
setelah sampai di hutan ujung timur semua anggota berada di posisinya masing masing. sejak tadi Alex masih menatap ke arah Leonar, Alex sedikit menjauh dari mereka dan menelpon istrinya.
"hallo mas ada apa". tanya Laura di seberang sana
"baby bisa kamu lihat Ana di kamarnya, apa Ana ada di sana". perintah Alex
"ya ampun mas, kamu masih mencurigai Ana, mas Ana dan Leonar pasti orang yang berbeda". jawab Ana
"tapi Leonar memiliki postur tubuh dan mata seperti Ana baby" jawab Alex
"ayolah baby, tinggal lihat saja". perintah Alex dan terdengar helaan nafas Laura
"baiklah". jawab Laura
sambil menunggu Laura menuju ke kamar Ana, Alex tetap fokus ke arah Leonar sedangkan Leonar dari tadi merasa sedikit gelisah tetapi dia berusaha tetap tenang agar tidak menimbulkan kecurigaan.
"mas Ana ada di kamarnya dan sudah tidur, sebaiknya kamu fokus karena aku mau kamu pulang tanpa lecet sedikitpun". jawab Laura sambil melihat punggung Ana yang sedang tertidur pulas, Laura melihat itu terseyum karena bisa bisa Alex mencurigai putrinya
"baiklah aku tutup telepon baby, cepat tidur ini sudah malam". perintah Alex lalu mematikan sambungan teleponnya setelah mendengar jawaban Laura
setelah menyelesaikan teleponnya Alex kembali di sisi Leonar dan semua anggota siap siap melakukan tugasnya setelah mendapat tanda bahwa anggota Lion King akan melewati jalan ini dan mereka semua melihat beberapa mobil milik Lion King sudah mendekat ke arah mereka. Leonar ( Ana) dan Alex bersiap mengarahkan senjatanya ke ban mobil untuk menghentikan perjalanan mereka.
dor
dor
dor
dor
dor
dor
dor
dor
Alex dan Leonar berhasil menembak ban depan ke delapan mobil sehingga membuat beberapa dari mereka kehilangan ke seimbangan dan mengerem mendadak.
cit
Suara ban mobil yang bergesekan dengan aspal, setelah semua mobil itu berhenti Mex langsung menghadang ke arah mereka.
"serahkan senjata kami secara baik baik dan kami tidak akan menyerang kalian, selama ini kita tidak pernah bermusuhan seperti ini". teriak Mex
seseorang pria bertopeng keluar dari mobil itu dan di susul oleh anggotanya.
"aku ketua dari Lion King tidak akan menyerahkan senjata ini". ucap pria bertopeng itu sambil mengamati mereka satu persatu
"tuan kamu masih muda dan masa depanmu masih panjang, jadi serahkan senjata itu secara baik baik". perintah Mex lagi
__ADS_1
"tidak". jawab singkat pria itu dan kemudian tersenyum tipis saat matanya tidak sengaja melirik ke arah Alex dan Leonar
Mex yang sudah kehabisan ke sabar segera memberikan perintah untuk menyerang mereka sehingga malam itu terjadi perkelahian antara dua mafia
bugh
bugh
dor
dor
bugh
dor
dor
suara pukulan dan tembakan begitu nyaring pada malam itu. Leonar mengarahkan senjatanya ke kaki pria bertopeng itu.
dor
untuk pertama kali sasaran Leonar tidak mengenai sasarannya, pria bertopeng itu terseyum saat dia bisa menghindari serangan Leonar.
dor
pria itu menembak tangan Leonar yang memegang senjata sehingga senjata itu jatuh.
dor
dor
dor
dor
Alex langsung melesatkan tembakan ke pria itu saat pria bertopeng itu berhasil menembakkan Leonar.
"kemampuan sangat bagus dalam membidik dan menghindari serangan, dia pasti bukan orang biasa". monolog Alex
dor
tembakan terakhir membuat pria bertopeng itu memegangi lengannya, Alex terseyum saat berhasil menembak pria itu. setelah itu Alex langsung menghampiri Leonar dan membawanya di balik pohon. Alex langsung mengeluarkan belati kecil dan mengarahkan belati itu ke kaki Leonar yang terkena tembakan tadi untuk mengeluarkan peluru
"argh". erang Leonar ( Ana ) saat belati itu mengenai kakinya untuk mengeluarkan peluru, Ana menahan suaranya agar ayah tidak curiga bahwa yang ada di depannya adalah putrinya. Ana bernafas lega saat peluru itu berhasil di keluarkan.
