Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Sedikit Demi Sedikit


__ADS_3

sesampainya di rumah sakit Gio langsung menuju ke ruangan dokter Rama tetapi saat masuk dokter Rama tidak ada di ruangannya.


"sus dokter Rama dimana ya". tanya Gio saat melihat seorang suster berjalan di depan ruangan dokter Rama


"dokter Rama sedang melakukan operasi, tuan bisa menemuinya nanti". jawab dokter itu


"terima kasih sus". ucap Gio


karena dokter Rama tidak ada di ruangannya Gio memutuskan untuk menemui istrinya, saat sudah ada di ruang rawat Nadia, Gio duduk di kursi samping brangkar.


"mas sudah datang lagi, kamu kapan membuka matamu sayang, mas rindu dengan suara mu". ucap Gio tetapi tidak bada respon sama sekali dari Nadia


saat melihat ke arah kaki Nadia, Gio melihat kaki Nadia yang membiru dan Gio yakin sebelum orang itu mencoba menghabisi Nadia dia melakukan kekerasan. Gio menatap wajah Nadia yang begitu damai dengan alat medis yang terpasang, Gio ingat saat pertama kali bertemu dengan Nadia dan itu membuat Gio terseyum


flashback on


dulu saat Gio duduk di bangku SMA ada seorang gadis SMP mengejar ngejar Gio bahkan gadis itu sering menunggu Gio di depan gerbang sekolah dan saat jam pulang sekolah Gio harus menahan emosinya saat gadis SMP itu mengikutinya pulang, entah apa yang membuat gadis itu selalu mengejar dirinya bahkan Gio selalu bersikap dingin kepadanya tetapi itu semua tidak membuat gadis SMP itu menjauh dari Gio tetapi semakin berani mendekati Gio ataupun menjahili Gio.


"Hay kak Gio". ucap Nadia yang sudah berada di depan rumah Gio


"bareng dong berangkat sekolahnya". ucap Nadia


Gio mengabaikan ucapan Nadia dan memilih untuk berjalan ke sekolah karena jarak rumah dan sekolah dekat, Nadia berjalan di samping Gio dengan senyuman yang mengembang padahal arah sekolah mereka berbeda.


"Nadia sekolah lewat jalan yang itu bukan yang ini berhentilah mengikuti ku". ucap Gio dengan dingin


"hehehe Nadia bisa berangkat nanti jam masuknya masih lama dan aku mau berdua dengan kak Gio dulu, nanti setelah kak Gio masuk sekolahan Nadia baru berangkat sekolah". jawab Nadia sambil tersenyum

__ADS_1


"terserah". ucap Gio


"jangan cemberut seperti itu". ucap Nadia sambal mencubit kedua pipi Gio lalu tangan berada di bibir Gio dan memaksanya untuk tersenyum


"senyum seperti ini iiii". ucap Nadia dan Gio langsung menepis tangan Nadia


Gio langsung berlari agar Nadia tidak mengikutinya tetapi Nadia juga mengejar dirinya.


"jadi kak Gio ngajak main lari larian". ucap Nadia sambil mengejar Gio yang semakin jauh sedangkan Gio merasa lega saat dirinya sudah masuk sekolah dan gerbang di tutup oleh satpam


"benar benar Gila gadis itu". ucap Gio lalu memasuki kelasnya dengan rasa lelah akibat berlari tadi


setelah pulang sekolah Gio diam diam memperhatikan gerbang sekolah dan menghela nafas saat melihat Nadia yang sudah berada di depan gerbang sekolah


"dia lagi dia lagi". monolog Gio


dan mau tidak mau Gio harus segera pulang dan melewati Nadia begitu saja


Nadia berceloteh panjang lebar dan Gio yang mendengarkan itu merasa bosan karena yang dia bicarakan adalah bagaimana mereka menikah lalu mempunyai anak yang sangat lucu lucu dan Nadia akan selalu menyambut Gio dari pulang kerja dan mereka akan menua bersama


