
setelah mematikan sambungan teleponnya Delon berjalan ke arah kamar putrinya
tok
tok
tok
"Anissa ayah mau bicara sama kamu". ucap Delon sambil membuka pintu kamar Anissa tetapi di kunci
"Anissa buka pintunya sayang, ayah mau bicara". ucap Delon lagi
tok
tok
tok
"Anissa". panggil Delon
"kalau ayah mau membicarakan soal lamaran Yusuf yang Anissa tolak, Anissa tidak mau". jawab Anissa
"Anissa tidak mau membahas apapun, tinggalkan Anissa sendirian". sambung Anissa
"Anissa tapi yang kamu lakukan tadi tidak sopan sayang menolak lamaran". ucap Delon sambil mengetuk pintunya
"Anissa mohon ayah tolong ngertiin perasaan Anissa dan jangan paksa Anissa, Anissa hanya ingin menikah dengan orang yang Anissa cintai". ucap Anissa yang berada di dalam kamar lalu menutup kepalanya dengan bantal
Lisa yang barusan menidurkan baby Farhat langsung keluar dari kamar saat mendengar suara debat antara suaminya dan juga putrinya.
"mas sudah jangan paksa Anissa". ucap Lisa lalu menarik tangan suaminya dan masuk ke dalam kamar mereka.
"sayang aku hanya ingin yang terbaik untuk Anissa, Yusuf juga anak yang baik dan yang pasti akan bisa membahagiakan Anissa sayang". ucap Delon
"mas tolong jangan paksa Anissa biarkan dia menikah dengan pilihan sendiri lagian Anissa juga masih kuliah biarkan dia menyelesaikan pendidikan dulu, aku yakin Anissa bisa mencari sosok suami yang akan menyayanginya nanti". ucap Anissa
"Sekarang aku tanya dulu waktu mas di paksa menikah dengan ku dan mas mencintai orang lain, apa perasaan mas saat itu". tanya Lisa dan Delon langsung diam mendengar perkataan Lisa
"walaupun mas menikahi tapi hati mas masih untuk orang lain apa mas bisa menerimaku waktu itu, apa yang mas rasakan ketika menikah dengan orang yang tidak mas cintai". tanya Lisa
deg
Delon diam karena dia masih ingat dulu dia begitu memberontak dan menyakiti Lisa karena dia tidak menyukainya bahkan dia tidak ingin melihat keberadaan Anissa. masih ingat saat mamanya memaksanya menikah dengan Lisa bahkan mamanya yang memaksa dirinya untuk memberikan hak Lisa dan yang Delon lakukan adalah membayangkan bahwa dirinya melakukan bersama Laura orang yang dia cintai.
"perasaan yang kamu rasakan ketika di paksa oleh mama untuk menikah dengan ku, itulah sekarang yang Anissa rasakan mas". ucap Lisa
__ADS_1
"jadi kita sebagai orang tua harus belajar dari kesalahan dari masa lalu jadi jangan sampai kita menempatkan anak kita pada posisi kita dulu mas". sambung Lisa
"jadi aku mohon jangan paksa Lisa untuk menikah dengan Yusuf". ucap Lisa sambil menatap mata suaminya
"kamu benar sayang, maafkan aku, aku tidak akan memaksa Anissa lagi". ucap Delon dan memeluk istrinya
"aku tau kamu sebagai ayah ingin yang terbaik untuk putri mu tapi jangan sampai salah mengambil langkah malah membuat putri kita tertekan". ucap Anissa sambil mengusap punggung suaminya dan Delon menenggelamkan wajahnya di leher Lisa
"auwh". ringis Lisa
"jangan digigit". protes Lisa dan mencubit pinggang suaminya dan Delon terkekeh saat melihat wajah Lisa yang menurutnya sangat lucu.
"sudah mas jangan beringsik nanti baby Farhat bangun dan kalau sudah terbangun susah untuk tidur, aku capek". ucap Lisa lalu menaiki ranjang dan merebahkan dirinya di ranjang
Delon langsung menyusul Lisa dan memeluk dengan erat.
"sangat nyaman memeluk mu seperti ini sayang mungkin dulu jika kamu tidak memaafkan ku aku tidak tau akan sekacau apa hidup ku tanpa mu". ucap Delon
"sudah malam sebaiknya tidur dan tangannya Jangan nakal, jika itunya bangun aku tidak mau tanggung jawab ya karena aku lagi ada tamu bulanan". ucap Lisa sambil memukul tangan suaminya yang naik ke atas
"biarkan seperti ini". ucap Delon yang mendiamkan tangannya di sumber kehidupan anaknya.
sedangkan Anissa yang berada di kamarnya tidak bisa tidur setelah menolak keinginannya.
