
setelah menempuh dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah yang berada di tengah hutan. Alex memasuki rumah itu.
"Jolin dimana Laura". tanya Alex
"nyonya ada di kamarnya tuan". jawab Jolin
Alex langsung menuju ke kamarnya, saat membuka pintu pandangan pertama yang Alex lihat adalah Laura yang tertidur sambil memeluk foto pernikahan mereka. Alex menghampiri ketiga anaknya yang juga tertidur. kemudian Alex duduk diranjang dan mengambil foto itu dan meletakkan di nakas.
"ternyata kamu sangat mencintai ku my baby". bisik Alex
"emmm". Laura berguman, Alex mencium kening Laura dengan intens, Laura sedikit membuka matanya
"baru sebentar di tinggal olehmu, sekarang aku bermimpi tentang dirimu". guman Laura saat melihat Alex sedangkan Alex terseyum saat mendengar kata kata Laura.
setelah mengatakan itu Laura tertidur kembali, Alex langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. setelah selesai memberikan diri Alex menaiki ranjang dan memeluk Laura di dalam pelukan Alex Laura mencari kenyamanan, mereka berdua tertidur saling memeluk.
💙💙💙
di tempat lain Gunawan mengendarai mobilnya Dengan kecepatan penuh dan sorot mata yang sangat tajam, saat mobil itu berhenti di sebuah rumah Gunawan langsung masuk ke rumah itu dengan langkah tegap.
plak
seseorang yang mendapatkan tamparan tiba tiba dari Gunawan langsung menegang pipinya terasa panas
"mas kenapa menampar ku , selama ini kamu tidak pernah menampar ku". protes Maya
"tamparan itu tidak seberapa dibandingkan dengan nyawa yang telah kamu hilangkan Maya". teriak Gunawan
"maksudnya". tanya Maya yang masih belum paham
"kamu pembunuhan adikku Maya". Maya terkejut saat Gunawan mengatakan itu tetapi Maya langsung menetralkan keterkejutan
"kamu apa apa mas menuduh istrimu sendiri yang membunuh Karina, bahkan sudah jelas jelas Mahendra yang membunuhnya bahkan Karina berada di pangkuan Mahendra bahkan jaket dan pistol itu milik Mahendra". Maya marah atas tuduhan suaminya
"tau dari mana soal jaket itu bahkan aku tidak menceritakan soal jaket dan pistol milik Mahendra dan yang aku ceritakan ke kamu hanya saat aku melihat Karina bersimbah darah di pangkuan Mahendra". Maya gelagapan atas pertanyaan Gunawan
"a aku hanya menembak saja , penjahat pasti meninggalkan jejak, aku tidak menyangkal kamu menuduhku mas". setelah mengatakan itu Maya hendak pergi tapi Gunawan lebih dulu mendorong Maya ke sofa dan mengungkungnya
"jadi begitu". tanya Gunawan
"iya". jawab Maya
Gunawan merogoh ponselnya dan memutar sebuah video, Maya yang melihat itu langsung bergetar dan panas dingin.
__ADS_1
"bagaimana kamu bisa jelaskan Vidio ini hmm". Gunawan membelai pipi Maya yang telah dia tampar barusan.
"i itu pasti editan mas". Maya masih mengelak bahwa itu bukan dia
plak
Gunawan menampar istrinya tetap pipi yang dia tampar tadi dan mencengkram kedua pipi istrinya.
"apa salah adikku kepadamu sehingga kamu membunuhnya ha". tanya Gunawan dan Maya langsung menyingkirkan tangan Gunawan dan mensejajarkan tubuhnya dengan Gunawan
"iya aku yang telah membunuh adik kesayanganmu itu". akhirnya Maya mengakuinya
"kesalahan adikmu adalah dengan mudahnya mendapatkan cinta Mahendra, asal kamu tau dulu aku mati matian untuk mendapatkan perhatian tapi Mahendra sama sekali tidak melirik ku sedikit pun, tapi adik mu yang masih bau kencur itu dihujani cinta oleh Mahendra". jawab lantang Maya di depan suaminya
flashback on
Maya dan Mahendra menempuh pendidikan di universitas yang sama lebih tepatnya Maya selalu mengikuti kemana Mahendra bersekolah atau kuliah bahkan mengambil jurusan yang sama dan kelas yang sama
"Hendra". panggil Maya, Mahendra hanya menoleh saja
"ini ada coklat untukmu". Maya memberikan coklat kepada Mahendra
"saya tidak suka coklat". jawab Mahendra dan meninggalkan Maya sendirian
"Mahendra aku mencintaimu". teriak Maya di di area kampus
"Maya apa kamu sudah gila, kamu itu sudah menikah bahkan sedang mengandung anaknya".
