Tuan Mafia

Tuan Mafia
Meminta Maaf


__ADS_3

hari ini Cika pulang setelah satu minggu di tugaskan di luar kota, Cika membawa beberapa oleh oleh untuk Alif dan Laura.


tok


tok


tok


ceklek pintu di buka


"mama" teriak Alif


"anak kesayangan mama". Cika langsung memeluk Alif dan mencium pipi gembul milik putra


"mba Cika". Laura berjalan mendekati Alif dan Cika


"biar saya bantu mba bawa barang barangnya". Laura membantu Cika membawa barang barangnya masuk


"mama tau tidak". tanya Alif


"apa Alif".


"ma kemarin ada om om jelek datang kesini". Laura menahan tawanya saat Alex di sebut om om jelek oleh Alif


"Om om jelek". tanya Cika


"siapa Laura". tanya Cika kepada Laura


Laura menceritakan kejadian kemarin bahwa Alex datang kemari dengan penampilan yang sangat jauh dari kata perfect dan di tambah jenggot yang tumbuh memanjang, bahkan Laura sendiri tidak dapat mengenali bahwa itu adalah Alex suaminya. Laura menceritakan tanpa ditutupi.


"ya ampun Laura suami datang di sambut dengan pukulan teplon". Cika meringis membayangkan saat Laura memukul dan menendang ular milik Alex


"ya gimana, aku kira maling mba". Laura menjawab dengan menggaruk tengkuknya


"bagaimana perasaanmu saat tau keadaannya bahkan demi mencari dirimu dia tidak merawat dirinya"


"ya masih kecewa mba sama dia". jawab Laura


"jangan terlalu larut dalam kekecewaan, coba kamu kasih satu kesempatan lagi untuknya".


"lihat saja nanti mba".


Cika memberikan beberapa makanan yang di minta oleh Alif dan Alif sangat senang dengan itu, Laura menelan salivanya saat melihat Cika mengeluarkan manisan buah, Cika yang tau Laura menginginkan manisan itu memberikannya kepada Laura dan Laura sangat menikmati manisan itu, saat melihat tingkah Laura membuat Cika mengingat saat dirinya hamil Alif.


"apa Laura sedang hamil, kemarin dia menghabiskan tiga buah mangga muda dan sekarang cara makan manisannya seperti orang nyidam, nanti aku akan periksa dia" monolog Cika dalam hati.


💙💙💙💙


Alex sudah siap dengan beberapa coklat dan bunga untuk Laura, pagi pagi Alex sudah membuat heboh seisi rumah.


"cepat Rik jalannya". perintah Alex dan Riko melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah Riko.


tok

__ADS_1


tok


tok


pintu di buka oleh Cika, Alex mendengus lesu ternyata yang membuka pintu bukan Laura


"cari siapa". tanya Cika yang belum tau jika di depannya adalah tuan Alex


"Laura". jawab datar Alex


"tuan Alex ya".


"Cika". panggil Riko


"mas". jawab Cika dan mencium punggung tangan suaminya


"tuan Alex ayo masuk"


saat Alex masuk Laura juga masuk keruang tamu dan terkejut ternyata Alex dan menemuinya kembali.


"mba kenapa di perbolehkan masuk". tanya Laura


"sebaiknya kalian menyelesaikan masalah Kalian, aku dan mas Riko akan kebelakang". setelah mengatakan itu Riko dan Cika meninggalkan Laura bersama Alex, Laura yang tidak ingin bertemu dengan Alex akan masuk ke kamar tapi Alex langsung memegang tangannya


"tunggu Laura, aku tau aku salah". Alex mendekati Laura yang masih diam dan malas menatap ke arahnya


"aku tau awal pernikahan ini , aku mulai dengan tujuan balas dendam".


"kamu ingin balas dendam, tapi kenapa aku yang kamu siksa, jika kamu ada masalah dengan ayah Gunawan sebaiknya kamu selesai dengannya jangan bawa orang lain dalam permasalahan kalian". Laura berbicara dengan amarahnya


"bahkan malam itu aku mengatakan bukan anak Gunawan tapi kamu hanya menganggapnya omong kosong". teriak Laura dan menghempas tangan Alex


"sudah puas kamu menghancurkan hidupku, yang seharusnya sekarang aku bahagia hidup dengan orang yang aku cintai dan dengan tiba tibanya kamu menikahiku, sudah puas ha". teriak Laura dengan air mata yang membasahi pipinya


"salahku apa hiks".


