Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Bukti


__ADS_3

"Tunggu". teriak seseorang saat hakim akan mengetuk palu (aku tulis itu karena gak tau apa sebutannya 🤭)


semua orang menoleh kebelakang saat melihat Arden datang dengan seorang perempuan.


"tunggu pak hakim saya punya bukti bahwa tersangka tidak bersalah". ucap Anissa


"ini ada Vidio kejadian yang sebenarnya". sambung Anissa sambil mengangkat ponselnya


William langsung mengambil ponsel tersebut dan memutar Vidio yang ada di ponsel itu, di sana ada dua video yang pertama adalah Vidio saat di toilet dan Vidio kedua Abel berbicara dengan Wanita yang menjadi saksi di belakang hotel. Vidio itu menampilkan jika Abel menyuruh wanita itu untuk membuat kesaksian palsu dan di sana Abel menceritakan rencananya untuk membuat Tasya bersalah.


"pak hakim sudah jelas dari Vidio itu bahwa klien saya hanya di fitnah dan yang sebenarnya termakan api cemburu adalah korban yang menginginkan suami klien saya". ucap William sedangkan Andra dan keluarganya terseyum saat ada bukti bahwa Tasya tidak bersalah sedangkan Abel mengeram kesal seharusnya di toilet itu tidak ada kamera tetapi kenapa bisa ada Vidio.


Tasya bernafas lega saat dia dinyatakan tidak bersalah, persidangan hari itu selesai. Andra langsung memeluknya Tasya dan menghujami Tasya dengan kecupan, Tasya membalas pelukan suaminya dan menangis di sana.


"sudah jangan menangis". ucap Andra dan menghapus air mata Tasya


"terima kasih nak sudah membawa bukti jika menantu saya tidak bersalah". ucap Laura


"bagaimana bisa kamu punya Vidio yang ada di dalam toilet disana tidak ada cctv". tanya Tasya


Anissa menceritakan bahwa dia datang ke hotel itu mengantarkan berkas milik ayahnya yang tertinggal, tetapi sebelum masuk ke ruang meeting ayahnya Anissa mampir ke toilet dan saat keluar melihat jam tangannya waktu sudah mendekati waktu metting sehingga yang di bawa Anissa hanya berkasnya saja, setelah mengantarkan berkas dia menyadari bahwa ponselnya tidak ada dan dia kembali ke toilet di sana ada garis polisi dan dia terpaksa masuk untuk mencari ponselnya, sepuluh menit mencari dia menemukan ponsel di dekat wastel dan sedikit Tertutup tisu dan saat dia mengambil ternyata kamera ponselnya menyala dan merekam kejadian itu.


"tapi kenapa bisa datang bersama kak Arden". tanya Tasya lagi


flashback on


"hey tunggu". teriak Anissa di koridor kampus dan berlari mengejar Arden


"hey beruang kutub berhenti". teriak Anissa


"mau apa gadis nakal itu". ucap Arden dan berjalan dengan cepat


"aku ada urusan dengan mu beruang kutub". teriak Anissa dan berhenti karena sudah tidak sanggup mengejar Arden


bugh


sebuah sepatu mendarat sempurna di kepala Arden sehingga membuat Arden berhenti dan Anissa langsung mengahampiri Arden dengan senyum puas


"apa mau kenapa melempar sepatumu ha". ucap Arden sambil mengeram


"habisnya di panggil tidak mau berhenti". jawab Anissa santai dan memakai sepatunya


"eeeee jangan pergi dong". Anissa menghalangi Arden yang akan pergi


"aku mau menunjukkan sesuatu padamu". Tasya mengeluarkan ponselnya dan menyerahkan ponsel tersebut. dengan malas Arden mengambil ponsel itu dan memutar Video yang ada di sana


"aku tidak kenal dengan perempuan itu tapi aku tau dia istrinya kembaranmu kan". ucap Anissa

__ADS_1


"hey hey". teriak Anissa saat tangan di tarik oleh Arden dan Anissa harus mengimbangi langkah Arden yang lebar


"kau mau membawaku kemana". tanya Anissa


"naik". perintah Arden


"ini mau kemana". tanya Anissa sekali lagi


"cepat naik". perintah Arden dan Anissa langsung naik ke motor Arden untung saja dia memakai celana


Anissa terpaksa memeluk Arden karena Arden terlalu kencang membawa motornya, Arden membawa ke hotel tempat kejadian dan memeriksa cctv yang ada di sana dan menemukan satu Vidio lagi yang cukup menjadi bukti penguat, setelah itu mereka datang ke kantor polisi.


