
Arden hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Andra terseyum sendiri saat menatap cincin itu. Arden menutup bukunya dan menyandarkan kepalanya menatap lurus kedepan. sedangkan Ana di bawah sedangkan bertelepon dengan Tasya
"sya kamu sudah baca novelnya". tanya Ana dengan antusias karena dia sangat menyukai jalan cerita dari novel tersebut
"baru setengah belum selesai semua". jawab Tasya sambil memakan donat yang di belikan Andra tadi
"tau sya aku harap jika menikah nanti agar bisa mendapatkan suami seperti tokoh pria dalam novel tersebut". jelas Ana panjang kali lebar
"na kamu tau". tanya Tasya
"apa". jawab Ana
Tasya menceritakan bahwa tadi saat Ana meninggalkannya, Tasya pulang bersama Andra dan di ajak mampir ke toko mas membeli cincin untuk malam gadis yang dia sukai bahkan Tasya menceritakan jika harga cincin itu dapat membeli dua mobil. Tasya yang mendengarkan cerita Tasya hanya terkekeh dan sepertinya kakaknya itu benar benar ingin menikah muda.
"kau serius sya". tanya Ana untuk memastikan
"serius sepertinya kak Andra benar benar mencintai gadis itu"
"iya dia memang mencintai gadis itu sejak kecil, cinta monyet". jawab Ana dengan kekehan
"na jangan lupa dompetku". Tasya berbicara dengan memakan donat terakhirnya
"iya" jawab Ana sambil melirik Andra yang senyum senyum sendiri.
setelah berbincang cukup lama akhirnya mereka memutuskan sambungan teleponnya.
"na ayah sama mama belum pulang". tanya Andra. sambil melirik ke arah pintu
"belum memang kenapa". tanya Ana
Andra tidak ingin menjawab pertanyaan Ana dan lebih memilih ke halaman belakang sedangkan Ana merasa sebal karena di acuhkan oleh Andra
"kak Arden mau kemana". tanya Ana saat melihat Arden turun dan berpakaian rapih, Arden yang memang irit bicara langsung keluar rumah tanpa menjawab pertanyaan Ana, lagi lagi Aja merasa di acuhkan. Ana mendengar suara motor Arden meninggalkan rumah, Ana yang kesal lantas memilih masuk ke kamarnya.
Andra yang sudah sampai di halaman belakang duduk di bangku taman tersebut dan mengambil ponselnya dan melihat foto foto Tasya yang dia ambil secara diam diam. Andra merasa senang sedikit lagi langkahnya untuk memiliki Tasya akan tercapai.
__ADS_1
Alex dan Laura turun dari pesawat, mereka barusan pulang dari Amerika, Alex mengajak Laura ke Amerika agar memiliki waktu bersama jika hanya di rumah Arden selalu menganggu mereka, Alex merasa kesal dengan Arden yang selalu menganggu dia dan istrinya bahkan sejak Arden masih bayi sampai sudah berumur dua puluh tahun tetap menganggunya. beberapa hari yang lalu Arden sering menelepon dan itu menganggunya sehingga membuat Laura mengajak pulang.
sejak masuk dan turun dari pesawat wajah Alex di tekuk, Laura hanya memberikannya saja, dan dia harus menyiapkan energi ekstra saat sampai di rumah, yang pasti Alex dan Arden akan adu mekanik. karena sejak kecil Arden seakan memusuhi Alex sehingga membuat mereka berdua seperti tom and Jerry.
"baby kenapa Arden selalu menganggu kita". Alex berbicara dengan cemberut
"sudahlah sayang, Arden memang seperti itu". jawab Laura
"tapi Arden selalu menganggu kita sedang bermesraan atau memadu kasih". Laura hanya mengelengkan kepalanya
Alex dan Laura masuk ke dalam mobil yang menjemputnya mereka, didalam mobil Alex sudah menyiapkan tenaga untuk memberi pelajaran kepada Arden. Laura menggengam tangan Alex agar suaminya bisa meredakan emosinya. Alex tersenyum saat melihat tangan Laura mengenggamnya. Alex bersyukur bisa memiliki wanita seperti Laura.
saat sudah sampai di rumah, Alex langsung turun meninggalkan Laura sendiri yang mengelengkan kepalanya. Alex langsung masuk ke kamar Arden mengabaikan panggilan Ardan. saat Alex sudah masuk kamar tetapi Arden tidak ada.
