
di sebuah rumah sakit Ana sedang berbaring di brangkar saat dokter sedang mengoleskan gel pada perut dan Farhan sedang berada di sampingnya menggengam tangan istrinya. mereka berdua memperhatikan layar monitor yang memperlihatkan janin yang masih berumur dua bulan itu. senyum bahagia terlihat jelas di wajah sepasang suami istri itu ketika ada dua gambar dua titik dan mereka yakin bahwa anak mereka kembar.
"tuan nyonya selamat kalian akan memiliki anak kembar". ucap dokter
"benarkah dok". tanya Farhan untuk memastikan
"lihat ini di sini terlihat ada dua janin". ucap dokter dan menunjuk pada layar
"sayang kita akan punya anak kembar". ucap Ana dengan senyum bahagia
"iya sayang, mas bahagia banget bahwa kita di beri kepercayaan akan memiliki dua anak". ucap Farhan dan mengecup dahi istrinya
"pola makannya di jaga ya Bu, jangan makan makanan yang pedas dan harus banyak istirahat dan jangan muda lelah". ucap dokter
"baik dok". jawab Farhan
"apa selama hamil apa ada keluhan". tanya dokter
"tidak ada dok bahkan saya di merasa mual seperti wanita hamil dok". jawab Ana
"mereka anak anak yang baik dan tidak ingin membuat ibunya kelelahan". Ucap dokter
setelah melakukan pemeriksaan dengan dokter mereka akan berkunjung ke makam orang tua Ana. sesampainya di sana Farhan mengandeng tangan istrinya dan saat sampai di depan makam mereka berjongkok di di samping makam itu
"yah ma Ana dan mas Farhan datang, tidak terasa sudah dua bulan ayah dan mama meninggalkan kami, kehilangan ayah dan mama adalah hal yang terberat bagi Ana tapi Ana sudah iklhas semoga ayah dan mama bahagia disana". ucap Ana sambil mengusap nisan Alex dan Laura secara bergantian
"yah ma , Ana hamil anak kembar ayah dan mama akan mendapatkan dua cucu, andaikan ayah dan mama ada disini pasti akan sangat bahagia mendengarnya". ucap Farhan
Farhan dan Ana menaburkan bunga di atas makam Alex dan Laura lalu mereka berdo'a agar kedua orang tuanya mendapatkan tempat yang terbaik di sana.
"ayah mama , Ana dan mas Farhan pulang dulu ya dan lain kali kami berdua pasti akan datang kemari lagi". ucap Ana
setelah itu mereka berjalan meninggalkan makam itu walaupun ada rasa berat. di dalam mobil Ana memutar video saat terakhir mereka sedang berkumpul disana terlihat tawa bahagia. Ana baru menyadari bahwa makan malam itu telah di siapkan oleh orang tuanya agar ada kenangan kebersamaan mereka. setelah menonton video Ana melihat foto keluarga mereka
"ayah dan mama pasti bahagia disana sayang ". ucap Farhan dan mengusap kepala Ana
"iya mas, tapi sayang sekali ayah dan mama tidak bisa melihat anak anak Kita dan anak anak kita tidak bisa melihat ayah dan mama". ucap Ana sambil mengusap perutnya
"Kita bisa mengenalkan mereka lewat foto dan mereka akan tau jika Kakek dan neneknya adalah orang yang baik". ucap Farhan
saat mobil memasuki halaman rumah Farhan dan Ana melihat ibunya duduk di depan rumah mereka.
