
setelah selesai mandi Andra keluar dari kamar mandi dan saat itu dia tidak melihat Tasya di kamar itu. Andra segera memakai bajunya dan telepon berdering tertera nama ayahnya Tasya, Andra yang sedang malas langsung keluar dari kamar tanpa mengangkat panggilan tersebut. Andra melihat Tasya yang sudah duduk di ruang tamu menunggunya untuk feeting baju pesta pernikahan segera menghampirinya.
"kita makan di luar saja". ajak Andra
"baiklah kak". jawab Tasya dan menghampiri sumainya
"kakak ikut". teriak Ana dari atas tangga dan berlari menghampiri Tasya dan Andra yang sudah berada di depan pintu.
"Ana kita hanya mau feeting baju". beritahu Andra
"kakak tenang saja aku tidak akan menganggu kalian aku hanya bosan di rumah sedangkan aku tidak boleh keluar sendirian oleh ayah". jawab Ana sambil memelas
"kak biarkan Ana ikut". bujuk Tasya, Andra menghela nafasnya
"oke". jawab singkat Andra dan Ana tersenyum saat di izinkan ikut.
Andra mengajak mereka ke restoran terlebih dahulu sebelum ke butik, saat sampai di restoran mereka memesan makanan mereka masing masing. Ana izin ke toilet merasa ada panggilan alam. saat Ana keluar dari toilet dia terkejut saat melihat ada tulisan di kaca toilet "selamat pagi manis, bunga tulip untukmu" dan Ana juga melihat ada buket bunga tulip di sana, padahal saat dia masuk tadi belum ada tulisan dan bunga tersebut.
"sial siapa yang main main dengan ku, jika aku tau aku pastikan tidak akan aku beri ampun". monolog Ana sambil membuang bunga itu ke tong sampah dan menghapus tulisan itu sebelum ada yang masuk. setelah itu Ana meninggalkan toilet dan menghampiri Andra dan Tasya bahkan makan yang dia pesan sudah berada di atas meja.
"kenapa itu muka kesal seperti itu". tanya Andra saat melihat adiknya yang wajahnya di tekuk itu
"kakak tau kan aku geli dengan kecoa tadi di toilet ada kecoa yang sangat menyebalkan rasanya aku ingin mengeksekusi kecoa itu". cerocos Ana sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya dan Andra hanya mengelengkan kepalanya
"lihatlah pipinya yang mengembung itu sangat manis, jadi kamu menyamakan aku seperti kecoa ya manis". seseorang terseyum saat melihat Ana yang begitu kesal karena ulahnya yang memberikan bunga dan tulisan itu
ting
*mama*
jangan sampai kamu jatuh cinta sama gadis itu, ingat tujuanmu
saat pria itu yang terseyum dia mendapatkan pesan dari mamanya dan setelah itu dia langsung meninggalkan restoran itu dengan perasaan kesal. Ana yang sedang menikmati makanan tidak sengaja melihat seorang pria berpakaian hitam keluar dari restoran itu. saat sudah selesai mereka melanjutkan perjalanan menuju butik, saat Ana menatap ke luar lagi lagi dia melihat pria berbaju hitam yang dia lihat saat membuang bunga dan boneka itu tapi wajahnya tidak terlihat.
__ADS_1
"kenapa aku melihat dia lagi, dia orang yang sama atau berbeda aku tidak melihat wajahnya". monolog Ana
mobil yang mereka kendarai sudah sampai di sebuah butik. mereka langsung di sambut oleh pegawai butik itu dan mengarah mereka ke sebuah ruangan , di sana sudah ada beberapa gaun yang elegan untuk konsep pernikahan ala Putri kerajaan. Tasya yang melihat gaun itu merasa kagum dan takjub termasuk Ana.
"cobalah aku sudah minta kepada mereka untuk menyediakan gaun yang cocok untukmu". perintah Andra
Tasya masuk ke ruang ganti bersama pegawai dan mencoba gaun pertama, pegawai itu membantu Tasya memakainya.