"aku tidak mencintainya" jawab Maya
"hentikan kegilaan ini Maya". setalah mengatakan itu Mahendra meninggal Maya begitu saja
setelah kejadian itu Maya tidak pernah melihat Mahendra lagi bahkan sudah mencari informasi tentang keberadaan Mahendra tapi hasilnya nihil.
dan mereka di pertemukan kembali saat Mahendra menyusul Karina untuk menonton film, awal Maya selalu mendengar curhatan Karina soal kak Mahe, dan Maya sangat terkejut saat tau bahwa kak Mahe yang di ceritakan Karina adalah Mahendra.
flashback off
"setelah menikah denganku berani beraninya kamu mencintai pria lain Maya". bentak Gunawan
"karena aku tidak mencintai mu". Maya membalas teriakan Gunawan
"apa yang kurang dari ku Maya bahkan akan memberimu banyak cinta, bahkan aku menerima Merlin sebagai putriku, bahkan aku tidak mempermasalahkan saat aku tau bahwa kamu hamil aku tetap menikahimu Maya, bahkan saat kamu mengatakan tidak ingin mempunyai anak lagi aku menyetujuinya karena aku sangat mencintaimu walaupun aku menginginkan anak yang memiliki darahku". Gunawan berbicara dengan sendu
__ADS_1
"aku kecewa kepadamu". sambung Gunawan
"itu hanya masalah sepele mas , kenapa harus kecewe". jawab Maya
"sepele katamu". Gunawan tersulut emosi
"iya karena cintamu itu tidak sebanding dengan apa yang telah ayah ku lakukan kepadamu, karena ayahku lah kamu bisa menjadi ketua Strart Black, Andi ayah ku tidak memungut kalian berdua pasti kamu jadi gembel". ejek Maya
"asal kamu tau malam itu jika aku dan adikku tidak menolong ayahmu kamu pasti tidak memiliki ayah, ayahmu membawaku dan adikku kesini sebagai terima kasih, ingat saat ayahmu meninggal perusahaan bahkan Strart Black hampir hancur, siapa yang membangkitkan itu ,aku suamimu Maya, aku lakukan itu untuk kehidupan kita berdua". Gunawan berbicara sambil menjambak Maya
"dasar perempuan tidak tau terima kasih, andai waktu itu aku tidak menikahimu pasti kamu akan di keluarkan dari kampus bahkan teman temanmu pasti membencimu". Gunawan menghempaskan Maya ke lantai
"kau yang berbuat jahat tapi putrimu yang menanggungnya, sekarang putrimu gila".
Maya langsung berdiri dan mendekati Gunawan
"berani beraninya kamu menghempaskan ku ke lantai". sarkas Maya
"apa mau mu sekarang ha". tantangan Maya
"nyawa di balas nyawa". Maya sedikit menelan ludahnya saat Gunawan mengatakan kalimat itu
"jadi hanya sebatas ini mas cintamu sehingga kamu mau membunuh istrimu". Maya berbicara seperti itu berharap Gunawan tidak membunuhnya
"secintanya seseorang jika orang yang dia cintai melakukan kesalahan yang sangat fatal pasti rasa cintanya akan hilang dan berganti dengan rasa kecewa Maya". jawab Gunawan sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibir Maya dan langsung menodongkan pistol di kepala Maya.
💙💙💙💙💙
hey sambil nunggu update selanjutnya, yuk baca cerita yang aku bawa ini, cerita sangat Bagus dan menarik, aku sudah membacanya, cuss langsung dibaca yuk...
judul : BAD WIFE
karya : Oktiyan
"Hidup itu memang perlu bebenah diri! Termasuk singkirin kamu!"
"Hanum, serius itu hanya kecelakaan dan lupa."
"Termasuk menyakiti juga kamu sebut Hippocampus sejenis amnesia anterograde?"
Kamu tau, kamu cuma jadi beban yang bisanya nyalahin aku dan ninggalin aku diwaktu yang tidak tepat. Muaaak!!
Hanum seorang wanita dengan minus akal kepercayaan diri jauh dari kata cantik, serta bentuk tubuhnya besar jauh dari kata normal membuat dirinya selalu di ejek dan hina oleh pasangan. Hanum mati matian diet, demi mendapatkan pasangan yang tampan serta bisa mengertinya. Dapatkah Hanum melewatinya, belum lagi kisah cintanya dengan Alfa Jhonson bagai ada di roller coaster!
__ADS_1