
Merlin menuruni tangga dengan langkah pelan dan tersenyum lalu Merlin menggoreskan pisau itu di lehernya sehingga darah keluar dari leher dan tidak lupa Merlin memukul wajahnya sendiri sehingga bibirnya berdarah.
"hmmm kasian sekali andai kamu tidak mendengar apa yang aku bicarakan kamu masih hidup Nadia". ucap Merlin
sedangkan di kantor Gio yang sudah selesai meeting kembali ke ruangannya, saat sudah duduk di kursi kerjanya Gio mengambil ponselnya dan terkejut saat melihat banyak panggilan dari istrinya kemudian Gio menghubungi istrinya panggil berdering tetap tidak di Jawab, sudah tiga kali mencoba menghubungi hasilnya tetap sama tidak ada jawaban sama sekali lalu Gio mencoba menghubungi mamanya dan hasilnya juga sama tidak di jawab oleh mamanya.
akhirnya Gio memutuskan untuk pulang karena merasa aneh kenapa tidak ada yang mengangkat panggilannya, Gio langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. saat sampai di rumah Gio melihat pintu rumahnya yang terbuka dan Gio bergegas masuk kedalam rumah saat sampai di ruang tamu Gio terkejut saat melihat rumah berantakan.
"Nadia". teriak Gio saat melihat istrinya berada di lantai dengan keadaan bersimbah darah
Gio langsung berlari ke arah Nadia dan memangku kepala Nadia yang sudah berlumuran darah
"sayang bangun". ucap Gio dengan panik
"sayang ku mohon bangun". Gio menepuk pipi Nadia
"nak kamu sudah pulang". ucap Merlin sambil tertatih menghampiri Gio
"ya ampun Nadia". ucap Merlin pura pura terkejut
Gio terkejut saat melihat keadaan mamanya yang babak belur
"Nadia menantu mama bangun nak". ucap Merlin sambil meneteskan air mata
"ma kenapa Nadia bisa seperti ini". tanya Gio
"tadi ada rampok nak". jawab Merlin
"ma mas". ucap Nadia sambil menahan sakitnya dan Merlin terkejut saat Nadia masih bisa bangunan
"sayang". Gio terseyum saat Nadia membuka matanya
tanpa pikir panjang Gio langsung mengendong Nadia menuju mobil dan meninggalkan Merlin begitu saja, Gio langsung membawa Nadia ke rumah sakit. sedangkan Merlin mengepalkan tangannya saat tau Nadia masih bernyawa. Merlin langsung ikut masuk ke dalam mobil Gio. di di belakang Merlin melihat Gio yang sedang menyetir dengan keadaan panik. setelah sampai di rumah sakit Gio langsung mengendong Nadia yang sudah tidak sadarkan diri lagi.
"mas mohon bertahan sayang". ucap Gio
__ADS_1
"suster tolong". teriak Gio
Gio langsung meletakkan Nadia si brangkar, saat Nadia sudah berada di brangkar, Merlin yang berada di samping Nadia langsung mengarahkan tangannya di kaki Nadia dan menekan sebuah jarum ke telapak kaki Nadia. saat Nadia akan di bawa masuk ke ruangan Merlin langsung menarik jarum itu.
"pak tolong menunggu di luar saja". ucap suster lalu menutup ruangan itu
Gio menjambak frutasi rambutnya, seandainya tadi pagi dia tidak meeting maka keadaannya tidak seperti ini. Gio bersandar di dinding dan menjatuhkan dirinya. Merlin mengusap bahu putranya itu.
"sabar dokter akan melakukan yang terbaik untuk Nadia". ucap Merlin " aku yakin kali ini Nadia tidak akan bisa selamat karena aku sudah memberinya racun yang mematikan bahkan dokter tidak akan tau jika di dalam tubuh Nadia ada racun". monolog Merlin dalam hati sambil memasukkan jarum yang dia pegang ke dalam sakunya
"kenapa perampok itu masuk ke dalam rumah kita sebelumnya belum pernah terjadi seperti ini". ucap Gio
"mama tidak tau Gio tapi rampok itu tidak mengambil apapun karena sejak masuk dalam rumah perampok itu mengincar Nadia saat mama akan menolong Nadia mereka melukai mama". ucap Merlin dan Gio dapat melihat ada beberapa luka
"tapi Nadia tidak punya musuh ma". ucap Gio
"atau ini perbuatan Farhan". ucap Merlin dan Gio langsung mengepalkan tangannya dan itu membuat Merlin terseyum saat melihat reaksi Gio
"aku Merlin ciptakan Gio semakin membenci Farhan sehingga akan membuatku semakin mudah mengendalikan Gio si anak bodoh ini". monolog Merlin dalam hati
"mama yakin Farhan yang melakukan semua dan mama yakin motifnya adalah Farhan tidak mau kamu hidup bahagia". Merlin masih mengompori Gio
Gio meninju tembok sehingga membuat tangannya terluka dan Merlin yang melihat itu langsung bangkit dan duduk di kursi tunggu sambil menunggu dokter keluar. Gio langsung menghampiri dokter itu.