"mba sangat beruntung memiliki suami seperti tuan Andra, yang saya lihat dia tipe orang yang menyayangi istrinya". pegawai itu berbicara sambil menarik resleting gaun itu.
"iya mba, saya juga merasakan itu". jawab Tasya karena dia juga merasakan betapa perhatian Andra terhadapnya walaupun pernikahannya karena terpaksa, Andra sama sekali tidak menyalahkannya atau membentaknya.
Tasya Keluar dari ruang ganti dengan gaun tanpa lengan membalut tubuhnya sedangkan Andra begitu terpana saat melihat Tasya mengunakan gaun itu, pundaknya yang putih bersih terekspos.
"ganti gaun yang lain". perintah Andra
"kenapa ganti itu cocok untuk Tasya kak". sela Ana
"apa kamu tidak lihat bahunya dan lengan terlihat itu akan menjadi tontonan para undangan". jawab Andra
Andra melihat semua gaun yang ada di ruangan itu tanpa lengan jika ada lengan pasti bagian bawahnya selalu terbelah sampai paha jika tidak bagian punggung yang terekspos. Andra meminta pada Pegawai untuk mencarikan gaun yang memiliki lengan panjang dan bagian bawah tidak terbelah sampai paha. akhirnya pegawai menemukan gaun yang Andra minta dan Tasya langsung mencobanya.
"bagaimana dengan ini". tanya Tasya saat menggunakan gaun berlengan panjang dan bagian bawah mengembang yang di taburi kristal kristal sehingga gaun itu terlihat indah dan bersinar saat di pakai Tasya yang memiliki kulit putih bersih.
Andra yang di tanya hanya diam saja tanpa berkedip karena Tasya sangat terlihat cantik dan anggun saat menggunakan gaun itu sendangkan Ana juga tidak percaya bahwa di depan ini adalah temannya.
"tidak cocok ya". tanya Tasya sekali lagi karena tidak ada respon
"ini sangat cocok". jawab Andra
"Sangat cantik dan indah". sambung Ana
Tasya dapat bernafas lega saat sudah menemukan gaun yang sesuai keinginan Andra karena dia juga sudah lelah berganti gaun sebanyak enam kali, Tasya juga menyukai gaun ini daripada gaun gaun yang sebelum karena bagian tubuhnya terlalu terekspos begitu saja dan membuatnya tidak nyaman.
__ADS_1
"sekarang mau kemana". tanya Ana di depan butik
"kak Andra". sapa Abel yang turun dari mobil bersama mamanya, Abel menatap tajam ke arah Tasya yang berada di samping Andra
"nak Andra, apa kabar". sapa Tante Meri
"baik Tan". jawab Andra
"Ana juga apa kabar". tanya Tante Meri
"baik juga Tan". jawab Ana
"yang ini siapa". tanya Tante Meri
"ini Tasya dia is.."
"dia Tasya temen kampus kami ma". sela Abel sebelum Andra mengatakan bahwa Tasya adalah istrinya
"saya kira pacar kamu Andra, jika sampai pacar kamu yang ada Abel bisa nangis Bombay dia kan suka sama kamu". beritahu Tante Meri
"dia bukan pacar saya tapi is..."
"mana mungkin kak Andra punya pacar, dia kan tau kalau Abel suka sama kak Andra dan hanya Abel yang pantas menikah dengan kak Andra bukan orang lain". sela Abel saat Andra akan memberitahu jika Tasya adalah istrinya
"dia istri kak Andra". beritahu Ana yang geram saat melihat Abel selalu memotong pembicaraan Andra
"istri". tanya Tante Meri
"mama jangan percaya sama kak Ana". Abel berbicara
"itu kenyataan Abel Tasya adalah istri saya". sambung Andra sambil merangkul pinggang Tasya, Abel yang melihat itu mengepalkan tangannya
"kami permisi dulu Tante". izin Andra dan di anggukan oleh Tante Meri.
__ADS_1
Abel melihat mobil Andra yang telah melaju meninggalkan butik itu.