Ana menahan tangan ayah saat akan membuka topengnya
"maaf tuan bukannya saya lancang tapi saat saya masuk di D'devil saya sudah membuat perjanjian dengan tuan Mex jika saya tidak ingin topeng saya di buka". beritahu Ana
"kenapa". tanya Alex dengan penasaran
__ADS_1
"ada luka di wajah saya tuan". jawab Ana dengan bohong
setelah mendengar Jawabannya itu Alex langsung berdiri dan meninggalkan Ana di balik pohon dan masuk ke dalam mobilnya
Mex memberi isyarat kepada anggota untuk mundur dan meninggalkan tempat itu setelah berhasil mengambil senjata mereka. pria bertopeng itu hanya menatap kepergian D'devil dan dia memberikan isyarat kepada anak anak Lion King agar tidak mengejarnya.
"tuan kenapa ada membiarkan mereka pergi". tanya salah satu anak buahnya
"kita akan mendapat banyak uang dari senjata senjata itu". sambungnya
"aku tidak menginginkan senjata itu". jawab pria bertopeng itu
"jika tuan tidak ingin senjata itu lalu untuk apa kita mencuri senjata itu tuan". tanyanya
"aku mencuri senjata itu hanya ingin memastikan sesuatu". jawab pria itu
"sesuatu apa tuan".
"Diam dan jangan banyak tanya". bentak pria bertopeng itu dan berjalan memasuki mobilnya dan di ikuti anggota lainnya.
D'devil yang sudah sampai di markas mereka langsung memasukkan senjata itu ke tempat meletakkan senjata senjata yang mereka miliki.
"Leonar ada apa dengan kakimu". tanya Mex saat melihat Leonar berjalan dengan tertatih tatih
"tadi tertembak tuan tapi tuan Alex sudah membersihkan lukanya". jawab Leonar dan Mex hanya menganggukkan kepalanya.
"kak aku ingin bicara". bisik Mex
Alex dan Mex memasuki ruangan, Mex ingin membicarakan sesuatu seperti ada kejanggalan dalam penyerangan tadi.
Mex menceritakan saat berkelahi dengan Lion King dia merasa bahwa anggota Lion King tidak benar benar ingin berperang dengan mereka bahkan saat mereka berhasil mengambil senjata itu anggota Lion King tidak ada yang mengejar mereka sama sekali padahal yang mereka tau Lion King tidak pernah menerima kekalahan selama mereka merebutkan sesuatu.
"kak aku rasa yang mereka inginkan bukan senjata kita tapi yang lain". sambung Mex sambil mengetukkan jarinya di meja
"kamu benar Mex , pencurian senjata hanya di gunakan sebagai alibi mereka". jawab Alex sambil menerawang saat perkelahian tadi, Alex sempat melihat pemimpin mereka memberikan isyarat kepada anggotanya saat anggota mendapatkan isyarat dari pemimpinnya langsung mengurangi tenaganya saat berkelahi bahkan peluru yang di gunakan hanya peluru biasa
"tapi apa yang mereka inginkan kak". tanya Mex
"tidak tau Mex, yang jelas harus berhati-hati". jawab Alex
sedangkan Loenar (Ana) langsung memilih untuk pulang sebelum ayahnya sampai di rumah. Marko masuk ke ruangan ayahnya.
"yah Leonar izin pulang". beritahu Marko
"apa gadis itu tidak tinggal di sini". tanya Alex
"tidak kak dia keisni jika berlatih atau ada tugas saja karena dia harus mengurus sebuah panti". jawab Mex
"panti, ada di mana panti itu". tanya Alex sedangkan Marko sudah panik
"tidak kak gadis itu sangat misterius". jawab Mex
__ADS_1
"Mex kamu harus tau seluk beluk anggota D'devil jangan sampai kejadian bertahun tahun lalu terulang". Alex memperingati Mex
"baik kak". jawab Mex