"DIAM". bentak Gio yang sudah tidak tahan dengan omong kosong yang Nadia lakukan


"anak kecil seperti mu seharusnya sekolah yang benar dan jangan membicarakan tentang pernikahan dan berhentilah berandai andai menikah dengan ku". ucap Gio dengan menahan emosinya


"tapi siapa tau aku bisa menikah dengan kak Gio". jawab Nadia


"dan itu tidak akan terjadi, asal kamu tau aku tidak akan pernah menikah dengan gadis bodoh seperti yang tidak naik kelas sampai tiga kali bahkan mendapat urutan paling terakhir saat pembagian raport dan satu lagi ingat ini aku hanya akan menikah dengan perempuan yang pintar dan dapat mengimbangi ku camkan itu". ucap Go

__ADS_1


"jadi jangan pernah bermimpi bisa menikah dengan ku". sambung Gio dan meninggalkan Nadia begitu saja.


sedangkan Nadia yang mendengar perkataan Gio meneteskan air matanya, Nadia sadar dia bukan anak yang pintar mungkin saja saat ini dia bisa satu sekolah dengan Gio jika dia naik kelas dan tidak tinggal kelas. Nadia menghapus air matanya.


"akan aku buktikan padamu kak jika aku pantas bersanding dengan mu". ucap Nadia lalu berjalan menuju ke rumahnya


setelah kejadian itu Gio tidak pernah melihat Nadia baik di tempat gadis itu bermain dan Gio merasa lega saat tidak ada yang menganggunya, tetapi lama kelamaan Gio merasa kesepian saat tidak mendengar celotehan Nadia.


hingga akhirnya sampai Gio lulus SMA Gio tidak pernah mendengar kabar Nadia karena yang dia tau terakhir kalinya Nadia melanjutkan pendidikan di luar negeri.


suatu hari mereka di pertemukan kembali karena malam itu Gio di keroyok oleh beberapa orang saat sadarkan diri Gio sudah berada di rumah sakit pertama kali yang Gio lihat adalah seorang gadis dan gadis itu terseyum kepada Gio


"kak Gio membutuhkan sesuatu". tanya Nadia dan Gio mengelengkan kepalanya, Gio masih ingat saat dirinya di lempar ke sungai setelah di hajar oleh beberapa orang gadis inilah yang menolongnya jika tidak mungkin dia sudah tenggelam.


"katakan saja jika kak Gio membutuhkan sesuatu". ucap Nadia


"kamu Nadia". tanya Gio dan Nadia menganggukan kepalanya


"terima kasih sudah menolong ku". ucap Gio


"sama sama kak, tapi maaf aku tidak menolong kak Gio saat orang orang itu menghajar kak Gio dan aku harus menunggu mereka pergi dulu baru menolong kak Gio karena di sana sangat sepi dan aku tidak pandai bela diri". ucap Nadia


"tidak masalah".


setelah kejadian malam itu mereka semakin dekat bahkan Gio mengutarakan keinginan kepada mamanya dan tertentu saja hal itu si tentang keras oleh Merlin sehingga membuat Gio menikah diam diam dan Merlin terkejut saat Gio pulang membawa seorang gadis dan akhirnya Merlin menyetujui pernikahan mereka dan saat pernikahan mereka masuk ke lima bulan Nadia yang tidak kunjung hamil membuat Merlin membawa mereka ke dokter kandungan dan dokter memberikan sebuah obat yang harus di konsumsi oleh Nadia dokter itu mengatakan bahwa obat tersebut adalah obat penyubur kandungan.


flashback off

__ADS_1


Gio melihat obat itu dan dia ingat Merlin meminum obat ini setelah lima bulan pernikahan mereka.


"aku tidak akan mengampuni dokter itu jika benar obat ini adalah obat pengering kandungan". monolog Gio


__ADS_2