
drt
drt
drt
Laura mengambil ponselnya yang berada di atas nakas dan tertera nama suami, Laura langsung menggeser tombol hijau yang tertera pada layar
"hallo mas, ada apa". tanya Laura
"mas hanya ingin memberitahu Farhan sudah sadar". jawab Alex di seberang sana
"sungguh, lalu sekarang bagaimana keadaan Farhan mas". tanya Laura
"dokter sedang memeriksanya, sebaiknya sekarang kami dan Ana datang kemari, sejak tadi Farhan terus mencari Ana". jawab Alex
"iya mas, aku akan bangunkan Ana dan segera kesana". ucap Laura dan langsung mematikan sambungan teleponnya
Laura dan menghampiri putrinya yang sedang terlelap. Laura memperhatikan wajah Ana yang begitu lelah dan ada rasa tidak tega untuk membangunkan putrinya yang baru saja tertidur satu jam lalu.
"Ana". panggil Laura sambil mengusap pundak putrinya
"bangun yuk sayang, mama punya kabar baik untuk mu". ucap Laura dan Ana yang memang tidak bisa tertidur dengan lelap langsung membuka matanya
"kabar apa ma". tanya Ana dan bangun dari tidurnya lalu menyenderkan kepalanya di ranjang
"Sekarang Ana siap siap dan setelah itu kita ke rumah sakit". ucap Laura pada putrinya
"apa yang terjadi dengan mas Farhan ma". tanya Ana dengan panik karena takut terjadi sesuatu dengan suaminya
"Farhan baik baik dan Farhan sudah sadar dari komanya jadi sekarang kamu siap siap". jawab Laura dengan tersenyum
Ana yang mendengar perkataan mamanya sungguh bahagia dan hampir satu bulan ini dia merasa frutasi.
__ADS_1
"sungguh". tanya Ana dan Laura menanggukan kepalanya
Ana langsung turun dari ranjang dan bersiap siap untuk ke rumah sakit. sesampainya di rumah sakit dengan tidak sabarannya Ana membuka pintu ruang rawat suaminya. Ana berhenti di ambang pintu saat melihat suaminya menatap dirinya. Farhan terseyum saat melihat istrinya baik baik saja
"kemarilah sayang". ucap Farhan dengan lemah karena baru sadar dari komanya
Ana berjalan pelan menuju ke suaminya sedangkan Alex dan Laura memilih untuk keluar dan memberikan ruang untuk pasangan suami istri itu.
"hey kenapa menagis". ucap Farhan sambil mengulurkan tangannya dan menghapus air mata istrinya
"a aku sungguh takut mad, maafkan ku hiks hiks". bukannya berhenti Ana malah semakin menagis
"suttt jangan menagis lagi, kamu lihat kan pangeran panda mu ini baik baik saja bukan"
ucap Farhan
"mas senang kamu baik baik saja". sambung Farhan dan kemudian tangan Farhan turun ke perut Ana , Ana langsung diam mematung saat suaminya mengusap perutnya.