"ibu sudah lama di sini". tanya Ana dan menyalimi tangan ibu mertuanya
"tidak ibu baru sampai disini". jawab Fatma dan mengusap kepala menantunya
"ayo Bu masuk ". ajak Farhan dan membuka pintu
"bagaimana keadaan kandungannya ". tanya Fatma saat mereka sudah duduk di ruang tamu
"mereka sehat dan baik baik saja". jawab Ana
"mereka". tanya Fatma
__ADS_1
"Ana hamil anak kembar Bu". ucap Farhan
"sungguh". tanya Fatma dan di anggukan oleh mereka berdua
"Selamat sayang, ibu bahagia dengarnya, tidak terasa ibu akan jadi nenek dari empat cucu". ucap Fatma dan mereka berdua tertawa bersamaan
"ibu rasanya nanti kamu melahirkan bersama dengan Nadia, tidak terbangun Ambika dan ketiga cucuku yang masih di dalam perut tumbuh secara bersamaan". ucap Fatma dengan bahagia
"rumah pasti akan ramai tawa dan candaan anak anak Bu". ucap Farhan
"bagaimana keadaan kandungan Nadia ma". tanya Ana
"kandungan sehat hanya saja janinnya membuat ibunya tidak bisa jauh dari ranjang dan itu membuat Nadia sering tidur". jawab Fatma
"pasti gio kesusahan merawat Ambika". ucap Farhan dan membayangkan adiknya yang kerepotan merawat Ambika
rasanya Farhan ingin menertawai adiknya karena anaknya belum ada satu tahun tapi dia sudah membuat istrinya hamil lagi
"menertawakan apa kamu mas". tanya Ana saat melihat Farhan tertawa sendiri
"aku sedang menertawakan Gio, aku tidak habis Fikir dengan anak itu yang bisa bisanya membuat istrinya hamil lagi padahal Ambika belum ada satu tahun ". jawab Farhan
"ya mereka berdua berpikir bahwa Nadia itu sulit hamil karena dulu saja untuk mendapatkan Ambika saja menunggu sangat lama dan mungkin adikmu itu tidak mengunakan pengaman ". jawab Fatma yang masih ingat di pikirin betapa paniknya Nadia saat tau dia hamil lagi
bahkan saat itu Nadia menangis dan menyalahkan Gio yang telah membuatnya hamil lagi. untung saja Fatma bisa memberikan pengertian pada menantunya dan menyakinkan bahwa mereka bisa merawat Ambika dengan baik walaupun Hamil lagi dan kehamilan Nadia harus di syukuri karena itu adalah hal istimewa yang di berikan kepercayaan lagi untuk hamil.
"sayang minumlah ". ucap Farhan yang memberikan istrinya susu hamil dan beberapa potongan buah
"tapi aku seneng bu kehamilan kali ini tidak terlalu rewel seperti waktu dulu, saat dulu rasanya setiap pagi selalu mual dan mencium bau makanan selalu mual". ucap Ana
Farhan meninggalkan istrinya dan ibunya ke ruang kerja karena ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan
"ingat nak kehamilan kali ini harus di jaga jangan melakukan tindakan yang akan membayangkan dirimu dan juga janin mu". nasehat Fatma
"iya Bu aku tidak akan mengulanginya lagi ". jawab Ana
"sebaiknya kamu tinggalkan dunia Mafia itu karena itu akan membahayakan dirimu atau orang orang yang ada di sekitarnya mu dan jangan sampai nanti anak anak mu terjun ke dunia Mafia saat tau ibunya seorang mafia ". ucap Fatma
"iya Bu, Ana sudah tidak ada di sana lagi". jawab Ana
Fatma memberitahu pada Ana tentang seputar kehamilan karena dulu saat Ana hamil Ana dan Farhan tinggal di Singapura sehingga membuat Fatma tidak bisa memberikan nasehat nasehat nasehat tentang kehamilan. Fatma hanya ingin adil pada kedua menantunya, Fatma tidak ingin Ana berpikir bahwa dia hanya memperhatikan Nadia.
"ibu ingin tinggal disini biar bisa menjagamu". ucap Fatma
"Ana tidak keberatan Bu tapi jika ibu tinggal disini apa Nadia dan Gio bisa merawat Ambika dengan keadaan Nadia yang hamil dan ingin tidur terus ". ucap Ana
"mereka pasti bisa ibu hanya ingin memperhatikan mu, dulu waktu Nadia hamil ibu sudah memperhatikan jadi sekarang gantian ". ucap Fatma
ya selama ini Nadia dan Gio memilih tinggal bersama dengan Fatma, bukannya mereka tidak ingin tinggal sendiri hanya saja siapa yang akan menemani Fatma jika mereka tinggal sendiri sedang Farhan sudah mempunyai rumah sendiri.