"kamu tidak salah, aku yang salah,aku yang telah membawamu masuk ke dalam hidupku". jawab Alex


"aku mohon maaf aku, bagaimana caranya agar kamu mau memaafkan aku Laura".


"kembalikan hidupku yang dulu, apa kamu bisa". jawab Laura dengan lantang


"aku tidak bisa mengembalikannya tapi aku akan buktikan padamu jika aku bisa membuatmu bahagia Laura".


"kebahagian seperti apa". tanya Laura


"sebaiknya kamu pergi dari sini dan ceraikan aku"


"TIDAK LAURA". teriak Alex saat mendengar kata cerai dari Laura


"apapun yang terjadi aku tidak akan pernah menceraikanmu".


"sekarang ayo pulang".

__ADS_1


"aku tidak mau". Laura mendorong Alex, tapi Alex langsung menarik Laura dan mencium bibir Laura.


Laura berusaha memberontak tetapi tenaga tidak sebanding dengan Alex, Alex semakin dalam mencium Laura dan pada akhirnya Laura juga terbuai oleh ciuman Alex. setelah beberapa menit Alex menyudahi ciuman itu dan berbisik di telinga Laura


"kita perbaiki ya, bagaimana jika malam itu membuatmu hamil, aku tidak ingin kamu merawatnya sendirian". ucapan Alex membuat Laura menegang, Alex menghapus air mata Laura dan melihat mata Laura yang begitu sayu


"Laura pikirkan bagaimana jika disini sekarang sedang tubuh janin". ucap Alex dengan mengusap perut Laura saat Alex mengusap perutnya Laura merasa hal yang aneh.


"i itu tidak mungkin, hanya sekali melakukan tidak mungkin akan jadi". jawab Laura


"semua bisa menjadi mungkin Laura jika takdir sudah menetapkannya, sekarang ingatlah tanggal bulanmu". tanya Alex


"apa bulan kamu sudah mendapatkannya atau belum". pertanyaan Alex langsung membuat Laura berdebar begitu kuat


"tidak aku tidak ingin hamil anakmu". teriak Laura dan langsung mudur mengenai tembok, tiba tiba Laura merasa pusing dan pandangannya mulai kabur, sebelum Laura jatuh ke lantai Alex lebih dulu menangkapnya


"Laura my baby bangun". Alex menepuk pipi Laura


"my baby jangan membuatku khawatir". Alex langsung mengelus pipi Laura


"Riko". teriak Alex


Riko beserta istrinya langsung berlari keruang tengah


"iya tuan". jawab Riko


"Laura". teriak Cika saat melihat Laura tidak sadarkan diri


"tuan apa yang terjadi pada nyonya". tanya Riko


"Rik ayo ke rumah sakit"


"tuan bawa Laura ke kamar saja, agar bisa saya periksa, saya seorang dokter". Alex langsung mengangkat Laura dan meletakkannya di ranjang , sangat terlihat Alex begitu khawatir.


Cika langsung memeriksa Laura dari memeriksa denyut nadinya dan lainnya.


"apa yang terjadi pada Laura". tanya Alex


"tuan tidak perlu khawatir kalau di lihat dari sikapnya akhir-akhir ini Laura sedang mengandung dan untuk memastikannya bisa di bawa ke dokter kandungan". jawab Cika


Alex langsung duduk di samping Laura dan meneteskan air mata kebahagiaan saat mendengar Laura hamil dan langsung mengusap perut Laura, dan juga mencium kening Laura


"terima kasih sudah hadir di antara kita sayang". Alex berbicara tepat di perut Laura.


💙💙💙💙💙💙


sambil nunggu update selanjutnya, aku bawakan cerita yang dapat menemani hari hari kalian dan yang pasti ceritanya bakal seru dan bikin penasaran......


judul : Takdir Gadis Si Buruk Rupa


karya : Imamah Nur


__ADS_1


__ADS_2