Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Lamaran Arden dan Anissa


__ADS_3

Alex dan Laura yang baru saja tiba di Indonesia segera menuju ke rumah mereka karena nanti malam mereka harus datang ke rumah Delon untuk melamar putrinya untuk putra mereka. Arden terseyum di dalam kamarnya saat melihat ayah dan mamanya pulang bahkan Arden terkejut saat sang ayah sudah berada di belakangnya.


"sudah di persiapkan untuk nanti malam". tanya Alex pada putranya


"sudah yah". jawab Arden yang masih terkejut saat melihat ayahnya


"cincin". tanya Alex lagi


"belum". jawab Arden sambil menggaruk tengkuknya dan Alex hanya mengelengkan kepalanya karena bagi Alex putranya yang satu ini sangat unik, Kenapa unik karena sejak kecil dia selalu menganggu dirinya dan ketika sudah dewasa tumbuh menjadi sosok yang dingin dan sekarang lihatlah saat jatuh cinta lupa segalanya


"ini dan bersiaplah sebentar lagi kita berangkat ke rumah calon mu". ucap Alex dan meninggalkan putranya


sedangkan di kediaman Delon, Lisa mempersiapkan acara untuk nanti malam dan Delon sejak tadi hanya menekuk wajahnya saat mendapatkan pesan dari Arden bahwa malam ini dia bisa datang bersama orang tuanya.


"kenapa cepat sekali kembali dari Singapura". umpat Delon dalam hati


"ututu jangan cemburut apa kamu tidak bahagia jika putrimu bahagia, apa kamu tidak lihat bagaimana bahagianya Anissa saat mengetahui bahwa Arden bisa datang kemari, lagian mas kan sudah memberikan syarat dan Arden bisa memenuhi syarat itu". ucap Lisa yang duduk di samping suaminya


"sekarang coba mas hilangkan rasa kesal mas pada tuan Alex pasti nanti akan terasa lega". sambung Anissa


"mungkin ini sebuah takdir dulu mas tidak bisa bersatu dengan Laura tapi sekarang takdir menyatukan anak kita dan anaknya Laura". ucap Lisa dan terdapat kata ejakan


"jika mas tidak ikhlas berarti mas masih ada rasa sama Laura". ucap Lisa dan bangkit dari tempat duduknya tetapi langsung terjatuh di pangkuan suaminya


"mas sudah tidak ada rasanya dengannya, di hati mas cuman ada kamu sayang". ucap Delon dan langsung mengecup bibir istrinya


"jika mau bermesraan sebaiknya di kamar". ucap Anissa sambil menggendong baby Farhat


sedangkan Lisa dan Delon langsung saling menjauh terutama Lisa langsung turun dari pangkuan suaminya dan merasa malu saat apa yang dia lakukan tadi dilihat putrinya

__ADS_1


"ini baby Farhat". ucap Anissa dan Delon langsung mengambil putranya


"mas sih ciuman sembarangan". ucap Lisa saat Anissa sudah menjauh dari mereka.


Anissa yang berada di kamarnya sedang memilih beberapa baju yang dia beli bahkan Anissa tidak hanya membeli satu baju saja tetapi ada sepuluh.


"ishhh jika tau akan bingung seperti ini aku beli satu saja". ucap Anissa mencoba gaun di depan cermin dan di padukan dengan heels yang dia beli juga.


"malam ini aku harus tampil anggun agar orang tua beruang kutub tidak ilfil padaku". ucap Anissa yang akhirnya memilih dress warna pink.


ting


*Arden*


jangan menggunakan makeup yang terlalu tebal


Anissa mengkerutkan dahinya saat membaca pesan dari Arden


ting


*Arden*


^^^*Anda*^^^


^^^percuma jika make up di dalam kamar^^^


*Arden*


tidak akan percuma karena itu hanya milikku

__ADS_1


Anissa senyum senyum sendiri saat mengetahui betapa posesifnya Arden


"dasar beruang kutub selain dingin ternyata posesif juga".


setelah membaca pesan itu Anissa menuju ke kamar mandi untuk berendam. Anissa menghirup aroma sabun yang begitu segar ketika di tuang dalam bathtup.


malam hari tiba dan Arden serta keluarganya sudah sampai di rumah Anissa. Lisa dan Delon menyambut kedatangan mereka. semua sudah berkumpul di ruang tamu untuk melangsungkan acara lamaran.


"cantiknya". puji Laura pada Anissa


"terima kasih tante". ucap jawab Anissa dengan malu malu


"Tante masih tidak percaya jika kamu bisa meluluhkan hatinya". ucap Laura


"aku jika tidak percaya bahwa putriku akan berjodoh dengan putramu padahal dulu dua bilang tidak ingin memiliki jodoh seperti putramu". ucap Lisa


"mama". ucap Anissa yang malu


"sama saja mba". ucap Laura


tanpa menunggu lama acara lamaranpun di mulai dan malam ini mereka resmi bertunangan. pernikahan mereka akan di langsung dua bulan lagi.


"aku pikir kamu tidak akan merestui hubungan putra ku dan putrimu". ucap Alex


Alex dan Delon kini sedang duduk berdua di teras


"ini aku lakukan untuk kebahagian putriku dan jika sampai putramu menyakiti putriku maka aku akan membawa kembali putriku dan tidak akan aku biarkan putramu hidup tenang". ucap Delon


"tenang saja aku tidak pernah mengajarkan putraku untuk menyakiti seorang perempuan dan sampai itu terjadi maka aku sendiri yang akan memberikan pelajaran padanya". ucap Alex

__ADS_1


jika malam ini adalah menjadi malam kebahagiaan untuk Anissa dan Arden beda halnya di sebuah kamar hotel, disana sedang terjadi pemerkosaan dan tangis pilu begitu terdengar menyakitkan siapapun yang mendengarkannya, gadis itu hanya bisa menangis dan menahan rasa sakit di bawah sana. bahkan bagian dadanya sudah terasa kebas akibat permainan pria yang berada di atasnya.


__ADS_2