". jawab Laura dengan mata berkaca-kaca
"ayo kesana". Alex membawa Laura untuk menaiki perahu
untuk sampai dirumah harus menaiki perahu terlebih dahulu. Laura menikmati udara sejuk tetapi saat mengingat apa yang di katakan dokter tadi membuat senyum Laura luntur.
"aaa". Laura terkejut saat Alex mengendongnya
"kenapa melamun hmmm". ucap Alex
"apa hanya sampai dua puluh dua tahun untuk kebersamaan kita mas, aku akan berdo'a jika kamu kembali aku juga berharap mengembuskan nafas terakhirku bersamamu". ucap Laura
"sudah jangan pikirin itu, aku membawa mu kesini untuk merayakan hari pernikahan kita". ucap Alex
Alex mengendong Laura masuk ke dalam rumah itu. saat masuk ke dalam rumah Laura di buat takjub dengan hiasan hiasan yang sudah ada. sebelum membawa Laura kemari Alex sudah meminta orang untuk menghias rumahnya.
"kapan kamu menyiapkan ini semua mas". tanya Laura saat mereka sampai di meja ala ala makam romantis
"tadi pagi aku menyuruh orang untuk menyiapkan semuanya". jawab Alex
Alex mengeluarkan sebuah kalung yang dia pesan khusus untuk istrinya dan kemudian ia pakaian di leher Laura. Alex mencium punggung tangan Laura.
__ADS_1
"terima kasih untuk dua puluh dua tahunya baby". ucap Alex lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Laura
mereka saling mencium menikmati kebersamaan mereka, Laura mengalungkan tangannya dileher Alex. walaupun sudah tidak muda lagi mereka masih tetap romantis