Ana merasa senang saat ibu mertuanya ingin tinggal disini apalagi jika Farhan ke kantor dia hanya sendirian dan merasakan kesepian.
"sebaiknya kamu istirahat ". ucap Fatma
__ADS_1
"iya Bu ". jawab Ana dan meninggalkan ibu mertuanya dan masuk ke dalam kamar karena memang dia merasa sedikit leleh
Fatma mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Gio bahwa dia akan tinggal di rumah Farhan dan Gio tidak mempermasalahkan itu.
"cup cup Ambika anak mama kenapa menagis terus hmmm". ucap Nadia sambil menepuk nepuk pantat putrinya
"ibu bilang akan tinggal di rumah bang Farhan ". ucap Gio
"iya tidak apa apa di sana juga rumahnya apalagi Ana juga sedang hamil mungkin ibu ingin memperhatikan Ana apalagi dulu mereka sempat kehilangan anak ". ucap Nadia
"anak hanya Jangan nakal hmmm sebentar lagi jadi kakak ". ucap Gio dan mengusap pipi putrinya
"apa yang di dalam juga rewel ". tanya Gio
"tidak, aku rasa saat dia lahir nanti kerjaannya hanya tidur saja ini anak karena aku ingin tidur terus saat hamil dia mas". ucap Nadia
Gio mengambil alih Ambika dan meletakan Ambika dalam box bayi
Gio mengahampiri Nadia dan berjongkok di depan perut istrinya
"Hay anak papa, kenapa kamu membuat mama mu tidur terus hmmm" ucap Gio dan mencium perut istrinya dan Nadia mengusap kepala istrinya
"kau hadir begitu cepat, nanti kalau sudah lahir jangan berantem dengan kakak Ambika ya". ucap Gio
"mas pasti akan lucu jika mereka tumbuh secara bersamaan". ucap Nadia
"iya dan kita harus menyiapkan tenaga yang ekstra". ucap Gio Karena dia yakin pasti akan ada saja tingkah dari anak anak apalagi jarak umur mereka hanya satu tahun
"kita seperti punya akan kembar nantinya". ucap Nadia
Gio berdiri dan membaringkan tubuhnya di ranjang karena merasa lelah
"mas tidak ke kantor". tanya Nadia
"tidak mas ingin istirahat dan urusan kantor sudah mas serahkan pada sandi". jawab Gio sambil memejamkan matanya
"mas pasti lelah ya , maaf aku tidak bisa membantu mas saat Ambika rewel karena beberapa Minggu ini aku hanya ingin tidur terus". ucap Nadia
"tidak apa apa sayang, sini berbaring di samping mas". ucap Gio dan Nadia membaringkan tubuhnya di samping Gio
Gio langsung membawa Nadia ke dalam pelukannya
"saat memeluk mu seperti ini lelah mas pasti akan hilang". ucap Gio
Nadia memandangi wajah suaminya yang sudah brewokan karena tidak sempat untuk mencukur, Nadia terseyum saat mendengar dengkuran halus dari suaminya.
"kamu pasti lelah mas dari semalam tidak tidur karena Ambika rewel terus, selamat istirahat ". ucap Nadia
cup
Nadia mencium bibir suaminya dan melepaskan pelukannya suaminya karena dia belum mandi. Nadia berjalan menuju kamar mandi untuk memberikan tubuh
"anak mama Jangan buat mama mengantuk terus ya sayang kasihan papa mu harus menjaga kakakmu sendirian". ucap Nadia dan mengusap perut
__ADS_1
Nadia berdiri di bawa sower dan membiarkan air membasahi tubuhnya. Nadia merasa segar saat air itu mengenai tubuhnya.