
Ana dan Tasya pergi ke mall dan masuk ke toko buku, Ana dan Tasya pencinta novel tujuan mereka datang kemari untuk membeli novel karena penulis favorit mereka telah mengeluarkan novel baru. Andra yang sudah sampai di parkiran mall langsung menuju ke toko buku dimana terdapat Ana dan Tasya di sana, Andra duduk di pojokan dan mengamati Tasya yang sedang melihat lihat novel kemudian mengabadikan kegiatan Tasya dengan ponselnya. ya urusan penting yang Andra maksud adalah mengikuti Tasya, selama ini Andra selalu mengikuti kemanapun Tasya pergi.
"untuk saat ini hanya fotomu tapi nanti kami akan jadi milikku Tasya". guman Andra
sedangkan Ana hanya menghela nafasnya saat tau Andra mengikuti untuk memata matai Tasya.
"apa kak Andra tidak memiliki kegiatan lain". gerutu Ana dan mengambil ponsel untuk mengirimkan pesan kepada saudara kembarnya itu
"kak Andra"
kak bisakah berhenti menjadi penguntit
send
Ting
^^^tidak bisa^^^
"kak Andra"
aku bosan kakak selalu mengikuti saat aku bersama Tasya
^^^aku tidak mengikuti aku hanya mengikuti kekasih hatiku^^^
"kak Andra"
dasar bucin tapi tidak berani mengatakan Cinta
^^^diam anak kecil, Ana bisakah kamu pulang duluan dan tinggalkan Tasya sendirian^^^
"kak Andra"
tidak mau
^^^ayolah na bantu aku agar bisa mengantarkan pulang ana dan berduan, akan aku kasih apapun jika kamu menuruti ku^^^
"kak Andra"
apappun
^^^iya^^^
"kak Andra"
oke, awas jika ingkar akan aku katakan pada Tasya jika kakak yang menyuruh ku meninggalkannya
^^^tenang saja apa aku pernah berbohong*^^^
setelah berkirim pesan Ana memasukkan ponselnya dan diam diam ke kasir untuk membayar novel, setelah membayar Ana mengacungkan jempolnya kepada Andra dan keluar dari toko buku itu. Andra terseyum saat Ana meninggalkan toko buku.
*Ting
"Andreana"
Tasya maaf aku pulang duluan mama menyuruh cepat pulang, kamu pulang naik taxi saja ya
^^^iya*^^^
"ya ampun bagaimana aku pulang naik taxi, dompetkukan aku titipkan ke Ana dan bagaimana juga membayar novel ini". Tasya panik saat dia lebih memilih meninggalkan tasnya dan mengintipkan dompet ke Ana.
__ADS_1
Andra yang melihat Tasya mulai panik langsung mendekat, Andra tau jika Tasya tidak membawa dompet karena Tasya sering menitipkan dompetnya ke Ana.
brugh
"maaf maaf". ucap Andra yang sengaja menabrak Tasya
"eh iya tidak papa". Tasya mengambil novelnya yang jatuh
"Tasya". panggil Andra
"eh kak Andra". jawab Tasya
"bersama siap kamu keisni". tanya Andra
"tadi sih sama Ana tapi Ana pulang duluan". jawab Tasya
"hehehe kak boleh anak numpang pulang, soalnya dompet Tasya di bawa ana". Tasya menggaruk tengkuknya
"dan boleh pinjam uangnya buat bayar novel ini". Tasya menunjukkan novel kepada Andra
"tentu boleh sya, mana sekalian aku bayarin, aku juga mau bayar komik ini". Andra mengambil novel dari tangga Tasya. Tasya mengikuti Andra dari belakang.
"untung ada kak Andra jadi bisa pulang dan novel itu jadi kebeli jika tidak bisa tidak kebagian itu novel". monolog Tasya dalam hati
"ini". Andra menyerahkan novel kepada Tasya
"terima kasih kak, akan Tasya ganti uangnya". jawab Tasya
"tidak usah, ini sebagai hadiah karena sering menemani Ana". alibi Andra
"jangan menolak hadiah". sambung Andra saat melihat Tasya akan protes
mereka berdua berjalan menuju parkiran mall, Andra membukakan pintu untuk Tasya, setelah itu Andra memasuki mobil dan menjalankan dengan kecepatan sedang, Andra akan menggunakan kesempatan ini untuk berlama lama dengan Tasya.