"Arden". teriak Alex
sedangkan di bawah Ardan menyambut sang mama, Laura terseyum saat melihat Ardan.
"ma". panggil Ardan
"biasa". jawab Laura
"Ardan dimana Arden". tanya Alex saat turun ke bawah
"kak Arden Keluar yah lima belas menit yang lalu". jawab Ana yang menuruni tangga
"anak itu benar benar menyebalkan". gerutu Alex , Laura mengusap pundak suaminya agar tidak emosi
"ma pa nanti setelah makan malam Ardan ingin bicara". Alex hanya menganggukkan kepalanya dan mengajak sang istri ke kamarnya untuk beristirahat.
sedangkan Arden melajukan motornya dengan kecepatan penuh membelah jalanan kota dan menuju ke sebuah rumah, saat sampai di rumah itu Arden langsung turun dan masuk ke rumah tersebut. Arden menghampiri anak anak yang sedang membuat kreasi dari barang bekas. rumah itu adalah rumah yang Arden beli saat di memasuki SMA, Arden membeli rumah itu untuk rumah singgah, Arden membawa anak jalanan kesana dan mengajari mereka cara membuat barang barang yang memiliki harga jual kemudian Arden juga mengajari mereka cara menjual barang barang tersebut.
anak anak itu terseyum saat melihat Arden datang dan langsung menghampiri Arden.
"akhirnya kakak datang". salah satu dari mereka berbicara
__ADS_1
"lihatlah kak hari ini penjual kita sangat lumanyan bahkan kita mendapat pesanan". mereka menunjukkan mainan yang telah mereka buat karena itu pesanan dari seorang pemilik toko mainan.
"bagus, kalian anak anak yang pintar dan cepet tanggap". jawab Arden melihat mainan itu
"berapa lama kalian membuat ini" tanya Arden
"dua hari". jawab mereka serempak
lalu Arden mengajari mereka untuk mengelola uang yang telah mereka dapatkan untuk memenuhi kebutuhan mereka. setelah itu Arden memesan makanan, hati Arden menghangat saat melihat mereka makan dengan lahap, dia bersyukur masih memiliki kedua orang tua dan memiliki tempat tinggal. Arden membangun rumah singgah ini saat menolong seorang anak yang di pukuli warga karena mencuri makanan karena kelaparan. kemudian Arden membawa anak anak yang mengemis di jalanan bahkan agar anak anak itu terbebas dari para preman, Arden harus babak belur dan pulang dengan keadaan kacau sehingga membuat Alex marah karena Alex pikir Arden ikut tawuran anak SMA.
drt
drt
drt
Arden melirik saat ponselnya menyala menampilkan nama sang ayah, lalu mengangkat panggilan tersebut.
"Arden pulang". perintah ayah
"yah aku sedang sibuk". jawab Arden
"kamu mau menghindar dari ayah". Alex berbicara dengan kesal
"sudah menganggu ayah bersama mamamu dan sekarang malah menghilang". sambung Alex
"karena Arden tidak ingin ayah memberikan adik ya, awas saja jika liburan kemarin membawa anggota baru". setelah mengatakan itu Arden mematikan sambungan teleponnya.
sedangkan Alex yang mendengar jawaban Arden semakin merasa kesal, Alex benar benar bingung saat Arden memiliki sikap seperti dirinya. Alex sengaja tidak mengenal dunia mafia kepada anak anak atas permintaan Laura karena Laura tidak ingin anak anaknya dalam bahaya. kini D'devil di pengang oleh Mex, Alex memercayai Mex mampu menjadi pemimpin D'devil. Alex lebih fokus ke perusahaan untuk kebutuhan keluarganya.
💙💙💙💙
yuk kepoin cerita temanku ini, aku sangat merekomendasikan pada kalian untuk membaca cerita ini, cusslah langsung gass baca jangan nunggu lama dengan judul " Pendamping Hidup Mommy Sashi" karya " Putri Nilam Sari"
__ADS_1