"dok bagaimana keadaan istri saya". tanya Gio
"tuan harus sabar ya." ucap dokter itu
"apa maksud dokter". tanya Gio
"istri anda mengalami koma". ucap dokter itu dan membuat Farhan memundurkan tubuhnya
"tapi untung saja janin yang di kandungnya baik baik saja walaupun mengalami tusuk dan benturan keras". sambung dokter itu
"janin". ucap Gio dengan bingung
__ADS_1
"iya apa tuan tidak tau jika istrinya sedang hamil". tanya dokter itu dan Gio mengelengkan kepalanya
"dok anda tidak salah bicarakan". tanya Gio
"tidak dan dari hasil pemeriksaan istri anda sedang hamil dua bulan". jawab dokter itu
"dua bulan tapi tiga Minggu yang lalu istriku masih mengalami haid". ucap Gio
"beberapa wanita masih mengalami haid saat mengandung dan tuan sangat beruntung calon anak kalian adalah anak yang kuat apalagi saat saya lihat kondisi istri anda". ucap dokter itu
"dan saya akan berusaha sebaik mungkin janin itu berkembang dengan baik walaupun ibunya mengalami koma". ucap dokter Rama
setelah mendengar perkataan dokter Rama Gio merasa bahagia dan juga sedih atas kondisi istrinya. sedangkan Merlin mengepalkan tangannya saat mendengar perkataan dokter
"tidak ini tidak boleh terjadi aku harus lenyapkan Nadia beserta janinnya, aku tidak ingin mereka menjadi prioritas Gio sehingga aku akan sulit mengendalikan Gio serta mengambil harta milik Malik yang masih atas Gio aku tidak ingin anak itu menjadi pewaris dan bagaimana Nadia bisa hamil sejak awal dia menikah sampai saat ini aku selalu memberikan dia obat pengering kandungan di dalam makanannya agar dia tidak bisa hamil seharusnya obat itu bekerja dengan baik karena Nadia sudah mengkonsumsi obat itu selama lima tahun" monolog Merlin
"tidak aku tidak akan membiarkan itu terjadi". monolog Merlin
"ma mama dengarkan apa kata dokter tadi Nadia sedang hamil tapi". kebahagian Gio tiba tiba hilang saat mengingat kondisi Nadia sekarang
"tapi Nadia harus mengalami koma". sambung Gio
Merlin hanya menatap Gio dengan sorot mata yang tidak biasa.
"dok apa boleh aku masuk". tanya Gio
"boleh tapi hanya satu orang saja". jawab dokter
sebelum masuk Gio mengunakan pakaian seteril saat masuk Gio meneteskan air mata saat melihat banyak alat medis yang menempel di tubuh Nadia, Gio menghampiri Nadia dan tangannya terulur ke arah perut Nadia, air mata Gio semakin menetes saat di dalam perut Nadia sudah ada calon anak mereka yang mereka tunggu tunggu kehadirannya.
"sayang bangun yuk, dengar mas sekarang di dalam perutmu sudah ada calon anak kita sayang, ayok bangun apa kamu tidak ingin merasakan nyidam dan menyuruh suamimu ini untuk mencari apa yang kamu mau". bisik Gio tetapi tidak ada respon apapun dari Nadia
"dulu kamu pernah bilang bukan jika kamu hamil kamu akan buat aku kerepotan dengan nyidam mu yang aneh aneh, dan sekarang kamu hamil Ayuk bangun lalu menyidamlah yang aneh aneh". sambung Gio
sedangkan Merlin menahan amarahnya saat melihat Gio begitu terpukul dengan keadaan Nadia.
__ADS_1
"aku harus melakukan sesuatu untuk menghabisi Nadia dan janin tanpa Gio Curiga dengan ku"
setelah mengatakan itu Merlin meninggalkan rumah sakit tersebut.