"kak kenapa lewat jalan sini, biasa bukan lewat sini". tanya Tasya karena ini bukan menuju pulang
"tadi ada perbaikan jalan, jadi lewat sini". jawab Andra , Andra sengaja lewat jalan ini karena jalan ini sering macet dan Andra memiliki kesempatan untuk berdua dengan Tasya. dan benar saja setelah beberapa menit jalan itu macet.
"yah macet". guman Tasya
Andra menghidupkan musik untuk mengurangi rasa bosan menunggu macet.
"sya temenin cari cincin untuk melamar gadis yang aku sukai". ajak Andra
"boleh, mau beli dimana". tanya Tasya
"nanti di ujung jalan sana ada toko mas terkenal dengan kualitasnya, beli disana saja ya" Tasya hanya menganggukkan kepalanya
setelah hampir satu jam terjebak macet, mereka sampai di toko emas tersebut, Andra dan Tasya masuk ke toko itu secara beriringan, saat sudah masuk mereka di sambut dengan ramah oleh pelayan toko itu.
"mau cari perhiasan seperti apa mas mba". tanya pelayan itu
"saya mau cari cincin untuk lamaran mba". jawab Andra
kemudian Pelayan itu mengeluarkan beberapa cincin dan menjelaskan spesifikasi cincin tersebut sedangkan Tasya hanya melongo saat mendengar harga cincin itu.
"hanya sebuah cincin semahal itu, uang segitu sudah bisa buat beli mobil dua" monolog Tasya dalam hati
"mau yang mana mas". tanya pelayan itu
__ADS_1
"sya yang bagus yang mana". tanya Andra
"semuanya bagus tapi yang Kecil itu bagus karena bentuknya sangat cantik, tunjuk Tasya pada cincin dengan dihiasi permata biru di atas
"cincin ini sangat cocok untuk mbaknya yang imut, semoga lancar sampai hari H untuk mba dan masnya". Andra hanya menganggukkan kepalanya
"arg". Andra menginjak kaki Tasya saat Tasya akan menjawab pelayanan itu
"maaf sya". ucap Andra
"tiba papa". jawab Tasya
"mba saya ambil cincin ini". Andra memilih mengambil cincin yang di tunjuk oleh Tasya dan pelayanan itu langsung membungkus cincin tersebut.
setelah selesai membeli cincin Andra dan mengantarkan Tasya pulang karena hari sudah sore.
"semoga sukses saat melamar gadis yang kakak sukai".
"do'akan saja gadis itu jodoh kakak". jawab Andra sambil tersenyum
"kakak nanti bilang sama Ana, suruh membawakan dompet ku ke kampus saja".
"oke nanti aku sampaikan ke Ana".
Tasya turun dari mobil dan memasuki rumah, setelah Tasya tidak terlihat Andra memasuki mobilnya ke dalam rumah. rumah Andra ada di samping rumah Tasya. Andra memasuki rumah dengan senyum yang merekah di bibirnya.
"dasar bucin". ejek Ana
"ayah sama mama mana". tanya Andra
"belum pulang. jawab Ana
setelah mendengar jawab Ana, Andra masuk ke kamar Arden, Arden menatap saudara kembar itu dengan memicingkan matanya saat melihat Andra yang tersenyum
"aku bukan cewek yang akan tergoda dengan senyummu". dengus Arden
Andra duduk di samping Arden dan menarik nafasnya sebelum mengatakan sesuatu.
"kamu tidak menyukai Tasya kan".tanya Andra dan Arden mengelengkan kepalanya
"bagaimana jika minggu depan aku melamar Tasya". Arden yang mendengar penuturan Andra menghentikan kegiatan menulisnya dan menatap Andra
"Minggu depan". Andra mengangguk
"dan tiga bulan kemudian menikah dengannya". sambung Andra
"yakin akan menikah secepat itu". lagi lagi Andra menganggukkan kepalanya, Arden menarik nafasnya saat melihat keyakinan Andra
"aku tidak ingin dia diambil orang". sambung Andra lagi
"semoga lancar". jawab Arden
Andra menatap cincin yang dia beli bersama Tasya sendangkan Arden melanjutkan kegiatan menulis.
💙💙💙💙
yuhuu aku bawa rekomedasi cerita lagi ini karya temanku yang setiap part bikin sangat Bagus dan menarik, ayok jangan nunggu lama langsung kepoin judul " Akhir Pernikahan Dini" karya "CovieVy"
__ADS_1