Ana yang di tatap suaminya malah menangis, Farhan bingung Kenapa istrinya malah menagis
"hey sayang kenapa malah menangis". ucap Farhan dan berusaha bangkit dari berbaringnya lalu membawa istrinya ke dalam pelukannya. Farhan mengusap punggung istrinya lalu mencium puncak kepalanya suaminya sedangkan Ana semakin menagis saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya
"hiks mas koma selama satu bulan dan maaf hiks". ucap Ana menundukkan kepalanya
"dan maaf aku tidak bisa menjaga anak kita mas hiks". sambung Ana dan Farhan langsung terdiam bahkan tangannya yang berada di pundak istrinya terlepas begitu saja, saat tangan Farhan terlepas Ana menatap suaminya bahkan Ana bisa melihat kekecewaan di mata suaminya
"maafkan aku mas seharusnya hari itu aku mendengarkan mas tapi aku tidak mendengarkan mas Farhan sehingga mas koma dan aku keguguran karena stress memikirkan keadaan mas hiks". ucap Ana meriah tangan suaminya tetapi Farhan menarik tangannya dan Ana menatap tangan Farhan yang tidak ingin dia sentuh
"mas maafkan, bicara sesuatu dan hukumlah aku tapi jangan diam saja seperti ini mas hiks". ucap Ana dan Farhan memalingkan wajahnya ke kiri dan Ana langsung pindah ke kiri agar bisa menatap wajah suaminya, tetapi hatinya Ana terasa getir saat suaminya tidak mau menatap dirinya
"hiks hiks mas bicaralah jangan diam saja". ucap Ana dan mencoba untuk memegang tangan suaminya tetapi lagi lagi Farhan menolak sentuhan
"keluarlah, aku ingin istirahat". ucap Farhan dan Ana merasa sedih saat Farhan menyebut dirinya aku bukan mas
__ADS_1
"tapi mas". ucap Ana
"keluar". ucap Farhan dengan dingin
dengan perasaan kacau dan sedih Ana keluar dari ruangan Farhan sedangkan Farhan menatap punggung istrinya yang keluar dari ruang rawatnya.
Alex dan Laura menatap bingung Ana yang keluar dari ruangan Farhan dengan air mata yang berlinang.
"mama hiks". Ana langsung menghambur ke pelukan mamanya
"ada apa Ana". tanya Laura
"hiks hiks hiks mas Farhan marah padaku ma hiks". jawab Ana
"marah, itu tidak mungkin Ana tadi saat dia sadar pertama kali yang dia cari adalah kamu". ucap Alex pada putrinya
"mas Farhan marah karena aku tidak bisa menjaga anak kami, andai waktu itu aku mendengarkan mas Farhan pasti anak kami masih ada dan mas Farhan tidak marah padaku hiks hiks". jawab Ana
Alex dan Laura terkejut saat baru tau bahwa putrinya keguguran karena Ana tidak menceritakan itu dan yang Ana ceritakan apa yang membuat Farhan koma
"wajar Farhan marah nak tapi mama yakin marahnya Farhan tidak akan lama kehilangan calon anak adalah hal yang menyakitkan bagi orang tua apalagi itu anak pertama, pasti kamu juga kecewa, marah, sedih saat tau kamu keguguran dan itu yang sekarang Farhan rasakan Ana". ucap Laura
"tapi bagaimana jika mas Farhan terus marah sama Ana sedangkan mas Farhan koma juga gara gara Ana dan saat mas Farhan koma Ana tidak bisa menjaga kandungan Ana". jawab Ana
"Ana ayah yakin Farhan tidak akan marah lama dengan mu, sekarang berikan Farhan waktu sendiri untuk menenangkan dirinya apalagi dia baru sadar dari koma dan mendapatkan kabar bahwa calon anaknya sudah tidak ada". ucap Alex
Ana duduk di samping orang tuanya dan menatap pintu kamar suaminya sedangkan Farhan yang berada di kamar menangis dengan apa yang terjadi semuanya.
"andai mas tau akan ada kejadian seperti ini mas tidak akan mengajakmu kemari sayang, ternyata kedatangan kita kemari malah membuat kita sedih". ucap Farhan menatap langit langit kamar
masih ingat jelas di ingatannya saat mereka baru turun dari pesawat dan tiba tiba istrinya pingsan , Farhan langsung membawa Ana ke rumah sakit dan akhirnya Ana di nyatakan sudah hamil delapan Minggu tentu saja mereka berdua sangat bahagia dan saat itu memang perut Ana sudah sedikit membuncit tetapi mereka tidak sadar jika Ana sudah berbadan dua.
"andai tau akan seperti ini mas lebih memilih untuk tidak menerima kerja sama itu". ucap Farhan dan memejamkan matanya
__ADS_1