"kenapa kamu mengajak ku keisni". tanya Anissa


"hari ini persidangannya, jadi ayo cepat sebentar lagi selesai". ucap Arden


mereka berdua berlari menuju ruang sidang


"tunggu". teriak Anissa


mereka berdua bernafas lega saat hakim belum menyelesaikan persidangan


flashback off


"terima kasih banyak, ngomong siapa namamu". tanya Tasya


"Tasya". mereka saling jabat tangan


mereka semua meninggalkan ruang persidangan dengan hati yang senang. Anissa menarik baju Arden


"apa".


"antarkan aku pulang". minta Anissa


"bisa pulang sendiri naik taksi kan". jawab Arden


"issh itu harus mengeluarkan uang, kamu harus tanggung jawab, andai tadi kamu kirim itu Vidio maka kamu tidak harus mengantarkan aku pulang, kamu sudah mengajakku ke sini jadi antarkan aku pulang beruang kutub". cerocos Anissa


"menyusahkan". jawab Arden


"antarkan saja Arden". perintah Alex


mau tidak mau Arden mengantarkan Anissa pulang, lagi lagi Anissa memeluk Arden karena kali ini Arden membawa motornya lebih kencang dari yang tadi.


"tau dia bawanya ngebut seperti ini lebih baik aku naik taksi aja". monolog Anissa dalam hati


tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah Anissa.

__ADS_1


"kamu mau ngajak mati ya, kalau mau mati jangan ajak ajak dong". protes Anissa dan mengembalikan helm yang dia gunakan


"sudah di antar pulang protes lagi". jawab Arden


"Anissa kenapa temannya tidak di ajak masuk". ucap Lisa yang berdiri di belakang Anissa


"dia mau pulang ma". jawab Anissa


"ayo nak masuk dulu". ajak Lisa


"tidak usah tante, saya langsung pulang saja". jawab Arden


"ayo masuk dulu". paksa Lisa


Arden akhirnya turun dari motor dan mengikuti Anissa dan mamanya masuk ke rumah


"silahkan duduk dulu, tante buatkan minum dulu". perintah Lisa


Arden dan Anissa duduk di sofa itu, Arden menatap bayi yang berada di troli bayi


"itu anakmu". tanya Arden


"iya". jawab Anissa


oek


oek


oek


Anissa langsung mengendong baby Farhat dan menepuk nepuk bayi itu hingga tenang kembali, Arden yang melihat itu tidak sadar terseyum.


"silahkan di minum dan di makan". ucap Lisa saat meletakan minuman dan makanan


"namanya siapa, kamu yang waktu itu jualan kerajinan bersama anak anak". tanya Lisa


"Arden Tan, iya saya yang waktu itu". jawab Arden


Lisa menanyakan banyak hal tentang kerajinan dan Lisa juga mengatakan bahwa bangga ada pemuda yang bisa memanfaatkan barang. barang bekas sehingga memiliki harga jual. Arden hanya menanggapi sebagai anak muda harus memiliki kreativitas akan sesuatu dan bukan taunya hanya membeli saja, jika memanfaatkan barang barang bekas termasuk mengurangi sampah yang berserakan. setelah lama berbincang Arden berpamitan untuk pulang. Anissa mengantarkan Arden ke depan


"terima kasih sudah mengantarkan pulang dan terima kasih juga untuk malam itu". ucap Anisa dan Arden hanya menanggukan kepalanya kemudian melajukan motornya.


"cari suami yang seperti itu". ucap Lisa


"amit amit deh ma punya suami yang seperti beruang kutub itu, dia itu sangat menyebalkan". jawab Anissa dan masuk ke dalam rumah


"awas benci jadi cinta". goda Lisa sendangkan Anissa ngedumel di sepanjang tangga saat mendengar godaan mamanya

__ADS_1


__ADS_2