"maafkan Anissa ayah, Anissa tidak mencintai Yusuf jika di paksa maka tidak akan kebahagian, jika di paksa Anissa takut menyakiti Yusuf, Anissa tau Yusuf menyukai Anissa tapi hati Anissa tidak bisa di paksakan". monolog Anissa sambil mengulingkan badannya ke kiri dan ke kanan karena gelisah dan matanya sulit untuk di pejamkan
"kebiasaan sekali jika gelisah tidak bisa tidur". ucap Anissa lalu menopang dagunya dengan tangan.
"semoga saja setelah ini Yusuf tidak mendekatiku dan dia bisa mendapat perempuan yang begitu mencintai dirinya". monolog Anissa dan mengambil ponselnya
Anissa memilih untuk bermain game yang ada di ponselnya sambil menunggu dia bisa tidur.
sedangkan Arden yang berada di kamarnya membaca infomasinya mengenai Yusuf yang tidak di berikan kepada Anissa yaitu Yusuf yang memiliki penyakit IED karena bagi Arden ini adalah hal pribadi milik Yusuf.
"semoga aja Anissa tidak memancing emosi Yusuf dan Yusuf bisa mengontrol dirinya". monolog Arden.
Arden keluar dari kamarnya dan suasana rumah terasa sepi karena Andra ada di rumahnya sendiri dan Ana ikut tinggal bersama suaminya sedangkan dia tinggal di sini bersama kedua orang tuanya
"nasib anak yang belum menikah sendiri yang seperti ini terasa kesepian dulu sebelum Andra dan Ana menikah rumah ini terasa ramai". monolog Arden dan menuju dapur
sesampainya di dapur Arden yang merasa lapar langsung mengambil mie dan memasaknya setelah matang Arden meletakkan mie itu ke dalam mangkuk
ting
tong
__ADS_1
ting
tong
Arden mengurungkan niatnya untuk melahap mie itu saat mendengar suara bel berbunyi
ting
tong
ting
tong
"siapa yang bertamu malam malam seperti ini". monolog Arden
dengan malas Arden melangkahkan kakinya menuju pintu dan membukanya saat pintu terbuka Arden melihat Andra dan juga istrinya yang sedang hamil besar.
"tumben malam malam kemari". tanya Arden
"kebetulan kamu masih bangun, begini Tasya ingin makan mie". ucap Andra
"ingin makan mie sampai jauh jauh ke sini malam malam lagi". ucap Arden sebelum Andra menyelesaikan ucapannya
"iya dan masalah dia ingin makan mie yang kamu masak, iyakan hunny". ucap Andra yang menoleh ke samping tetapi Tasya sudah tidak ada
"hunny kamu dimana". panggil Andra
"mieku". ucap Arden lalu berlari ke dapur yang di ikuti oleh Andra
"itukan mie ku ". ucap Arden saat melihat Tasya sudah menyantap mie yang dia buat dan Andra bernafas lega saat melihat istrinya yang makan mie dengan tenang
"kamu bikin lagi ya biarkan itu di makan istri kakak". ucap Andra
"masalah itu stok mie terakhir". ucap Arden dan menatap mie yang menggugah selera tetapi di makan orang lain
setelah mie tersebut habis Tasya terseyum ke arah suaminya dan Arden
"maaf Arden mie enak jadi aku habiskan soalnya saat kamu membuka pintu aromanya bikin perut keroncongan". ucap Tasya sambil mengahampiri suaminya
"hubby dia tidak marahkan". bisik Tasya pada suaminya saat melihat wajah datar Arden
"Arden tidak marah hunny". jawab Andra
"tapi mukanya datar seperti itu". ucap Tasya
__ADS_1
"mukanya dari dulu emang seperti itu hunny". jawab Andra
Arden menatap mangkuk yang sudah kosong bahkan kuahnya tidak ada sisanya sama sekali, Tasya yang sudah menghabiskan mie tersebut menguap dan mulai merasa mengantuk. Andra yang melihat istrinya mengantuk membawanya ke kamarnya yang ada di rumah ini dan mengajaknya menginap. setelah kepergian Andra dan istrinya akhirnya Arden memilih untuk memesan makanan di luar.