Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Tua Tua Keladi


__ADS_3

Flashback on


Alex dan Laura beserta ketiga anaknya akan kembali ke kota karena keadaan sudah aman dan dendam sudah terselesaikan dengan jalan damai.


"kenapa murung hmm". tanya Alex


"aku masih ingin tinggal di sini". jawab Laura


"baby rumah ini letaknya di tengah hutan jauh dari pemukiman penduduk jadi kalau kita tinggal di sini anak anak tidak bisa bersosialisasi, nanti kita bisa keisni untuk liburan, jadi sekarang kita kembali ke rumah". ucap Alex berusaha memberi pengertian kepada Laura


"baiklah". jawab Laura


mobil yang di kendarai Alex meninggalkan rumah itu yang di ikuti mobil Mex dan jeslin. satu minggu mereka berada di rumah Laura mengetahui bahwa pamannya menghabisi tantenya karena tau bahwa istrinya yang telah membunuh adiknya dan Laura juga mengetahui keadaan Merlin yang berada di rumah sakit jiwa.


"mas". panggil Laura sambil memainkan kancing baju Alex


"hmm". jawab Alex sambil memegang tangan Laura yang mulai nakal


"jangan memancingku baby, ini masih sore jika aku menerkammu pasti Arden akan menganggu kegiatan kita, di tengah malam saja dia bisa terbangun saat kita akan memadu kasih". ucap Alex


"ada apa hm". tanya Alex


"besok kita ke rumah sakit jiwa ya, menjenguk Merlin". beritahu Laura


"untuk apa menjenguknya, dia saja sudah jahat kepadamu". jawab Alex


"ishh bilang saja tidak mau menemani, aku akan pergi sendiri". ucap Laura lalu meninggalkan Alex sendiri dan Alex hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Laura yang merajuk.


akhirnya Alex mengalah dan mengantarkan Laura ke rumah sakit untuk melihat keadaan Merlin. saat sampai di rumah sakit jiwa, Laura bertanya dimana ke beradaan Merlin. dan petugas itu memberitahu bahwa Merlin berada di ruangan nomor 7. Alex masuk ke ruangan itu, Laura membekap mulutnya saat melihat Merlin di ikat begitu kencang di brangkar.


"dok kenapa dia di ikat seperti itu". tanya Laura


"setiap hari dia mengamuk dan kami harus melakukan itu jika tidak dia bisa melukai petugas atau pasien lainnya". jawab dokter itu


Laura mendekati Merlin dan mengusap kepala Merlin

__ADS_1


"kenapa kamu bisa seperti ini". ucap Laura apalagi saat melihat perut Merlin yang membuncit, Laura yakin jika Merlin sedang hamil sekitar tujuh atau delapan bulan


"auwh". ringis Laura saat jarinya di gigit oleh Merlin , Alex dan dokter berusaha melepaskan jari Laura yang di gigit Merlin.


"hahahaha". Merlin tertawa saat melihat jari Laura yang berdarah


"ye ye berdarah hahahaha". ucap Merlin sambil melihat jari Laura yang berada dan Merlin tertawa puas


dokter mengajak mereka berdua keluar karena melihat pasiennya yang melukainya Laura.


"dok apa dia bisa sembuh". tanya Laura


"Merlin tidak akan bisa sembuh karena apa yang dia alami sangat membuat dirinya terguncang, dan dia akan sangat berbahaya jika tidak mendapatkan penanganan. penanganan yang kami lakukan tidak dapat menyembuhkannya hanya bisa membuat tenang dan tidak melukai orang lain". jawab dokter itu


"dok bolehkan kita datang kesini setiap hari". tanya Laura


"boleh saja". jawab dokter itu.


setelah mengatakan itu Laura dan Alex pulang. hampir satu bulan Alex dan Laura mengunjungi Merlin tetapi keadaannya masih sama dan semakin parah karena Merlin sering mengamuk bahkan tenaga bisa melepaskan ikatannya. dan saat itu Laura yang kebetulan mengunjungi Merlin hampir kehilangan nyawa saat akan berbicara dan tepat saat itu Merlin berhasil melepaskan ikatannya untung saja Alex berhasil menyelamatkan Laura dari cekikan Merlin. setalah kejadian itu dokter melarang mereka untuk menemui Merlin dan setalah itu mereka tidak pernah mendengar keadaan Merlin. karena Merlin di pindahkan ke rumah sakit jiwa yang jauh dari pemukiman penduduk dan di sana Merlin di isolasi di ruangan yang tidak memiliki jendela hanya ada satu pintu yang terbuat dari besi. itu yang mereka tau bahkan tidak ada yang tau dimana letak rumah sakit jiwa tersebut.


