Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Mulai Menyadari Perasaannya


__ADS_3

setelah memastikan istrinya tidur dengan nyaman Andra turun ke bawah menghampiri Arden yang sedang menghadap beberapa makanan di atas meja. Andra dapat menebak bahwa adiknya itu pasti memesan makanan.


"kak makan". ucap Arden lalu mengigit pizza


"maaf tadi mie di habiskan Tasya". ucap Andra lalu mengambil sepotong pizza dan kemudian memakannya


"tidak masalah kak namanya wanita hamil". jawab Arden


"kapan kakak ipar akan melahirkan sudah terlihat besar perutnya". tanya Arden


"perkiraan bulan depan". jawab Andra


"Ar kapan kamu mau melamar". tanya Andra


"melamar, melamar siapa". tanya Arden


"melamar kekasih mu lah masak mau melamar kekasih orang lain, lagian sudah tersebar luas di seluruh kampus jika Arden si cowok cool sudah memiliki kekasih". ucap Andra


"owh".


"kok cuman owh, di lamar orang lain baru tau kamu nanti". ucap Andra


"ayah tidak suka dengan ku". jawab Arden


"ya berarti itu tantangan buatmu untuk menaklukkan hati calon ayah mertua". ucap Andra


"cantik Lo pacarmu". ucap Andra dan Arden langsung menatap Andra dengan tajam, entah mengapa hatinya merasa tidak terima jika ada pria lain yang memuji Anissa


"santai aku tidak akan merebutnya aku sudah punya istri". ucap Andra yang melihat tatapan Arden begitu tajam


"jika sampai menikah lagi aku yakin kakak ipar akan memotong ular mu itu". ucap Arden sambil menikmati makanannya

__ADS_1


"pasti ada seseorang yang menginginkan kekasih mu jadi sebaiknya secepatnya kamu jadikan dia istrimu daripada nanti menyesal dan kamu semakin dingin, kakak yakin hatimu sudah terpaut olehnya karena seorang Arden yang aku kenal dia selalu cuek pada cewek tapi dengan yang satu ini berbeda, jadi tidak mungkin tidak menyukainya". ucap Andra sambil menaiki turunkan alis


Alex yang mendengar seseorang yang sedang mengobrol segera berjalan menuju dapur dan saat sampai di pintu dapur Alex melihat dua putranya sedang bermain game di ponselnya mereka.


"Andra kapan kemari". tanya Alex yang duduk di dekat mereka


"tadi yah, tiba tiba Tasya ingin makan mie buatan Arden jadi Andra kemari dan kebetulan Arden memasak mie jadi Tasya langsung memakannya dan akhirnya Arden memesan makanan ini". jawab Andra


"cucu dan menantu ayah sehat kan". tanya Alex


"sehat yah karena ibunya makanannya banyak pasti sehat". jawab Andra yang mengingat sudah satu bulan ini Tasya makan begitu banyak


"yah putra ayah yang satu ini lagi galau karena tidak di sukai calon ayah mertua nya". ucap Andra


"dia kurang berani untuk mengambil hati ayahnya". ucap Alex


"iya yah nanti kalau ceweknya di lamar orang lain kan tinggal menangis". goda Andra


"tapi setahu ayah jika seorang perempuan di beri perhatian setiap hari apalagi pria itu mencintainya maka cewek tersebut bisa luluh Lo yang awalnya tidak mencintai akhirannya jadi cinta, apalagi kekasihnya sendiri tidak ada keberanian untuk mendekati ayahnya untuk mendapatkan restu". ucap Alex


Arden terdiam dengan perkataan ayahnya sedangkan Alex dan Andra menahan tawanya saat melihat ke terdiam Arden. mereka sudah tahu jika Arden dan gadis itu hanya pacar bohongan tetapi mereka juga tau jika Arden sebenarnya sudah mencintai gadis itu tetapi belum menyadarinya saja, Alex ingin putranya segera menyadari perasaannya jangan sampai saat dia menyadarinya sudah terlambat.