"baby itu tidak mungkin Merlin". ucap Alex sambil mengajak Laura masuk ke dalam rumahnya


"mungkin saja mas, aku hanya salah lihat". jawab Laura sambil menuangkan mie ayamnya kedalam mangkuk lalu menikmatinya.


"hmmm rasanya masih sama saja walaupun anaknya yang menjual". ucap Laura


Alex terseyum saat melihat Laura yang begitu menikmati mie ayamnya dengan nikmat.


"baby". panggil Alex dengan suara serak saat melihat Laura menyelesaikan makannya


"apa apa". jawab Laura


"mumpung tidak ada anak anak di rumah, kita saling menghangatkan yuk". ajak Alex


"dasar mesum". ucap Laura sambil menyentil jidat suaminya itu

__ADS_1


"ayolah baby mumpung si penganggu lagi berkemah". ajak Alex sambil menaiki turunkan alisnya dan Laura menganggukan kepalanya


Alex langsung mengendong Laura menuju kamar mereka dan merbahkan Laura di ranjang, Alex tidak lupa mengunci pintu. sambil berjalan ke arah ranjang Alex melepas satu persatu Pakaiannya dan hanya menyisakan boxernya. Alex mencium kening Laura lalu kedua matanya kemudian pipinya dan terakhir bibir milik Laura. mereka saling mengekplorasi satu sama lain. tangan nakal Alex juga tidak lupa berada di buah pepaya milik Laura.


"santai Lex". ucap Laura saat melihat suaminya begitu semangat di bawah sana Laura dapat merasakan ularnya sudah berdiri tegak dan begitu juga sarangnya yang mulai terasa lembab.


Alex tidak lupa meninggalkan jejak kepemilikannya, Alex menatap mahakarya dengan tersenyum. tangan Alex turun keperut Laura dan bermain di sana sedangkan tangan yang satunya sedang memetik buah pepaya.


"sudah lembab". bisik Alex saat iya meraba sarangnya dan Laura tersipu malu saat Alex membisikkan itu.


ular itu secara perlahan memasuki sarangnya yang membuat ular itu merasa nyaman di dalam sarangnya, ular itu mengeliat di dalam sarangnya yang lembab itu. sarangnya yang makin lembab membuat ular itu semakin mudah masuk kedalam. pemilik sarang itu tidak bisa meredam suara indahnya saat pemilik ular itu bermain main di setiap tempat yang dia sukai.


"Alex". teriak Laura saat gelombangnya telah sampai dan dengan nakalnya ular itu mengeliat dengan kencang di dalam sarangnya saat menerima cairan dari sarangnya. ular itu mengeluarkan bisanya saat sudah lelah mengeliat.


Alex membaringkan tubuhnya di samping Laura dan membawanya ke pelukan, mereka berdua mengatur nafasnya yang masih tersengal sengal


"masih sama rasanya". bisik Alex


"walaupun sudah mengeluarkan tiga kepala". sambung Alex


"usst jangan di bahas". ucap Laura


"kenapa malu malu seperti ini seperti gadis yang baru saja". Laura menutup mulut suaminya sebelum melanjutkan perkataannya


Alex menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka


Alex mencium kening Laura dan mengusap punggung Laura, Laura yang merasa nyaman di pelukan suaminya mengeratkan pelukannya


"dasar tua tua keladi". bisik Laura dan Alex hanya terseyum mendengar bisikan Laura


Laura melihat ke arah jam dan langsung duduk dan meneliti selimut ke tubuhnya


"kenapa". tanya Alex


"sebentar lagi Ana pulang kita harus membersihkan diri sekarang". jawab Laura

__ADS_1


Alex melihat jam dan langsung mengedong Laura ke kamar mandi, mereka mandi bersama agar cepat selesai karena tiga puluh menit lagi Ana sampai rumah bersama Marko.


__ADS_2