"Arden tanyakan pada hatimu dan rasakan bahwa sebenarnya kamu sudah mencintai gadis itu, ayah hanya ingin kamu segera menyadari perasaanmu jangan sampai menyesal nantinya". ucap Alex


"dan mulailah mengambil hati ayahnya agar mendapatkan restunya". sambung Alex


"tapi dia tidak mencintai ku juga". ucap Arden


"kenapa kamu bisa menyimpulkannya seperti itu". tanya Alex


"karena dia memanggil mu beruang kutub dan dia hanya..."Arden tidak melanjutkan perkataannya

__ADS_1


"hanya menjadikan pacar bohongan ayah benar bukan". ucap Alex dan Arden menanggukan kepalanya


"Arden panggilan itu biasanya adalah panggilan sayang dia untuk mu, ayah rasa dia juga mencintaimu jika tidak kenapa dia meminta bantuan mu, hanya saja kalian tidak menyadari perasaan kalian, ayah tau selama ini jika kalian bertemu sering bertengkar tapi akhir akhir ini kalian begitu dekat dan kamu selalu memberikan perhatian kecil padanya". ucap Alex


Arden membenarkan perkataan ayahnya karena dari awal mereka bertemu mereka selalu bertengkar tetapi entah mengapa akhir akhir ini dia begitu perhatian kepada Anissa, yang biasa dia selalu cuek kepada perempuan dan sekarang begitu peduli padanya dan jantungnya selalu berdekatan saat berdekatan dengannya. Alex dan Andra mengulum senyum saat melihat Arden mulai menyadari perasaannya.


"kalian lanjutan mainnya ayah mau kembali ke kamar takut mama kalian terbangun". ucap Alex mengambil teko berisi air dan meninggalkan kedua putranya


"aku juga akan kembali ke kamar biasanya Tasya sering terbangun dan ingin makan sesuatu". ucap Andra lalu bangkit dari duduknya meninggalkan Arden yang masih terdiam di bangku


Arden menopang dagunya dan memikirkan sesuatu dan dalam benaknya apakah Anissa mencintai dirinya. Arden menghembuskan nafasnya lalu berjalan menuju ke kamarnya. sesampainya di kamar Arden membuka Instragram dan mencari aku milik Anissa, senyum Arden mengembang saat menemukan akun Anissa tetapi di akun tersebut tidak ada foto Anissa sama sekali. Arden meletakan ponselnya di atas nakas dan memeluk guling lalu berada di alam mimpi.


pagi harinya Laura terkejut saat melihat kulkas yang terbuka dan ternyata ada Tasya yang sedang memakan puding.


"Tasya kamu membuat mama takut, mama pikir siapa yang membuka kulkas jam setengah lima pagi". ucap Laura dan Tasya yang masih duduk di lantai cengengesan lalu berusia berdiri


"kamu kesini bersama siapa, ini masih pagi buta". tanya Laura dengan khawatir apalagi Tasya sedang mengandung


"semalam bersama hubby karena Tasya ini makan mie masakan Arden dan sampai Arden lagi Masak mie, mas Andra masih tidur ma, aku terbangun karena lapar jadi aku makan puding yang ada di kulkas". jawab Tasya


"jadi cuci Oma pagi pagi sudah lapar ya". ucap Laura sambil mengusap perut Tasya


"ma aku sudah satu bulan ini makannya banyak dan muda lapar". ucap Tasya


"tidak apa apa nak kamu makan kan tidak sendirian ada baby kalian yang ikut makan". jawab Laura


"iya sih tapi Tasya merasa badan Tasya semakin melar". ucap Tasya sambil melihat badannya


"tidak apa apa yang penting kamu dan bayinya sehat". ucap Laura dan Tasya menganggukkan kepalanya


Laura mengeluarkan beberapa sayuran untuk di masak, Tasya yang ingin membantu mama mertuanya di larang oleh Laura. Tasya tetap membantu memotong berberapa sayuran sambil duduk di kursi karena semenjak perutnya semakin besar dia tidak betah untuk lama lama berdiri. Tasya sendiri sudah mengambil cuti kuliahnya karena mudah lelah saat kehamilan memasuki tujuh bulan hingga memutuskan untuk cuti kuliah sampai di melahirkan nanti.

__ADS_1


__ADS_2